Home | Makassar Online | Sinetron | Download | Artis | +18

Galery

Label

Foto (367) Pacarita (258) News (245) ANEH dan UNIK (188) Gosipmania (185) celebrity (169) Hot (137) Misteri (109) inspirasi (87) Foto(+18) (77) Dewasa (76) Tekno (53) tips dan Trik (52) Wisata (46) Tokoh (40) Profil Artis (38) Movie (26) Kisah Nyata (24) Makassar Terkini (24) Mop (19) Edukasi (18) Kuliner (18) Acara TV (17) Asal Usul (17) Film Korea (16) sinopsis (16) Download (15) Drama (14) Sport (14) Video (13) Bisnis (12) Biografi (11) Sinetron (10) film indo (10) music (8) Sea Games (7) film barat (7) Komik (5) Novel (5) Lowongan Kerja (4) kontes (4) Bank (3) Ebook (3) Games (3) Hotel di Makassar (3) Kelong (3) Kost di makassar (3) Mall (3) Mop Papua (3) Ngetrend (3) Humor (2) Kampus (2) Software (2) Stand#Up#Komedi (2) Film India (1) Gadged (1) Lagu Tradisional (1) On The Spot (1) kuiz (1) visit 2011 (1)

Sabtu, 18 Februari 2012

Masak Ikan Tanpa Amis, Cuci dengan Sabun

Sabtu, 18 Februari 2012
0 comments

IKAN memiliki bau amis yang khas. Prinsipnya, semakin cepat ikan dimasak atau dibekukan setelah Anda beli, maka ikan akan semakin sedikit mengeluarkan bau.

Penjual ikan kerap memakai garam dan es untuk mencegah ikan mudah busuk akibat terlalu lama terpapar udara. Untuk Anda, ada beberapa cara supaya ikan tidak mudah bau sampai Anda siap mengolahnya, seperti dilansir Ehow.

Cuci ikan dengan sabun dan air

Menggunakan sabun antibakteri adalah cara terbaik untuk melindungi ikan dari bakteri yang menjadikannya mudah membusuk. Jika Anda tidak memiliki jenis sabun ini, Anda bisa menambahkannya dengan sedikit alkohol atau hydrogen peroxide pada sabun biasa untuk meningkatkan kualitas dan manfaat antibakteri.

Rendam dengan cuka

Selain menggunakan sabun, Anda bisa merendam ikan ke dalam cuka putih selama 30 menit. Cara ini tidak hanya mengurangi bau. Sebab, cuka juga berfungsi menjaga ikan dari bau amis yang  menyengat saat proses persiapan. Selain itu, membantu menghilangkan bau amis dari tangan dan alat makan.

Gunakan jeruk lemon

Anda juga bisa menggunakan jeruk lemon untuk menggantikan cuka. Caranya cukup mudah, rendam ikan dengan air perasan jeruk lemon. Cara ini juga menurunkan kadar asin ikan, lalu masak. Untuk memberikan rasa lebih segar pada olahan ikan, berikan pula air perasan jeruk lemon saat ikan dimasak.

read more

Lika-liku Donna Agnesia Punya Restoran

0 comments

SEJAK tiga tahun lalu, presenter Donna Agnesia bermimpi punya sebuah restoran. Kini, ia berhasil mewujudkan mimpinya pada Terminale.

Menurut istri Darius Sinathrya ini, keinginan ingin memiliki restoran sudah ada sejak duduk di bangku kuliah. Mimpi awalnya sederhana saja, bila bukan restoran, warung makan pun tak apa. Kebetulan, ia dulu punya sahabat di Bandung yang jago sekali masak dan mungkin bisa diajak kerja sama.

Mimpi yang sempat terkubur kini nyata setelah Donna dan sahabatnya masing-masing mempunyai tiga anak.

"Puji Tuhan, impian aku bisa terwujud dengan punya restoran meskipun masih gabung sama yang lainnya," ucap Donna Agnesia kepada okezone saat ditemui di Restoran Terminale, Mal Kelapa Gading 3, Jakarta Utara, baru-baru ini.

Restoran Terminale merupakan usaha bersama Donna dan beberapa teman termasuk pesinetron Revalina S. Temat. Donna menjalani bisnis kuliner ini bersama delapan teman lainnya.

"Ramai-ramai mengerjakannya, jadi investasinya lumayan lah, enggak terlalu berat, sesuai dengan persentase masing-masing," ujarnya.

Kerja keras serta kegigihan mendirikan sebuah restoran teruji saat Donna dan teman-teman mencari tempat usaha. Beruntung, Donna berhasil mendapatkan tempat di Mal Kelapa Gading (MKG) 3, Jakarta Utara.

"Pas meeting, jujur aku sudah pasrah karena enggak juga dapat tempat. Lama banget kita cari tempat, sampai tiga tahun, mulai dari Pacific Place sampai ke daerah Kota , cuma rejekinya disinilah," katanya.

read more

Jumat, 17 Februari 2012

Enak Trik Belanja Hemat di Swalayan

Jumat, 17 Februari 2012
0 comments
SERING kali, belanja di swalayan bukannya menyenangkan malah memusingkan lantaran urusan uang. Kini, Anda punya kiat untuk berhemat saat membeli kebutuhan rumah di swalayan.

Tanpa trik belanja cerdas, kita kadang menghabiskan uang dengan membeli barang-barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan. Saat barang tersebut tidak menjadi kepentingan utama, Anda akan terjebak pada kata “boros”.



Untuk mencegahnya, ikuti kiat berhemat saat belanja di swalayan, seperti dilansir Shine :

Susun daftar belanja dengan baik

Sebelum pergi, buatlah daftar barang-barang yang akan menjadi kebutuhan utama. Jangan lupa bawa alat tulis ke tempat belanja, fungsinya untuk menandakan keperluan yang telah dibeli.

Periksa antrian

Saat belanja, perhatikan kasir mana yang sedang kosong atau antriannya tidak terlalu penuh. Antrian yang penuh akan menggoda Anda untuk keluar dari antrian lalu membeli lagi barang-barang yang sebenarnya tidak Anda butuhkan.

Perhatikan waktu belanja

Saat ingin pergi belanja, jangan lupa perhatikan waktu. Meskipun sepele, tapi ini sangat penting, karena bila Anda keluar pada jam-jam sibuk, otomatis Anda akan mengeluarkan biaya tambahan. Belum lagi jika Anda terjebak di antrian, jadi hindari hal-hal yang tidak memungkinkan di luar pemikiran Anda.

Lihat label harga

Cara ini mungkin tergolong pelit, tetapi sangat menguntungkan. Saat belanja, jangan lupa memerhatikan harga pada label yang dicantumkan. Pilih barang yang murah tetapi jangan lupa melihat gizi dan nutrisi yang ada pada labelnya.

Makan sebelum belanja

Kebanyakan orang menganggap persoalan ini sangat sepele. Sebelum pergi, Anda harus mengonsumsi makanan dari rumah. Apalagi, tidak mungkin Anda cukup menghabiskan waktu dua jam untuk belanja yang pasti membuat lapar.

read more

Kamis, 16 Februari 2012

Ice Breaking, Cara Dosen PDKT ke Mahasiswa

Kamis, 16 Februari 2012
0 comments

Partisipasi mahasiswa di dalam perkuliahan dinilai sangat penting. Salah satu metode yang dapat dilakukan dosen untuk merangsang partisipasi mahasiswa di dalam kelas adalah ice breaking.

Untuk itu, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengadakan Training of Trainers “Metode Pelatihan Partisipatif dan Ice Breaking Pengembangan Diri Mahasiswa dan Promosi” bagi dosen dan Karyawan. Dosen sekaligus trainer UMY, Muhammad Samsudin didapuk sebagai pembicara dalam acara tersebut.

Samsudin menjelaskan, Ice Breaking adalah metode mencairkan suasana yang tegang menjadi segar dan rileks. Metode ini dilakukan untuk menciptakan suasana setara antara pemberi materi dan peserta di dalam sebuah pelatihan atau di dalam kelas.

“Ada waktu-waktu di mana suasana tidak begitu cair antara dosen dan mahasiswa, maka cara yang paling mudah adalah dengan mencairkan suasana sehingga mudah para dosen dapat meminta mahasiswa untuk berpartisipasi lebih aktif. Ini karena sudah tercipta kondisi yang setara," kata Samsudin seperti dikutip dari laman UMY.

Menurut Samsudin, ice breaking dapat dilakukan dengan berbagai bentuk. Di antaranya cerita, yel-yel, teka-teki, gerak badan, dan permainan lain. Dengan adanya bentuk-bentuk ini, diharapkan akan ada respons dari peserta belajar.

“Suasana akan menjadi lebih cair. Metode-metode itu menghilangkan sekat psikologis di antara dosen dan mahasiswa. Dengan begitu, para peserta akan lebih aktif dan fokus pada pembahasan yang sedang berjalan,” ujarnya.

Sementara menurut Kepala Biro Kemahasiswaan, Alumni dan Pengembangan Karir (BKAPK) UMY M Haris Aulawi, pada dasarnya, pelatihan ini diberikan untuk meningkatkan kualitas perkuliahan di UMY. “Selain memberi kemudahan bagi dosen untuk menerapkan sistem komunikasi dua arah, partisipasi mahasiswa akan meningkatkan kemampuan berbicara mereka sendiri di depan umum,” tuturnya

read more

Rabu, 15 Februari 2012

Istana Wong Sintinx ala Ki Joko Bodo

Rabu, 15 Februari 2012
0 comments

Hunian milik paranormal Ki Joko Bodo memang berbeda. Hunian yang bertajuk ”Istana Wong Sintinx” ini berdiri megah. Bagaimana desainnya?

Ganjil memang, Ki Joko Bodo memberi judul yang terpampang secara mencolok di dinding depan rumahnya yang berada di bilangan Lubang Buaya, Jakarta Timur. Dengan tajuk ”Istana Wong Sintinx” (Istana Orang Gila). Sengaja menggunakan huruf ”x”, bukan ”g”, judul rumahnya itu terlihat lebih ”sinting”.


”Istana Wong Sintinx bermakna sebagai orang yang paling penting dalam berkarya. Dalam artian, karena banyak orang-orang sinting datang ke sini yang punya problem,” kata pria yang mengaku reinkarnasi dari Ki Joko Bodo—yang meninggal ratusan tahun lalu—ini mengawali pembicaraan.  Sehari-hari, Ki Joko Bodo lebih dikenal sebagai paranormal.

Tak banyak yang tahu bahwa dia juga arsitek autodidak. ”Saya sendiri yang merancang rumah ini. Saya ingin menjadikannya sebagai monumen Ki Joko Bodo seperti Candi Borobudur atau Prambanan,” papar pria berambut acak-acakan itu. Begitu memasuki halaman rumah, kita akan segera disambut oleh dinding depan yang berpahat relief mirip candi-candi. Relief itu bercerita tentang peristiwa-peristiwa penting dalam perjalanan hidup Ki Joko Bodo.

Mulai dari masa kecilnya, peristiwa-peristiwa penculikan kakaknya, kemudian keinginan Ki Joko Bodo yang ingin menjadi bintang film, proses bertapa yang dilakukan sampai seluruh Nusantara hingga menjadi Ki Joko Bodo yang dikenal sekarang.

Menurut pengakuannya, puri ini dia bangun sedikit demi sedikit selama tiga tahun, sesuai dengan dana yang dimilikinya. Sekarang pun rumah itu masih terus mengalami penyempurnaan. Utamanya bagian relief karena fragmen akan terus bertambah seiring dengan perjalanan hidupnya.

Dari samping kanan, istana ini menyiratkan rumah berarsitektur tradisional Bali. Dengan permainan batu alam dan material alam lainnya, tampilan arsitektur Bali melengkapi fasad depan. Tampak kehadiran gazebo Bali atau yang akrab dikenal dengan nama Bale Bengong lengkap dengan ukiran-ukiran yang banyak dan menggunakan warna dengan pahatan yang khas. Dari samping kiri, rumah yang dibangun di atas tanah seluas 2.000 meter persegi ini tampak lebih unik lagi. Atapnya berbentuk limas bersusun, mengingatkan kita pada bentuk atap Masjid Demak, tetapi bodi bangunan lebih mirip candi-candi di Jawa.

Desain unik ini semakin lengkap melalui kehadiran simbol burung hantu dan ular naga di bagian teratas. Ini diyakini pria yang lahir di Singaraja, 45 tahun silam itu, sebagai perlambang kekuasaan yang ada di dalam negeri ini. Sementara untuk alasan pemilihan bangun limas bersusun empat diyakini oleh suami dari Dalimah ini sebagai filosofi kiblat papat, sedulur pancer yang menggambarkan proses hidup manusia yang berasal dari tanah, lalu kembali ke tanah lagi. ”Di bagian teratas dari atap hunian ini ada simbol burung hantu yang di bawahnya ada ular.

Maksudnya selama ini kekuasaan itu punya kebebasan mencaplok sana-sini. “Sama seperti kekuasaan di negeri ini,” sebutny. Menapaki area lain huniannya, tampak di bagian kanan terdapat ”Taman Sesaji” tempat untuk menyiapkan sesajen. Area ini juga biasa berfungsi sebagai ruang tunggu para tamu. Jalan masuknya berupa gerbang yang tersusun dari batu-batu karang.

Di sekelilingnya bertebaran gua-gua yang gemerlap dengan efek cahaya lampu warna-warni. Masuk ke dalam Taman Sesaji, kita serasa berada di relung gua. Di dalamnya terdapat 12 kursi dan dua meja. Semuanya terbuat dari akar-akar pohon yang bentuknya tak beraturan. Namun, justru dari ketidakteraturan itulah keindahan dimulai. Di bagian kiri rumah terdapat Teater Ritual. Bentuknya mengingatkan kita pada panggung teater zaman Yunani kuno: sebuah panggung di tengah yang dikelilingi undak-undakan sebagai tempat duduk. Sesuai dengan namanya, tempat itu memang sering dipakai untuk acara-acara ritual.

Di dalam area ini juga pemilik nama asli Agung Yulianto itu biasa menyelenggarakan acara sembelih kurban, doa minta hujan, dan doa tolak banjir. Banyak unsur budaya berperan di sini. Relief dinding digarap oleh para perajin ukir dari Muntilan. Patung-patung yang bertebaran di sekeliling rumah dipahat oleh para pematung Bali. Ukiran kayunya dikerjakan oleh para pemahat dari Jepara. Komponen bebatuannya didatangkan dari Gunung Merapi. Bagian-bagian yang terbuat dari logam digarap oleh para perajin besi dari Boyolali. Tak hanya banyak unsur budaya, juga banyak simbol keagamaan bertemu di sini.

Selain tulisan Arab, corak mesjid, dan salib, di sekeliling rumah juga penuh dengan arca dan stupa. Meski milik orang ”gila”, rumah ini bisa dijadikan cermin bagi orang waras. Tepat di gerbang Teater Ritual, ada prasasti bertuliskan: ”Berdoalah! Sebab ...kita hina dan kecil di hadapan-Nya”. Di gerbang Taman Sesaji, lain lagi petuahnya: ”Mencari dunia, lalu mencari Tuhan. Itu jalan terbaik untuk kembali kepada-Nya.”

Sumber : okezone.com

read more
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Kotak Sponsor

Kicauanku

Sponsorku