Tampilkan postingan dengan label inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label inspirasi. Tampilkan semua postingan

Young and pretty lady wishes to marry a rich guy

Written By Unknown on Kamis, 12 Juli 2012 | 19.36


Cerita ini di ambil dari Majalah Fortune,
Judulnya:
Young and pretty lady wishes to marry a rich guy.
------
Seorang wanita memposting sebuah pertanyaan melalui sebuah forum terkenal dengan bertanya:

"Apakah yang harus saya lakukan untuk dapat menikah dengan pria kaya?"

Saya akan jujur dengan apa yang aku katakan. Usia saya 25 tahun. Saya sangat cantik, bergaya dan memiliki selera yang tinggi. Saya berharap menikah dengan pria kaya dengan penghasilan pertahun $500 ribu (+/-Rp.5,5M) atau lebih.

Anda mungkin akan berkata kalau saya termasuk perempuan materialistis, tapi kelompok penghasilan s.d $ 1 juta pun masih termasuk kelas menengah di New York.
Permintaan saya tidak setinggi itu. Adakah pria di forum ini yang
berpenghasilan $ 500 ribu per tahun? Apakah Anda semua telah
menikah? Saya ingin bertanya apa yang harus aku lakukan untuk dapat menikah dengan orang2 seperti Anda?

Di antara pria yang telah berpacaran denganku, yang terkaya hanya
berpenghasilan $ 250 ribu dan kelihatannya ini batas tertinggi yang
pernah saya capai. Jika seseorang ingin pindah ke perumahan mewah di wilayah barat New York City Garden , penghasilan $250 ribu tentu
tidak cukup.

Beberapa hal yang ingin saya tanyakan:
1. Dimanakah kebanyakan para pria kaya bertemu & berkumpul?
Mohon nama dan alamat bar, restauran dan gym yang sering
dikunjungi.
2. Rentang usia berapakah yang dapat memenuhi kriteria saya?
3. Kenapa wajah istri-istri orang kaya hanya terkesan biasa-biasa saja?
Saya telah bertemu dengan beberapa gadis yang tidak cantik dan
menarik, tapi mereka bisa menikah dengan pria kaya.
4. Apa pertimbangan Anda dalam menentukan istri dan siapakah
yang bisa menjadi pacar Anda?

Terus terang, tujuan saya sekarang adalah untuk menikah.

Terimakasih,
Gadis Jelita

Dan inilah jawaban dari seorang ahli keuangan dari Wall Street Financial

Dear Gadis Jelita,


Saya membaca email anda dengan sangat antusias. Saya yakin sebenarnya banyak gadis2 yang memiliki pertanyaan senada dengan Anda. Ijinkan saya untuk menganalisa situasi Anda dari sudut pandang investor profesional. Penghasilan tahunan saya lebih dari $ 500 ribu yang tentu memenuhi kriteria Anda. Jadi, saya harap setiap orang percaya bahwa jawaban saya cukup kredibel dan tidak membuang waktu.

Dari sudut pandang seorang pebisnis, menikah dengan Anda adalah
keputusan yang buruk. Jawabannya sangat sederhana dan akan saya jelaskan.

Kesampingkan dulu detil-detil yang Anda tanyakan. Sebenarnya apa yang ingin Anda lakukan adalah pertukaran antara "kecantikan" dan "uang".
Si A akan menyediakan kecantikan dan si B akan membayar untuk itu. Kelihatannya adil dan cukup wajar. Tapi ada permasalahan fatal di sini. Kecantikan Anda akan sirna, tapi uang saya tidak akan hilang
tanpa alasan yang jelas.

Faktanya adalah penghasilan saya mungkin akan meningkat dari tahun ke tahun. Tapi, Anda tidak akan bertambah cantik tiap tahunnya. Karena itu dari sudut pandang ekonomi: saya adalah aset yang ter-apresiasi sedangkan Anda adalah aset yang ter-depresiasi.
Depresiasi yang Anda alami bukan depresiasi normal, tapi depresiasi eksponensial. Jika hanya ini aset Anda, nilai Anda akan sangat mencemaskan 10 tahun kemudian.
Dengan menggunakan istilah yang kami gunakan di Wall Street, setiap perdagangan memiliki sebuah posisi.
Berpacaran dengan Anda juga memiliki "posisi perdagangan" .
Jika nilai aset yang didagangkan menurun, maka kami akan menjualnya.
Bukan ide yang baik untuk mempertahankannya. Begitu juga dengan pernikahan yang Anda inginkan. Saya sangat kejam
untuk berkata seperti ini, tapi untuk membuat keputusan bijak,
aset yang menurun nilainya akan dijual atau disewa.
Pria dengan penghasilan $ 500 ribu tentu bukan orang bodoh. Kami akan berpacaran dengan Anda, tapi tidak akan menikahi Anda.

Saran saya lupakan mencari petunjuk bagaimana cara menikahi pria kaya. Usahakan agar Anda dapat membuat diri Anda kaya dengan
berpenghasilan $ 500 ribu, lebih berpeluang ketimbang mencari pria
kaya yang bodoh.

Semoga jawaban saya dapat membantu

Tertanda,
JP Morgan
19.36 | 1 Komentar | Read More

MEMBINA PRIBADI MENJADI DINAMIS DAN KREATIF

Written By Unknown on Selasa, 10 Juli 2012 | 20.53


Sukses dan kebahagiaan bagi seseorang berbeda-beda ujudnya, akibat perbedaan  latar belakang pendidikan, pengalaman, lingkungan hidup dan tingkat sosial ekonomi dll. Namun umumnya setiap orang, akan berbahagia apabila cita-citanya terwujud. Sukses bagi seseorang  mungkin berupa kekayaan, pangkat, jabatan, kedudukan, tingkat pendidikan, ketenteraman hidup, pengembangan diri, lingkungan sosial yang nyaman, atau  keluarga sakinah, barokah dan mawadah, dapat berujud kepuasan material/non material atau keduanya pada tingkat tertentu.

tidak mungkin akan terwujud tanpa suatu usaha, berperilaku pasif” atau  bersikap  hanya “menunggu”.  Anda harus “aktif” mencapainya dengan segala kemampuan  pikiran dan hati  (IQ, EQ dan SQ)  yang pada dasarnya memiliki  berpotensi tak terhingga besarnya. Potensi diri Anda  yang melimpah ruah atas  anugerah Allah SWT tersebut, umumnya belum dimanfaatkan secara maksimal.

Langkah utama adalah  bagaimana mengubah diri Anda menjadi pribadi yang lebih kreatif dan dinamis, dimulai sekarang juga, jangan menunggu !.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa umumnya orang baru memanfaatkan potensi dirinya (IQ, EQ, SQ, AQ) baru sekitar 10% – 15% saja. Jadi saldo potensi diri Anda yang belum dimanfaatkan  masih sekitar 90% – 85%.Siapapun yang rajin, aktif dan serius menggunakan pikiran/akalnya secara maksimal, akan mampu mencapai sukses lebih cepat, bahkan  selagi muda.Bukankah banyak ayat-ayat Al-Qur’an yang menganjurkan manusia agar rajinberfikir ? Sudahkan anjuran Allah tersebut kita laksanakan ??

MENUMBUHKAN PRIBADI YANG KREATIF  DAN DINAMIS
 
Pribadi yang kreatif dan dinamis, dapat dibentuk dengan 2 cara sederhana, yakni  :
  1. Membiasakan diri menggunakan waktu secara lebih bermanfaat (efektif dan efisien)
  2. Menggugah   bakat, kemampuan  atau potensi kepribadian Anda secara maksimal.
Penerapannya dapat dilakukan  antara lain sbb. :
  1. Menghimpun potensi pikiran bersama pengalaman Anda untuk menumbuhkan suatu gagasan.
  2. Memanfaatkan saldo potensi diri berupa bakat/nalar/otak yang saldo potensinya masih sekitar 85% - 90% itu , dengan aktif,  kreatif dan dinamis, diarahkan (difokuskan) untuk mencapai sasaran gagasan Anda.
  3. Menggunakan waktu Anda selama 24 jam penuh, untuk kepentingan yang menguntung-kan/bermanfaat.
  4. Menciptakan gagasan baru, yangmampu menghasilkan manfaat atau serta  membangkitkan gaerah hidup baru. Gagasan baru dimaksud sebagai hasilevaluasi   atas cara berfikir dan bertindak sebelumnya.
  5. Mengolah gagasan baru itu dengan memanfaatkan segala sumber daya, kegemaran dan pengalaman  Anda,  untuk  mendapatkan manfaat/keuntungan yang lebih besar.
  6. Dengan membangun pribadi yang kreatif dan dinamis, arahkan segala kegiatan menuju pecapaian tujuan/sasaran sukses yang dipilih. Usahakan senantiasa membangkitkan gaerah hidup, kepercayaan diri, daya cipta dan kegembiraan.
  7. Bentuklah kepribadian Anda yang kreatif dan dinamis tsb untuk dipraktekan meliputi   lingkungan sosial dan lingkungan kerja seperti  atasan, rekan kerja, bawahan, sahabat, tetangga, sanak famili dsb
  8. Peliharalah kepribadian kreatif dan dinamis Anda dengan membiasakan diri atau sering mempraktekannya dalam kehidupan, dengan memanfaatkan setiap kesempatan/peluang sebaik-baiknya  untuk meningkatkan kualitas kepribadian Anda.
MENGHIDUPKAN MESIN BERFIKIR DAN GAGASAN
Cara menghidupkan mesin berfikir dinamis dan menumbuhkan gagasan, usahanya harus Anda  lakukan sendiri. Sebab Andalah yang paling tahu tentang potensi diri dan bakat diri  sendiri.
Berikut disajikan beberapa contoh sasaran-2 sukses yang mungkin Anda rencanakan/pilih.
Tugas Anda adalah :
Meneliti dan mengidentifikasi sasaran-2 tersebut dalam daftar terlampir, mana yang menurut Anda termasuk Sasaran yang  mutlak kukehendaki (pilihan no. 1), atau yang hanya sebagai minat yang Anda  tuju (pilihan no. 2), atau Sasaran yang bukan/tidak cocok  bagi Anda (pilihan no.3). Kemudian berilah tanda contreng (V) pada kolom yg tersedia sesuai dengan pilihan Anda.
  1. Setelah Anda memilih, buatlah rencana tindakan (action plan) terbaikuntuk mencapai sasaran sukses tersebut, diskusikan dengan teman dekat, istri/suami,  famili dekat, atau tanyakan kepada yang ahli.
  2. Untuk membuat rencana tindakan tersebut, terlebih dahulu identifikasi hal-hal terkait dengan sasaran tsb dan pencapaiannya, utamanya mengenai : (a) apakah ujud, sifat dan bobot sasaran tsb, (b)kemampuan/potensi diri Anda untuk sarana pencapaiannya,  (c) pokok permasalahan, (d) hambatan dan peluangnya,(e) manfaat dan kerugiannya, (f) pendekatan/ metoda atau cara mencapainya, serta (g)kapan dilaksanakan atau jadwal waktunya. Ingatlah akan perta- nyaan berikut : 5W + 1 H (What, Why, Who/Whom, Where, When dan How).
No
Sasaran gagasan untuk dipilih oleh masing-2 Individu dan cara mencapainya agar didiskusikan dgn teman/keluarga dekat

V

V
V

Teliti dan tetapkan/pilih tingkat manfaatnya bagi kepentingan Anda
( 1)
(2)
(3)

1
2.
3.
4.
5.

aya ingin lebih cepat maju dalam  pekerjaan/karir/usaha saya
Saya ingin pindah  pekerjaan/usaha  agar dapat penghasilan  lebih baik
Saya ingin menjadi orangtua  yang berhasil mendidik anak-anak saya menjadi anak/orang yang berpendidikan cukup dan  berakhlak baik.
Saya ingin memiliki banyak teman bergaul agar hidup saya lebih terasa gembira, bergairah dan bermakna
Saya ingin menyelesaikan studi  saya tepat pada waktunya



6.
7.
8.
9.
10.
Saya tidak  senang menganggur dan ingin cepat dapatkan pekerjaan.? (Perbanyak pergaulan/silaturahmi)
Saya ingin memajukan Perkumpulan/Paguyuban  yang ada sekarang  menjadi lebih besar dan lebih bermanfaat bagi diri pribadi dan masyarakat.
Saya ingin hidup lebih mandiri, tidak banyak tergantung pada orang lain.
Saya ingin lebih menarik perhatian pihak lawan jenis agar segera menda-pat pasangan hidup yang sesuai dengan harapan saya, mengingat usia saya sudah cukup.
Catatan :
Anda sendiri dapat mengembangkan pernyataan-2 di atas, dan mencari jawab-annya sesuai dengan keadaan atau permasalahan pribadi masing-masing



SIFAT-SIFAT PRIBADI YANG DINAMIS
Cobalah perhatikan sekeliling Anda, tempat bekerja, lingkungan keluarga, lingkungan tempat tinggal, lingkungan organisasi dan masyarakat, maka akan Anda temukan orang-2 yang memiliki ciri-ciri/sifat-sifat sangat antusias dan kreatif serta serba bergairah. Mereka umumnya rajin berbuat dengan gembira untuk kepentingan orang lain dan termasuk pribadi yang dinamis  yang  bergembira dalam mengarungi hidupnya.
Ciri-ciri atau sifat-sifat pribadi yang dinamis, antara lain :
  1. Mereka subur dengan ide-ide dan karya-karya, serta  memiliki gaerah hidup, banyak teman dan lihay dalam memupuk bakatnya sendiri. Mereka bukan orang yang pasif, bersikap menunggu nasib atau pemalas, tetapi sebaliknya sangat aktif/rajin dalam mengejar cita-citanya.
  2. Mereka  selalu ingin tahu. Mereka selalu berupanya menanggapi permasalahan tentang sesuatu yg dijumpai dengan pertanyaan: 5 W + 1 H ( what, where, when, why, who + how).
  3. Pribadi yang tidak bisa tinggal diam. Mereka selalu giat, aktif, bergaerah, efektif dalam penggunaan waktu dan sarana kerja.
  4. Mereka biasa melakukan pendekatan yang polos dan sederhana (praktis).  Mereka bersedia menangani sendiri, merasakan, memikirkan dan menanggulangi permasalahan sendiri atas konsekuensi gagasan barunya.
  5. Pribadi yang bersifat independen. Mereka tidak suka terlalu  terikat pada sesuatu keten-tuan yang sama secara terus menerus. Mereka senang bersama orang banyak, dan orang banyak senang padanya. Mereka menghormati pikiran/gagasan orang lain, tetapi tidak suka sangat tergantung pada orang lain. Mereka bukan seorang pengritik.
  6. Mereka percaya penuh dengan kemampuan dirinya sendiri dalam memecahkan persoalan  Namun bersedia bekerjasama dengan pihak lain secara proporsional dan wajar.
  7. Pri badi yang harus memiliki daya cipta  yang kuat serta selalu ingin merencanakan sesuatu hal/perobahan baru.
  8. Pribadi yang memiliki semangat pengabdian yang besar. Mereka menekuni pekerjaannya dengan sungguh-sungguh, mencintai kehidupan dan lingkungannya.
  9. Pribadi  yang dinamis langsung memantapkan pelaksanaan tujuan, nilai-nilai dan gagasan secepat mungkin. Mereka bersifat sungguh-sungguh  dalam segala hal, terutama yang menyangkut masalah keluarga, sahabat, tetangga, dan lingkungan dekat.
  10. M ereka  mendahulukan hal-hal yang penting. Mereka sangatmenghargai waktu.
  11. Pribadi yang bersifat tahan uji/bantingan. Mereka tidak mudah menyerah dalam mencapai sasaran/tujuan/cita-cita. Mereka memiliki daya juang yang tinggi.
  12. Pribadi yang banyak menaruh minat dan mempunyai daya tarik minat terhadap orang lain. Mereka senang berteman dan banyak disenangi dalam pergaulan serta mampu  mem-pengaruhi orang lain. Mereka disukai dalam lingkungan pekerjaan, baik dalam keadaan kerja sendiri atau dalam suatu tim, karena mereka sadar benar tentang tujuan dan makna peker-jaan tersebut.
KESIMPULAN
Ujilah Sendiri Pribadi Anda
Telitilah diri Anda sendiri, apakah sudah/mudah menjadi seorang pribadi yang dinamis atau belum. Sampai dimanakah tahap yang telah Anda capai/terapkan dalam sikap dan perbuatan ? Sifat-sifat pribadi yang kreatif dan dinamis itu pada dasarnya adalah :
Kaya akan daya cipta, tidak mau tinggal diam, serba sederhana dalam memandang  segala sesuatu, tidak menggantungkan diri pada orang lain, menaruh kepercayaan terhadap  diri sendiri, memiliki daya khayal yang kuat, suka menemukan sesuatu yang baru, pengabdian diri yang besar, menga-rahkan perhatian penuh pada sasaran yang dituju, kemampuan mendahulukan hal-hal yang penting, dan menaruh minat/perhatian kepada kepentingan orang lain.
Keterangan:
  • Ditulis di Jakarta, 8 Agustus 2009, disarikan dan dikembangkan dari buku “Membina Pribadi Dinamis dan Kreatif, karangan Carl G Goeller dan William O. Uraneck”, penerbit Gunung Jati 1980.
  • Disajikan dan didiskusikan dalam pertemuan Pengajian Remaja Moshula SD Kompleks POMAD Kalibata, Jakarta Selatan pada tanggal 15 Agustus 2009.
sumber : http://ahmadsoen.wordpress.com/2009/09/16/membina-pribadi-menjadi-dinamis-dan-kreatif/
20.53 | 1 Komentar | Read More

MOTIVASI HIDUP : MARIO TEGUH MENCARI CINTA ?

Written By Unknown on Selasa, 19 Juni 2012 | 10.03

Sahabat saya yang sedang
merindukan pasangan hidup,

marilah kita berdoa,

...Ya Tuhan kami Yang Maha Mencintai,

Engkau menciptakan segala sesuatu
berpasang-pasangan.

Dan aku yakin
Engkau telah menciptakan
pribadi belahan jiwaku.

Tuhanku,
aku sangat rindu untuk
memuliakan Nama Mu
bersama jiwa kecintaanku
dan keluarga cantik
yang akan kubangun
bersamanya.

Pasangkanlah aku dalam
seindah-indahnya pernikahan.

Aamiin

 

Jika cinta itu tidak gila,
maka itu bukan cinta.

Jika Anda menolak melakukan
sesuatu untuk membahagiakannya,
...hanya karena hal itu bukan cara
yang biasa Anda lakukan,
maka Anda tidak cukup mencintainya.

Kesediaan Anda untuk mengubah
kebiasaan yang Anda sukai selama ini,
adalah persembahan yang membuktikan
kekuatan cinta Anda kepadanya.

Tidak ada yang aneh atau gila, jika itu untuk cinta.

Mario Teguh

 

Pernahkah Anda melihat
orang yang menyesali bidang studi
atau pekerjaannya?

Tapi dia hanya mengeluh
...dan tidak pindah ke tempat
yang lebih baik?

Dia hanya berfokus
pada tidak-enaknya hidup
daripada indahnya upaya
membangun keberhasilan.

Dia yang menyesali jalur tindakannya
tidak akan pernah bersungguh-sungguh
untuk berhasil dalam jalur itu.

Seandainya dia lebih tegas
bagi kebaikannya sendiri ...

Mario Teguh

 

Tuhan Yang Maha Mulia
yang menaikkan kami
ke tempat yang tertinggi

Kami bersyukur karena rahmat-Mu
...kami dapat berpakaian yang
memelihara kehormatan dan
berbusana bagus untuk perhiasan kami

Namun kami tahu
pakaian terindah adalah busana rohaniah
yang bernama takwa

Dengannya
kami mohon Engkau menjadikan
hidup kami di dunia ini damai
sejahtera, dan penuh keceriaan
yang seindah kehidupan kami
di surga nanti

Aamiin

 

Penyesalan terbesar dalam hidup ini
datang dari hal-hal yang tidak kita lakukan.

Apakah Anda pernah menyesali sesuatu
yang seharusnya dulu Anda lakukan?
...
Dan sampai hari ini
hati Anda masih sedih dan menyesalinya?

Maka,

Jika harus diputuskan, putuskanlah.

Tidak memutuskan adalah sama dengan memutuskan.

Yaitu, memutuskan untuk tidak memutuskan.

Janganlah berlama-lama hidup dalam keraguan.

Putuskan!

Mario Teguh

 

Sahabat saya yang sedang rindu
punya rumah sendiri
marilah kita berdoa bersama

Tuhan kami Yang Maha Kaya
...dan Maha Pemurah

Engkau memerintahkan kami
untuk tak berharap dan meminta
kecuali kepada Mu

Maka aku mohon Engkau
merahmati kami dengan
sebuah rumah kecil yang apik
untuk menaungi kehidupan
keluarga kami yang berbahagia
karena memuliakan Nama Mu

Tuhan, pandangilah wajahku
yang sangat berharap ini

Aamiin

 

Hari ini adalah hari
kita memulai pekerjaan dengan
rencana dan harapan baru.

Sebagian berdoa, sebagian lagi lupa,
...sebagian punya rencana pribadi yang baik,
sebagian lagi tidak ada rencana apa pun,
sebagian berharapan baik,
dan sebagian lagi berkecil hati.

Besarkanlah hati Anda.

Keberhasilan apa pun di masa depan Anda 
dimulai dari yang Anda kerjakan hari ini.

Tersenyumlah. Bekerjalah sehebat mungkin!

Mario Teguh

 

Tuhan Yang Maha Agung,

Kami memohon agar Engkau
menjadikan hati kami rindu dan
cenderung kepada yang benar,
...dan waspada terhadap bisikan
untuk mengabaikan kebenaran.

Sesungguhnya kekayaan
hanya bisa dicapai dengan kejujuran,
dan yang selainnya hanyalah harta
yang menandakan besarnya hukuman
yang sedang Kau tangguhkan.

Tuhan,

Rahmatilah kami dengan hati yang jujur,
pikiran yang lurus, dan tubuh yang patuh.

Aamiin

 

Sesungguhnya,

Bukan keinginan yang
menjadi sumber penderitaan,
tetapi ketidak-mampuan.
...
Tertahannya keinginan
untuk mencapai kebaikan
adalah pemberitahuan untuk
memperbaiki kemampuan.

Orang yang sedang tidak mampu,
harus bekerja dengan giat
di dalam doanya,
agar dia dirahmati dengan rezeki
yang akan memampukannya.

Hormatilah keinginan Anda, 
agar ia menghebatkan upaya Anda 
dalam membangun kemampuan.

Mario Teguh

10.03 | 0 Komentar | Read More

Broker, Profesi Cepat Kaya

Written By Unknown on Senin, 30 April 2012 | 10.15


Tiga wanita itu turun dari tiga mobil mewah dengan raut cerah. Mereka perlahan-lahan masuk ke sebuah hotel bintang lima di kawasan segitiga emas Jakarta, pekan lalu. Di lobi, 12 orang menghampiri dan mereka segera terlibat percakapan serius. Tiga menit kemudian, mereka terlihat bersalam-salaman dan 12 orang itu pamit.

Di coffee shop, ketiga wanita itu berembuk, saling mencocokkan data selama 10 menit. Sejurus kemudian, mereka terlibat dalam rapat membahas rencana kerja. Hanya sesekali terdengar canda segar, selebihnya berdiskusi dalam rentang waktu ketat. ”Sebagai broker properti, kami amat cermat bekerja,” tutur Sri Utami, salah seorang wanita itu. ”Kami sama-sama sibuk, maka menggunakan waktu sangat efisien.”

Sri dan dua temannya, Fajriah dan Melania, sangat menyadari bahwa sebagai broker profesional, mereka harus memiliki keunggulan-keunggulan komparatif dibandingkan dengan broker lain. Mereka memiliki basis data yang komplet, terutama di Pulau Jawa. Hendak bertanya sampai ke proyek dengan skala 5 hektar ke atas, mereka miliki. Mereka pun mengantongi data menyangkut luasan rumah, harga, dan cara praktis membeli atau menjual rumah atau apartemen. Data yang mereka tawarkan kerap dalam tiga bahasa, yakni bahasa Indonesia, Inggris, dan Mandarin. Inilah salah satu sebab mereka menjadi tempat bertanya para pengembang, eksekutif properti, dan para pencari rumah/apartemen.

Para broker seperti Sri dan kawan-kawan ini pula yang mempunyai kontribusi larisnya sebuah perumahan dan apartemen. Kalau ada apartemen atau perumahan bisa tandas dalam sehari sampai sepekan lamanya, tentu ada kontribusi para broker, sekecil apa pun itu. Bukan rahasia lagi kalau para staf pengembang memandang mereka sebagai salah satu faktor suksesnya penjualan rumah/apartemen. Para staf pengembang tersebut memang mempunyai banyak staf dan jaringan luas untuk merengkuh para pembeli. Akan tetapi, pasukan ”penjual dan pemasaran” itu tentu tidak cukup memadai untuk menjangkau semua lapisan pembeli. Para broker tetap dibutuhkan untuk menjaring pembeli.

Ray Susilo, eksekutif properti di Jakarta, mengatakan, jangan remehkan pendapatan para broker properti ini. Jika memiliki jaringan sangat luas dan berbakat memasarkan properti, seorang broker mampu meraih penghasilan bersih Rp 100 juta per bulan. Sesekali ada broker yang kariernya sedang berkilau bisa mendapat Rp 1,5 miliar per bulan dalam kurun waktu setengah tahun. Ini sebabnya, para broker yang ahli ”bertarung di lapangan” mampu membeli mobil mewah keluaran Jerman dan Inggris.

Pekerjaan menjadi broker properti dalam era booming properti seperti sekarang merupakan pekerjaan menjanjikan. Namun, sayang, tidak banyak yang melihat ini sebagai peluang. Padahal, kalau dikembangkan sedemikian rupa, pendapatan mereka bisa jauh di atas gaji bersih seorang direktur utama perusahaan badan usaha milik negara. Syaratnya pun tidak banyak, jaringan yang sangat luas, sangat luwes, memiliki kapasitas pemasaran dan penjualan, memiliki integritas tinggi, mempunyai etika yang terpuji, berbahasa Inggris fasih, dan sebagainya.

Di luar pekerjaan broker, masih banyak jenis pekerjaan yang memberi perolehan amat besar, tetapi belum terlampau populer, yakni pekerjaan di bidang asuransi. Mengapa? Karena pekerjaan ini (dalam bahasa guyonan) dipandang ”menjual angin”. Namun, tak banyak yang tahu, banyak yang kaya raya karena bekerja di perusahaan asuransi. Pekerjaan lain yang kini sangat menjanjikan adalah menjadi ahli teknologi informasi.

Di Singapura, sekadar menyebut contoh, seorang ahli teknologi informasi mampu meraih pendapatan bersih Rp 80 juta sampai Rp 1,5 miliar per bulan. Kita suka terjebak dalam pemikiran bahwa pekerjaan yang mapan itu adalah bekerja di kantor, masuk jam sekian, dan pulang jam sekian. Padahal, di luar kantor ada banyak pekerjaan prestisius.
10.15 | 2 Komentar | Read More

Buat yang Gampang Nyerah, Belajarlah dari Siput Ini!

Written By Unknown on Minggu, 29 April 2012 | 00.33

Buat yang semangatnya lagi loyo, buat yang gampang putus asa, semoga perjuangan siput ini bisa menjadi cermin dan pandangan bagi kita untuk tak kenal lelah dan gampang putus asa.


Saat orang-orang berkata bahwa kamu tidak bisa melakukan sesuatu...BUKTIKANLAH!
Lihatlah sekelilingmu....
Pertimbangkanlah semua kemungkinan yang ada...
Lalu mulailah melangkah!
Kerahkan semua tenaga dan potensi yang telah diberikan Tuhan dalam hidupmu...
Jadilah pribadi yang kreatif!
Pada akhirnya, kamu akan sukses dan membuktikan bahwa mereka telah salah menilai dirimu !!

Lihat Siput Ini! Buat yang Gampang Nyerah, Belajarlah Dari Siput Ini!

sumber : http://forum.kompas.com/teras/79267-buat-yang-gampang-nyerah-belajarlah-dari-siput-ini.html
00.33 | 0 Komentar | Read More

Wawancara dengan Sudamek CEO GarudaFood

Written By Unknown on Rabu, 25 April 2012 | 11.38

Sudhamek intinya hanyalah seorang penjual makanan dan minuman. Namun, Chief Executive Officer GarudaFood ini membawa perusahaannya merambah ke berbagai pasar level dunia. Produknya ”hanya” pelbagai jenis makanan kecil dan minuman ringan, tetapi membuatnya meraih sejumlah penghargaan sebab produknya kini sukses merambah pasar di lima benua.


Sudhamek meraih pelbagai penghargaan, di antaranya Ernst & Young Indonesia Entrepreneur of The Year 2004, The Most Admired CEO 2004, 2005, 2006, 2007 Big Companies Executives versi (majalah Warta Ekonomi) dan 11 Top Executive 2011 versi majalah Eksekutif. Ia selalu diajak berbicara berbagi kiat bisnis di pelbagai forum dalam dan luar negeri

Namun, beberapa tahun terakhir ini, Sudhamek (56) terkesan agak enggan bicara cerita kesuksesan perusahaan. Ia terkesan lebih suka menjadikan masalah moral, integritas, reputasi, loyalitas, dan saling menghargai sesama manusia.



Berikut petikan wawancara dengan suami Lanny Rosiana serta ayah dua putra dan satu putri ini ketika ditemui di kantornya baru-baru ini.

Maol : GarudaFood tumbuh signifikan dalam 20 tahun ini. Apa strategi Anda?

Sudhamek : GarudaFood perusahaan biasa saja, bukan perusahaan besar. Kalau dikategorikan, mungkin lebih pas dimasukkan dalam kelompok menengah.

Namun, saya akan lebih tertarik kalau kita melihat bisnis itu tidak semata size-nya atau keuntungannya, tetapi apa makna dari sebuah bisnis. Apa manfaat yang ia berikan kepada publik. Aspek lain, jauh lebih bermakna kalau kita melihat proses dari sebuah bisnis yang selalu diwarnai dengan kultur dan etika. Budaya dan etika bisnis itulah yang kini dibutuhkan mumpung Indonesia diberi banyak karunia. Lalu, kalau kita berbicara tentang kelestarian bisnis, iya, kita mesti bicara tentang kultur.

Maol : Mengapa harus kultur?

Sudhamek : Selama hampir 10 tahun ini, saya selalu menekankan aspek kultur bisnis sebab saya melihat ini sesuatu yang penting. Sebagian di antara pebisnis terkesan mengabaikannya. Kalaupun ada perhatian, hanya di urutan ke sekian. Padahal, pemilik perusahaan selalu memberi warna sangat dominan dalam jalannya roda bisnis. Kalau perusahaan itu ”diisi” dengan kultur yang baik, pada ujungnya akan menghasilkan sebuah perusahaan yang memesona, fantastik.

Maol : Ada contoh konkret?

Sudhamek : PT Astra International Tbk bisa jadi contoh. Astra International bisa seperti itu karena ada kultur yang ditanamkan pendirinya, yakni (almarhum) Om William Soeryadjaya. Sikap dia yang memandang tinggi semua karyawan, sikap kebapakannya, tanggung jawab, ela, integritas, moralnya, sungguh memberi warna menonjol pada lembaga Astra.

Salah satu sisi yang cemerlang dari Om William adalah ia selalu melihat manusia sebagai pemegang peran sentral. Bukan sekadar pada kompetensinya, melainkan juga pada nilai-nilai positif manusia atau karyawan tersebut. Makanya, Astra menjadi seperti sekarang. Ragam bisnisnya demikian kaya.

Maol : Bagaimana Anda melihat nilai manusia dalam sebuah perusahaan?

Sudhamek : Saya sependapat dengan Oom William, manusia pemegang peran terbesar, misalnya dalam proses bisnis, pembuat, pelaku strategi, dan pembangun sistem adalah manusia. Manusia pula perumus strategi, pemilik infrastruktur dan manajemen pengetahuan. Seorang pemimpin yang ingin sukses harus menyentuh aspek manusia ini dengan cerdas, arif. Namun, di balik aspek-aspek ini, manusia harus punya nilai luhur sebab ia pusat dari apa pun.

Seorang manusia tidak sekadar mesti punya kompetensi, tetapi memiliki spiritual yang baik. Khusus soal aspek spiritual, ia menjadi gantungan atau landasan perusahaan. Spiritual inilah yang kemudian diisi dengan kompetensi sehingga menjadi dinamis.

Maol : Unsur spiritual ditekankan dalam tubuh GarudaFood?

Sudhamek : Tentu saja. Namun, saya tahu bahwa tidak ada sesuatu yang diraih seketika. Jadi, sedikit demi sedikit aspek ini saya tekankan sehingga karyawan yang menerima ini dengan sepenuhnya baru sekian persen. Ini akan terus bertambah. Saat ini, lebih kurang 18.000 karyawan GarudaFood diajak memahami hal itu dan sebagian di antara mereka sudah mulai menangkap makna tersirat dan tersurat dari apa yang kami sampaikan.

Hal yang kami inginkan adalah kami kembali ke kombinasi kompetensi dengan spiritual. Pious yet competent (saleh tetapi sekaligus kompeten). Yang kemudian terjadi di lapangan ialah lebih banyak senangnya daripada stresnya sebab level stres menjadi lebih tertangani. Dari sinilah muncul kreativitas yang mencengangkan, dari titik inilah pula lahir karya-karya besar sebab karyawan bekerja dengan kenyamanan, ketenteraman, dan kebahagiaan.

Maol : Penetrasi pasar GarudaFood menjangkau lima benua. Bagaimana?

Sudhamek : Kami memang rajin memasarkan pelbagai produk ke luar negeri. Tentu ini tidak semata karena ingin meraih laba lebih besar, tetapi kami ingin produk GarudaFood lebih dikenal luas. Pada ujungnya, ini berkaitan dengan menopang kinerja ekspor dan membawa bendera Indonesia. Saya sering mendengar teman menemukan produk Garudafood di pelbagai kota, misalnya Helsinki, London, Kairo, Johannesburg, Beijing, Hongkong, Tokyo, Chennay, Washington DC, sampai Sydney.

Ini membanggakan kami sekaligus menerbitkan tanggung jawab untuk terus berinovasi untuk meraih kinerja optimal. Kami memang ingin supaya produk kami tidak saja diterima di dalam negeri, tetapi juga di luar negeri.

Maol : Ada yang hendak Anda utarakan?

Sudhamek : Saya suka menggugah para karyawan untuk membina harmoni dalam rumah tangga. Beri perhatian dan cinta kepada anak istri/suami. Kalau belum berumah tangga, bangunlah hubungan baik, proporsional dengan orangtua serta sekitarnya.

Kalau di rumah nyaman dan penuh sukacita, di kantor pun akan demikian. Mereka akan nyaman bekerja dan dari situ muncul kreasi dahsyat. Muncul inovasi hebat. Pada ujungnya, perusahaan maju pesat dan kinerja bagus.


Maol : GarudaFood relatif melompat cepat, apa kiatnya?

Sudhamek : Kami mulai dari kacang kulit dan saya terlibat akhir tahun 1994. Saya melihat peluang. Kakak saya (11 orang, saya paling bungsu) meminta menangani ini. Industri kacang ini lebih pada produksi. Saya melihat kurangnya pemasaran. Dari kacamata konsumen, mereka melihat kacang itu lebih dari sekadar produk kacang, tetapi masuk dalam kategori snack (makanan kecil). Kalau sudah kategori ini, tak bisa lagi dilihat komoditas. Saya mulai mengubahnya, termasuk membuat merek. Awalnya tidak mulus. Semua stakeholder waktu itu berpikir usaha kacang kok mau pakai merek, apalagi butuh uang banyak. Namun, saya yakin dan pantang mundur. Saya yakinkan kalau terus seperti ini, akan tetap kecil dan bertarung di laut yang sama atau red ocean. Sama-sama kelelahan. Mereka akhirnya setuju. Saya siapkan uang sekitar Rp 600 juta. Awalnya gagal. Sempat nervous juga.



Maol : Sudah dengan merek Garuda?

Sudhamek : Merek kacang Garuda itu sejak awal tahun 1980-an. Saat itu ada dua merek, yakni Naga Terbang dan Garuda. Dalam perjalanan, merek Garuda yang dikembangkan. Dengan organisasi yang kecil, kemampuan terbatas, tetap diupayakan. Pemasaran itu seperti koin, setengah seni dan lainnya ilmu. Waktu itu kami lebih pada seni. Kreativitas.

Maol : Setelah sempat gagal?

Kami ulangi lagi dan jalan. Mulai melompat jauh saat muncul slogan yang terkenal, ”Ini Kacangku”. Hanya harus diakui, sebelum semuanya itu, dilakukan pembenahan serius pada distribusi. Ini kan negara kepulauan. Kalau masuk dalam fast moving consumen goods (barang konsumsi), tanpa menangani jalur distribusi, akan gagal. Kami benahi distribusi dari tahun 1991 sampai 1994. Setelah baik, kami mulai beriklan. Sempat gagal, tetapi kemudian berhasil.

Maol : Mengapa harus distribusi?

Sudhamek : Dalam strategi pemasaran itu kan ada dua. Push (dorong) dan pull (tarik). Saat membenahi distribusi, itu push, dan saat mulai beriklan, itu pull. Pull itu karena yang ditarik adalah konsumen dan push itu yang didorong pedagang. Bagaimana pedagang mau menjual produk kami saat kami masih tak ada apa-apanya. Kami pelan-pelan, sabar, dan telaten. Akhirnya bisa masuk dan kini produk kami merata. Ditambah dengan pull, akhirnya terjadi lompatan besar.

Maol : Masuk ke kacang atom?

Sudhamek : Saya berpikir, tak pernah berhenti. Tahun 1996, kami mulai masuk ke produk dengan subkategori baru. Setelah kacang kulit, masuk ke kacang atom. Semua ini karena kami punya jaringan distribusi. Saya berpikir kenapa kami tidak ada produk lainnya selain kacang kulit.

Maol : Bagaimana dengan "stakeholder", terutama keluarga?

Sudhamek : Karena mereka sudah melihat saya sukses dengan kacang kulit, mereka sepakat masuk ke kacang atom. Kebetulan kakak perempuan saya ahli dalam kacang atom dan dia berkenan bergabung dengan saudara-saudaranya yang laki-laki. Jadi, semuanya bisa jalan. Terjadi lompatan lain lagi.

Maol : Perusahaan keluarga biasanya tak kompak?

Sudhamek : Ini mimpi saya yang kedua. Membawa perusahaan keluarga ini menjalani transformasi manajemen yang baik. Mimpi yang pertama membawa perusahaan ini menjangkau secara nasional dan regional. Kakak-kakak saya juga legowo memberikan kepercayaan kepada saya. Mimpi saya, kalau bisa transformasi dari manajemen keluarga ke manajemen modern, ini bisa jalan ke tahapan 65 sampai 70 persen, sudah bagus.

Maol : Peran orangtua?

Sudhamek : Ayah saya (Darmo Putro) almarhum maupun ibu (Poesponingroem) almarhum, dengan ekspresi bicaranya yang berbeda-beda, tetapi esensinya sama, yakni sangat mengutamakan kekompakan, persatuan. Keluarga kami adalah orang-orang yang sangat aktif. Dan syukur dengan nilai-nilai yang ditanamkan itu akhirnya tetap bersatu. Ego-ego dikesampingkan dan bisa menghasilkan seperti ini.

Maol : Sejak awal di kacang?

Sudhamek : Ayah itu terlibat sejak usaha kacang ini dibangun kakak-kakak. Ayah merestuinya. Ayah tadinya berdagang tapioka, hasil bumi di Jawa tengah. Ayah saya ikut campur sampai akhir tahun 1978. Ibu saya mendukung dengan merawat keluarga.

Maol : Semangat yang ditanamkan ayah dan ibu?

Sudhamek : Kami punya semangat pendiri. Ini pelajaran yang diberikan orangtua, semacam mantra. Yang ada itu kemudian saya ambil esensinya. Seperti berlian begitulah. Di situ dikatakan, sebuah kesuksesan itu dimulai dari kejujuran, ketekunan, dan keuletan, yang diiringi dengan doa. Nilai semacam ini selalu ditekankan orangtua kami dan jangan lupa juga bersyukur. Semua ini lantas menjadi mantra bagi perusahaan ini dalam menapak bisnis.

Maol : Bahan baku kacang bagaimana?

Sudhamek : Agrobisnis di Indonesia ini tantangan terbesar ada pada manajemen suplai. Harus diatur karena kuantitas juga problem, begitu juga kualitasnya. Padahal, di konsumen sana, kami muncul dengan merek tertentu dengan kualitas yang terjamin. Ini tantangan. Kami akhirnya mau tak mau juga harus masuk ke hulu. Ada perkebunan kami sendiri, ada yang kerja sama dengan petani. Model plasma dan inti seperti di kelapa sawit. Kami punya perkebunan kacang di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Tanah di Jawa agak sulit. Di Lombok juga relatif mudah dalam berusaha. Juga minim gangguan, terutama dalam penelitian varietas unggul. Untuk penelitian ini, diperlukan waktu 27 bulan. Bangun pabrik bisa cepat paling beberapa bulan. Tetapi, untuk sebuah varietas, perlu lama karena ada uji multilokasi. Tanaman kacang itu sekitar 100 hari, uji lagi 100 hari lagi, sampai ditemukan benih yang betul-betul kami kehendaki. Lalu, ada sertifikat dari Departemen Pertanian. Biar jangan diambil pesaing, kacang itu perlu dilindungi.

Maol : Soal ekspor ke mana saja?

Sudhamek : Kami ekspor ke banyak negara sekalipun dari sisi nilai belum sesuai yang diharapkan. Tetapi, kalau kita mau masuk dalam pemain internasional, proses evolusinya melalui beberapa tahapan. Ekspor dulu, kemudian mulai waralaba (franchise), kemudian usaha patungan, dan investasi langsung. Kalau sudah di banyak negara, menjadi perusahaan multinasional. Kami menggunakan kerangka ini. Ada yang mulai kami ekspor dan waralaba, seperti China. Namun, di beberapa negara lainnya mulai dengan usaha patungan atau investasi langsung.

Maol : Mengapa di China?

Sudhamek : Perusahaan kami baru saja muncul sehingga agak terlambat ke China. Pasar di sana sudah penuh dengan pesaing (ketat), tetapi ada peluang. Ada sekitar 790 juta penduduk di pedesaan dan kini sedang digarap ekonominya. Mereka juga belum loyal pada produk tertentu. Jadi, peluangnya besar, apalagi 790 juta orang ini tiga kali dari jumlah penduduk kita. Kami mengakuisisi sebuah perusahaan lokal yang sudah punya jaringan distribusi. Merek kami kacang Garuda tetap dipakai di sana tentunya dengan penampilan setempat. Ini kan kebanggaan perusahaan, jadi tetap kami tonjolkan pada produk-produk kami di sana. Namun, merek lainnya juga dikembangkan sesuai riset pasar mana yang pas tentunya dengan logo kacang Garuda tetap ada.

Soal penerus?

Sudhamek : Kini pendekatan kami manajemen modern berdasarkan kompetensi. Kalau anak stakeholder baik, kompeten, dan bisa bekerja keras, mengapa tidak. Daripada dia bekerja pada perusahaan lain. Tetapi, tetap kompetensi. Yang profesional juga harus kompetensi. Pokoknya yang terbaik yang akan dipilih. Saya sekarang juga sudah tidak terlalu terlibat. Saya lebih menanamkan nilai. Makanya, saya lebih banyak di perusahaan induk, Tudung Grup.

Kendati sudah berada di puncak sukses, Sudhamek Agoeng Waspodo Sunjoto tidak pernah berhenti bermimpi. Dan, walaupun terbang tinggi bersama mimpi, tak membuat Sudhamek lupa diri.

Dia selalu menegaskan bahwa sukses bisnis yang dikembangkan selama ini tak lepas dari fondasi kuat yang dibangun ayahnya, Darmo Putro. "Ayahlah yang menciptakan api, kemudian saya dan saudara-saudara datang membawa bahan bakar," ujar Sudhamek yang saat ini memimpin kelompok usaha Tudung Group dengan bisnis utamanya adalah food and beverage.

Nyala api bisnis itu semakin besar. Sudhamek tidak lagi hanya identik dengan Kacang Garuda. Bisnisnya kian membesar. Cara-cara dia membesarkan bisnis menjejakkan pengalaman yang sangat berharga.

Misalnya dalam rangka ekspansi ini, Sudhamek berprinsip untuk tidak buru-buru dengan menjemput utang. "Kami akan memulainya dengan mengembangkan bisnis, pada tahap berikutnya baru mengundang strategic partner," tegasnya.

Dia mewanti-wanti untuk tidak membalik proses ini karena akan membahayakan kinerja perusahaan. Demikian juga, lanjut dia, jangan meminta tolong pada financial investor karena mereka hanya membawa uang.

Investor finansial, jelasnya, biasanya dengan mudah mengatakan tidak ikut campur, tapi mereka biasanya dengan enteng menikung di perjalanan. "Kalau begini kami hanya jadi sapi perah mereka. Padahal yang kita butuhkan adalah partnership, ada kebersamaan. Masalah operasi kita pecahkan sama-sama."

Tahun ini aset Tudung Group dengan 21.000 karyawan itu tercatat baru sebesar Rp4 triliun. Mungkin belum terlalu besar dari sisi konglomerasi. Tetapi apa yang dicapai itu adalah realisasi dari mimpinya untuk memulai bisnis sendiri setelah 13 tahun bekerja sebagai profesional di Gudang Garam Group.

Ketika bekerja Sudhamek sudah bermimpi untuk mengembangkan usaha sendiri guna mengembangkan daerahnya yang memiliki potensi garam dan kacang. Akhirnya dia harus memilih dari-antara duanya. Pilihan akhirnya jatuh pada kacang.

Di antara 11 bersaudara, Sudhamek bersama tujuh saudaranya bekerja di perusahaan lain. Konon itu yang disesali ayah mereka. Namun, kemudian temyata Sudhamek berubah setelah pada 1983-1986 sering bermenung di pinggir Kali Brantas.

Kenapa di dalam keluarga Sudhamek yang dipilih? Menurut dia, saat itu perusahaan keluarga sedang mencari orang untuk melakukan audit dan distribusi. Ada seorang yang bernama Budi Santoso yang mengusulkan nama Sudhamek kepada saudara-saudara tuanya, khususnya saudara tertua mereka, Pak Projo.

Pertimbangannya, Sudhamek sukses di Gudang Garam dan beberapa kali kisah suskesnya dicatat media masa. Tentu saja usulan itu disetujui dan pada 1993 Sudhamek dilamar. Padahal, sebelumnya keluarga mengira Sudhamek akan menolak tawaran itu.

Kendati bersedia, Sudhamek tetap mengajukan persyaratan. Syaratnya adalah dia hanya bisa memimpin sebagai atasan dan bawahan bukan sebagai adik dan kakak. Pada 1993, Sudhamek masih sekadar membantu dan mulai bekerja penuh di perusahaan keluargasejak 1994.

Benahi distribusi

Tentu saja Sudhamek tidak menyia-nyiakan kepercayaan keluarga. Fokus utamanya adalah bagaimana membenahi distribusi. Itu saja yang pertama-tama dibuatnya.

Menurut dia, yang penting adalah bagaimana bisa menjual dengan cara yang unik dan yang tidak dilakukan orang lain. Prinsip itu dipegangnya dengan penuh kesabaran selama 19 tahun. Pokoknya, demikian Sudhamek, konsumen harus direbut.

Untuk mencapai itu, dia membangun distribution selling point sebanyak-banyaknya hingga 115 titik.

Seiring dengan pengembangan distribusi yang kuat, Sudhamek menggagas diversifikasi produk. Misalnya pada Desember 1997 kelompok usaha ini masuk ke bisnis biskuit. Menyusul tahun berikutnya Garuda Food memulai jelly sebagai snak.

Dalam perjalanan, Sudhamek mengaku pernah gagal ketika merilis instant rice pada 1994. Sebagai produk, ujarnya, barang itu bagus. Nasi goreng siap saji ini matang dalam waku 8 menit dan tidak rusak. Gagal bukan karena produknya, tetapi karena persepsi pasarnya (market insight) yang tidak tepat.

"Ya beginilah, orang Indonesia menganggap nasi itu harus ada lauk, sedangkan di produk ini kami tidak menyiapkan lauknya."

Namun, kegagalan ini membuat dia semakin matang. Itu sebabnya dia berani bermimpi bahwa dalam 5 tahun ke depan, kelompok usaha ini akan menjadi nomor dua setelah Indofood dengan aset sebesar Rp20 triliun.

Untuk mencapai itu, fondasi bisnis harus semakin diperkuat. Itulah yang mulai dilakukan secara serius pada 2010 ini, yaitu pengembangan distribusi, pembangunan gudang secara besar-besaran, pusat distribusi regional, jaringan suplai serta pembenahan sistem.

Tentang sistem, Sudhamek mengakui bahwa hal itu sangat bergantung pada pembentukan kultur dan nilai.

Sudhamek yakin betul bahwa nilai-nilai itu merupakan aset utama perusahaan untuk bertumbuh dan beradaptasi terhadap perubahan."Mungkin saya ini terlalu idealis ya," demikian dia mengakhiri uraian tentang masa depan bisnisnya. Sudhamek sepertinya sadar kalau dia sedang merancang bisnis di langit yang suci.
11.38 | 1 Komentar | Read More
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...