Foto dan Profil Putri Titian Yang makin cantik

Written By Unknown on Jumat, 09 Desember 2011 | 10.28

Putri Titian, atau biasa dipanggil Tian ini mempunyai nama lengkap Putri Titian Asih. Tian lahir pada tanggal 7 April 1991, ia merupakan siswi SMA Negeri 4 Gambir Jakarta Pusat.



Untuk Biodata dan Profil Putri Titian Simak di bawah ini:

Putri Titian Asih
Nama lahir : Putri Titian Asih
Lahir : 7 April 1991 (umur 19)
Tempat tinggal : Jakarta
Pekerjaan : aktris
Tahun aktif : 2008 – sekarang
Situs resmi : www.putri-titian.com

Putri Titian Asih, biasa dipanggil Tian atau Putri Titian (lahir di Palembang, 7 April 1991; umur 19 tahun) adalah pemeran sinetron Indonesia Ia juga seorang Pelawak. dan Nama Tian melejit melalui mini seri Jungkir Balik Dunia Sissy. Selain itu, Tian juga bermain dalam FTV Ajari Aku Cinta bersama Gita Gutawa. Pada tahun 2005, Tian tercatat sebagai siswi dari SMA Negeri 4 Jakarta Gambir Jakarta Pusat.

Sinetro yang pernah dibintangi Putri Titian :

Sinetron Sissy Ajah!
Sinetron Gara-Gara Cinta
Sinetron Lia (sinetron)
Sinetron Mr. Olga

FTV yang pernah dibintangi Putri Titian :

FTV Marawis di Hati Tasya
FTV Jomblo So What Gitu Loh
FTV Cintaku Bersemi Di Angkot
FTV Mencari Tari
FTV Segombal Rayumu Sedalam Cintaku
FTV Grogi Ketemu Ortu Pacar
FTV Piala Oscar
FTV Cinta Buat Nyak
FTV Pacarku Banyak Aturan
FTV Mama Baru Buat Papa
FTV Dunia Sissy Jungkir Balik Lagi (Sekuel dari Mini Seri Jungkir Balik Dunia Sissy)
FTV My First Kiss
FTV Poppy & Bobby
FTV Di Balik Jendela Astrid
FTV Ratu Kampus
FTV Pangeran Kodok Lala
FTV Rei Bukan Boneka Barbie
FTV Miss Bersin
FTV Rere Tomboy
FTV Test Cinta ala Lila

Biodata Putri Titian Asih ini sengaja saya angkat sebagai postingan saya kali ini agar bagi fans baru yang mencarinya tidak kebingungan, dan untuk Twitter Putri Titian dan Facebook Putri Titian silahkan cari sendiri ya. Dan untuk lebih tau tentang Putri Titian sialahkan kunjugi situs resminya saja ya.








10.28 | 1 Komentar | Read More

Misteri 3 Kerajaan Terkubur Letusan Tambora

Kala itu, 5 April 1815, Gunung Tambora di Sumbawa mulai gelisah, "batuk-batuk" dan bergemuruh. Kondisi ini terus terjadi, klimaksnya, pada 11 dan 12 April, ia meletus. Bumi bagai terguncang, letusannya terdengar lebih dari 2.000 kilometer, debu berhamburan ke angkasa -- langit pun gelap gulita hingga berhari-hari lamanya.

Itu adalah letusan paling dahsyat yang pernah tercatat dalam sejarah.

Bayangkan, lelehan lava panas, batu yang berterbangan, dan gas mematikan yang ke luar dari perut Tambora, merenggut puluhan ribu orang di sekitarnya.

Efeknya bahkan dirasakan di belahan dunia lain -- Eropa dan Amerika Utara mengalami musim dingin yang panjang. Salju turun di tengah musim dingin di Australia dan Afrika Selatan. Tahun berlalu tanpa musim panas, "The year without summer" -- ketika suhu sangat dingin, manusia dan hewan membeku, panen gagal, dan orang-orang ketakutan, mengira saat itu kiamat akan segera tiba.

April 2015 mendatang, akan diperingati dua abad letusan Tambora. Salah satu yang akan ditunjukkan pada dunia adalah situs-situs yang ditemukan di sekitar gunung: sisa-sisa peradaban kuno dan kerangka dua orang dewasa yang terkubur abu Tambora di kedalaman 3 meter. Diduga, itu adalah sisa-sisa Kerajaan Tambora yang tragisnya 'diawetkan' oleh dampak letusan dahsyat itu.

Temuan itulah yang kemudian membuat Tambora mendapat julukan, "Pompeii di Timur." Pompeii adalah nama kota Romawi di dekat Naples, Italia yang disapu oleh letusan dahsyat Gunung Vesuvius. Kota tersebut terkubur di bawah timbunan abu raksasa dan lenyap selama 1.600 tahun sebelum ditemukan kembali secara tidak sengaja.

Tiga kerajaan terkubur

Sebelum amuk Tambora, ada tiga kerajaan yang berkuasa di sekitarnya: Tambora, Pekat dan Sanggar. Hingga kini, penelitian belum bisa memastikan di mana persisnya lokasi tiga kerajaan yang tertimbun abu, debu serta lahar Tambora.

Peneliti Balai Arkeologi Denpasar, Made Grie mengatakan, salah satu alasannya, hingga saat ini temuan benda bersejarah di Gunung Tambora masih sedikit. Meski, tim peneliti Arkeologi Denpasar baru-baru ini menemukan rangka rumah tradisional yang terbuat dari kayu. Rumah tersebut terdiri dari atap yang terbuat dari alang-alang serta beberapa perabotan rumah yang sudah porak-poranda.

"Belum ada temuan baru di sekitar Tambora, hanya saja baru-baru ini kami menemukan rangka rumah tradisional layaknya rumah adat warga Bima,"kata Made Grie kepada VIVAnews.com yang menghubunginya dari Mataram.

Rumah tersebut, lanjut Made Grie layaknya rumah panggung yang kemungkinan bagian dari pemukiman masyarakat Kerajaan Tambora. Meski begitu, Grie belum dapat memastikan di mana letak sebenarnya istana Tambora tersebut. Dia menduga keberadaan istana tersebut berada di sekitar perkebunan kopi di Kecamatan Tambora.

Selain rumah itu, tim juga menemukan sejumlah benda bersejarah lainnya seperti keris, pecahan keramik, alat tenun, tali kuda, dan perhiasan. Menurutnya, jumlah temuan tim arkeolog Denpasar itu berkisar antara 10 item lebih. Kini hasil temuan itu disimpan di Balai Arkeologi Denpasar untuk diteliti.

Temuan-temuan itu, lanjut Made Grie mengindikasikan keberadaan dua kerajaan yakni Pekat dan Tambora. Sementara untuk kerajaan Sanggar masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.

Made Grie menjelaskan, keberadaan dua kerajaan -- Tambora dan Pekat secara geografis memungkinkan berada di perkebunan kopi. Pasalnya letak perkebunan kopi yang cukup luas dan menghadap ke Pelabuhan Kenanga. "Tapi itu membutuhkan penelitian dan kami pelajari lebih lanjut. Saya punya anggapan indikasi letak kesultanan Tambora berada di lokasi tanah lapang di perkebunan kopi,"ujarnya.

Tidak hanya itu, indikasi lain yang perlu dipelajari, kata Made Grie, adalah keberadaan penjajah Belanda yang pernah berkuasa, memungkinkan jika pondasi istana kerajaan itu sudah diperbaharui. Artinya bisa jadi Belanda membuat pondasi baru diatas pondasi kerajaan tersebut, sehingga membutuhkan ketelitian untuk mengetahui apakah sisa-sisa istana Tambora masih ada.

Prediksi itu, menurut Made akan ditindak lanjuti terlebih pernah ditemukannya kerangka manusia. Hingga saat ini Balai Arkeologi Denpasar belum membuat peta secara keseluruhan terkait keberadaan kesultanan Tambora dan Pekat itu.

Dia yakin, keberadaan kesulatanan Tambora merupakan kawasan pusat perekonomian. Tempat itu diprediksi sebagai daerah suplai komoditi dan ekspor-import di Bima. Maka itu, dibutuhkan waktu lama dan tentunya tenaga untuk mengungkap misteri kerajaan Tambora dan Pekat yang terkubur akibat letusan Gunung Tambora. (ren)

Laporan: Edy Gustan | Mataram
10.18 | 0 Komentar | Read More

Briptu Norman Kamaru di Pecat dari Kepolisian

Norman Kamaru
Briptu Norman Kamaru akhirnya diberhentikan dengan tidak hormat sebagai anggota Kepolisian Negara RI. Keputusan ini sesuai dengan hasil sidang kode etik di Polda Gorontalo.

"Norman diberhentikan dengan tidak hormat sebagai anggota Polri karena tidak masuk kantor selama dua bulan," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Polri, Irjen Pol Saud Usman Nasution di Jakarta.

KRONOLOGIS PERJALANAN NORMAN KAMARU

Norman mengajukan permohonan mengundurkan diri sebagai anggota Polri, tapi harus melalui proses terlebih dahulu. Selama menjalani proses tersebut harus masuk kantor, tapi dia tidak masuk kantor, ujarnya.

"Permohonan berhenti harus melalui proses, sehingga proses belum selesai dia sudah tidak masuk kantor selama dua bulan," kata Saud.

Norman adalah anggota dari Brimob Polda Gorontalo yang melakukan lipsync dan bergaya bak artis India dalam lagu Chaiyya Chaiyya saat melakukan tugas jaga.

Gayanya tersebut kemudian diunggah di youtube dan dilihat oleh banyak pengguna internet sehingga membuat Norman Kamaru mendadak menjadi terkenal.

NORMAN: SAYA TERIMA DENGAN SENANG HATI!

Berita Pemecatan Norman Kamaru Mendunia

Mirip dengan kehebohannya saat video berjudul "Polisi Gorontalo Menggila" meledak di situs YouTube, pemecatan tidak hormat Norman menjadi pemberitaan dunia.

Situs berita Amerika Serikat, Washington Post pada Rabu 7 Desember 2011 memuat berita berjudul "Bosses react to Indonesian cop’s lip-synch career, going from protest to praise _ to pink slip" -- yang menyoroti sikap Polri terhadap Norman Kamaru.

Awalnya, disebut Polri marah terkait fenomena polisi muda yang sosoknya meledak gara-gara video kocaknya di YouTube, lalu berubah sikap dan membuatnya sebagai kampanye untuk melembutkan citra polisi yang sangar. "Lantas, karena lebih mengutamakan ketenarannya sebagai bintang, Norman pun dipecat." Berita senada juga dimuat situs berita, The Seattle Times dan CBS News.

Dari Amerika Serikat, berita soal pemecatan Norman juga dimuat dalam situs berita Inggris, The Guardian, yang juga mencantumkan video lipsync "Chaiyya Chaiyya" dalam artikelnya. Berita senada juga dimuat situs berita Kanada, CTV News dan situs berita Selandia Baru, 3 News.

Sejumlah situs Asia juga ikut memberitakan soal Norman. Di antaranya, situs Taiwan, Taiwan News, dari Filipina -- MSN Philippines News.

Versi polisi, seperti diungkapkan Kabid Humas Polda Gorontalo, AKBP Limas Dunggio, Norman sudah tidak lagi menjadi anggota polisi dan Brimob Polda Gorontalo. "Karena melanggar pasal 14 ayat 1a Peraturan Pemerintah Nomor 1 tahun 2003, tidak masuk kerja selama 30 hari berturut turut, atau desersi," kata Limas.

Menurut Limas, Norman sekarang sudah lupa diri. Dia menganggap enteng institusi Polri. "Dia tahu jika hari ini akan digelar sidang kode etik untuk dirinya, tapi yang hadir malah kedua orang tuanya," ujarnya.

Norman, masih kata Limas, terlihat lebih senang disebut sebagai artis ketimbang anggota Polri. Boleh jadi, itu karena dia ingin memilih profesi yang memberi pendapatan yang lebih baik ketimbang menjadi polisi, yang gajinya dianggap tidak mencukupi. "Norman memilih sendiri pilihannya. Dia bukan hanya 30 hari tidak masuk kantor, malahan 80 hari," ujar Limas.

Sementara itu, ibu Norman, Halimah, mengaku menyesalkan keputusan sidang etik. Padahal,"Kami sudah masukkan surat pemberhentian dengan hormat, tapi keputusan sidang itu berbeda," ungkap dia saat dihubungi VIVAnews.com, Rabu 7 Desember 2011.

Sebelum sidang etik digelar dan berakhir dengan pemecatan, Norman memang sudah berniat mundur atau pensiun dini. Di Polda Gorontalo, permintaannya itu ditolak. Ia dan orang tuanya lantas mengajukan surat permohonan ke Mabes Polri.
10.14 | 0 Komentar | Read More

Unik Kamera DSLR Dilarang di Tempat Wisata kota London

Salah satu tempat tujuan wisata di London menerapkan peraturan mengenai penggunaan kamera di sana. Sayang, peraturan ini dinilai absurd.

"Due to their combination of high-quality sensor and high resolution, digital SLR cameras are unfortunately not permitted inside the station" demikian bunyi peraturan tersebut yang berada di tube station di kota London bernama Aldwych.

Hal ini berarti, penggunaan kamera DSLR dilarang dipakai di stasiun tersebut dikarenakan ia memiliki sensor dan resolusi tinggi. Arti lain yang tersirat ialah, kamera yang non DSLR, alias kamera ponsel maupun compact, boleh dipakai di sini.

Kenapa hal tersebut dinilai absurd? Karena sebenarnya kamera non DSLR pun bisa menghasilkan kualitas foto yang tidak kalah dengan foto yang dihasilkan kamera DSLR, contohnya adalah kamera bersistem Micro Four Thirds. Akhirnya, alasan dari pihak stasiun tersebut disebut-sebut dinilai tidak efektif.

Tube station yang sebelumnya bernama Strand ini sendiri adalah tempat wisata bersejarah yang sudah tidak dipakai selama beberapa dekade. Ia hanya digunakan untuk shooting film dan pertunjukan sebelum akhirnya dibuka bagi publik.

Meski absurd, peraturan tersebut masih bisa diterima disebabkan banyak situs-situs bersejarah lain yang juga menerapkan peraturan-peraturan khusus. Peraturan ini misalnya adalah pelarangan penggunaan flash atau ijin yang harus dimiliki oleh fotografer profesional yang ingin membidik obyek di sana.
10.05 | 0 Komentar | Read More
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...