Tampilkan postingan dengan label Kriminal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kriminal. Tampilkan semua postingan

Kronologi Penyerangan Geng Motor Berambut Cepak

Written By Unknown on Minggu, 15 April 2012 | 10.07


Belum genap sepekan pengeroyokan berantai terjadi di Jakarta, dinihari kemarin kasus serupa berulang. Lokasinya juga di sekitar kasus-kasus terdahulu, seputar Jakarta Pusat dan Jakarta Utara.

Berkisar pukul 01.30 kemarin, sekitar 200 orang berkonvoi naik sepeda motor melintas di Jalan R.E. Martadinata, Tanjung Priok, Jakarta Utara. "Mereka melempari kantor Polsek Tanjung Priok," kata juru bicara Kepolisian Daerah Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, Jumat, 13 April 2012.

Inilah kronologi serangan geng motor:

31 Maret 2012
Anggota TNI Angkatan Laut dikeroyok sekelompok pengendara motor di Jalan Benyamin Sueb, Pademangan, Jakarta Utara. Kelompok ini marah ketika ditegur oleh Arifin saat mereka menghalangi truk yang dikawal Arifin.

7 April 2012
Empat remaja yang membeli bensin di SPBU Sunter diserang dengan golok oleh sekelompok pria bersepeda motor. Seorang tewas dan sisanya luka-luka.

8 April 2012
Empat orang terluka setelah digeruduk geng motor di Jalan Benyamin Sueb, Pademangan.

13 April 2012


Pukul 01.30
Terjadi penyerangan mobil Toyota Rush di depan pintu gerbang PT DOK Bayu Bahari, Jalan Industri Pelabuhan, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Korban Zaenal Arifin dan Susanto.

Pukul 01.40
Geng motor ini melempari kantor Polsek Tanjung Priok. Polisi tak bereaksi.



Pukul 01.45
Geng motor berambut cepak ini menyerang orang di Pasar Warakas yang cuma berjarak 30 meter dari kantor Polsek Tanjung Priok. Mereka memukuli dan menusuk Nahrowi, 17 tahun, dan membuat lebam wajah Tohirman, 25 tahun.

Pukul 01.50
Di Jalan Warakas Raya, di depan sebuah toko bingkai, mereka menyerang Ramdani, 20 tahun. Kepala dan tangan Ramdani sobek.



Pukul 02.00
Geng motor dengan jaket hitam ini pergi ke Pos Volker, Jalan R.E. Martadinata, Tanjung Priok.

Pukul 02.30


Di depan minimarket 7-Eleven, Jalan Salemba Raya, geng motor membacok anak muda yang nongkrong, yakni Ade Kirmawan dan Robi. Mereka merusak tiga sepeda motor.

Pukul 03.00
Selama 45 menit menyerang anak-anak muda yang nongkrong di Jalan Pemuda. Pemilik warung disuruh masuk. Anggi Darmawan yang nongkrong tewas dipukuli. Hendi Hardiyanto ditusuk. Dua sepeda motor dibakar dan tiga sepeda motor dirusak. Anehnya, selama 45 menit itu tak ada polisi satu pun. Padahal kejadian cuma berjarak 300 meter dari kantor Polsek Matraman.

SERANGAN BALASAN:
Perlawanan terjadi di Jalan Pramuka. Gerombolan ini mendapat serangan balasan dari sejumlah orang yang berada di mobil Yaris putih. Tembakan disalakkan dan mengenai sejumlah anggota geng motor itu. Berdasarkan identifikasi Polda Metro Jaya, terdapat dua prajurit TNI yang terkena tembakan, yaitu anggota Lembaga Farmasi TNI Angkatan Laut, Kelasi Sugeng Riyadi, dan anggota Batalion Infanteri Lintas Udara 503 Komando Strategi TNI Angkatan Darat, Prada Akbar Fidi Aldian.

CIRI-CIRI ANGGOTA GENG MOTOR:
Berambut cepak, badan tegap, jaket hitam, dan memakai tanda pita kuning di lengan.

Geng Motor:
Mengendarai dua jenis merek motor. Jumlahnya sekitar 200 orang. Dikawal tiga mobil.

sumber
10.07 | 0 Komentar | Read More

Geng Motor Pita Kuning Mengamuk di Jakarta, Polisi Jangan Diam Saja


Geng motor berpita kuning mengamuk di Jakarta. 7 Lokasi jadi sasaran geng anarki ini, mulai dari Jakarta Utara hingga Jakarta Pusat. Bahkan seorang warga meninggal dunia dianiaya geng yang mengenakan pita kuning di lengan itu. Aksi brutal geng motor tak bisa dibiarkan.

"Rasa aman warga sudah sangat terusik. Kalau polisi tidak bisa menangkap pelaku dan tidak bisa menindak serta menghentikan kebrutalan geng motor tersebut, maka akan muncul kerawanan sosial. Akan muncul tindakan main hakim sendiri, tindakan balasan, dan seterusnya yang berujung pada keresahan sosial," jelas anggota Komisi III (Hukum) DPR Indra SH saat berbincang dengan detikcom, Jumat (13/4/2012).

Menurut politisi PKS ini, maraknya geng motor jelas membuat warga resah. Apalagi sampai menyerang warga yang tengah berdiri di jalan dan nongkrong di minimarket 7-Eleven.

"Polisi harus meningkatkan patroli, razia, dan mengoptimalkan operasi intelijen. Seharusnya polisi mampu menangkap dan menindak geng-geng motor tersebut. Karena memberikan rasa aman kepada warga adalah tanggung jawab Polri," tegas Indra.

Dia yakin kalau polisi serius, akan sangat mudah membekuk para pelaku. Polisi memiliki kemampuan membekuk teroris, jadi menangkap geng motor akan bisa cepat dilakukan.

"Para teroris saja mampu diungkap dan ditangkap, masak urusan geng motor nggak bisa," tegasnya.
10.04 | 0 Komentar | Read More
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...