Tampilkan postingan dengan label film indo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label film indo. Tampilkan semua postingan

SAMPAI UJUNG DUNIA

Written By Unknown on Minggu, 11 Maret 2012 | 11.41


Judul : SAMPAI UJUNG DUNIA
Jenis Film : Drama
Produser : Sumarsono, Garry Aditya
Produksi : NASIPUTIH PICTURES
Sutradara : Monty Tiwa

Gilang (Gading Marten), Daud (Dwi Sasono) dan Anissa (Renata Kusmanto) sudah bersahabat sejak kecil. Mereka bertiga datang dari latar belakang yang berbeda. Satu cinta-cita Anissa yang dijanjikan untuk dipenuhi oleh kedua 'kakak' nya adalah, ingin berkeliling dunia.

Waktu berlalu dan mereka beranjak remaja. Daud dan Gilang pun mulai menyadari bahwa perasaan sayang mereka kepada Anissa telah berubah menjadi cinta yang mendalam. Keduanya menyatakan cinta kepada sang gadis di saat yang hampir bersamaan. Anissa pun bingung, dia sama-sama mencintai kedua sahabatnya dan tidak mau pertemanan mereka retak. Akhirnya Anissa pun mempunyai ide untuk 'menyelamatkan' persahabatan itu. Anissa mengajukan syarat, barangsiapa yang bisa pertama kali mengajaknya berkeliling dunia, akan diterima sebagai kekasihnya

Ini menjadi motivasi untuk Gilang dan Daud. Selepas SLTA keduanya pun berpisah. Gilang melanjutkan sekolah di Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia-Curug, sedangkan Daud diterima di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran di Merunda. Diam-diam mereka tetap berharap dengan profesinya nanti dapat mewujudkan keinginan Anissa.

Sampai akhirnya Anissa harus menyampaikan sebuah rahasia kepada keduanya. Bahwa rupanya, cita-cita Anissa mungkin tidak akan bisa tercapai bila tidak dilaksanakan secepatnya. Karna si gadis baru divonis memiliki penyakit kelainan jantung yang dapat berakibat fatal.

Bagaimana Gilang dan Daud menyikapi 'deadline' yang diberikan Anissa? Siapakah yang akan berhasil membahagiakan si gadis di masa-masa akhir hidupnya?
11.41 | 0 Komentar | Read More

Sinopsis Film dan Novel Negeri 5 Menara

Written By Unknown on Senin, 05 Maret 2012 | 09.40

Negeri 5 Menara adalah novel pertama karya Ahmad Fuadi yang diterbitkan oleh Gramedia pada tahun 2009. Novel ini bercerita tentang kehidupan 6 santri dari 6 daerah yang berbeda menuntut ilmu di Pondok Madani (PM) Ponorogo Jawa Timur yang jauh dari rumah dan berhasil mewujudkan mimpi menggapai jendela dunia. Mereka adalah:
  • Alif Fikri Chaniago dari Maninjau
  • Raja Lubis dari Medan
  • Said Jufri dari Surabaya
  • Dulmajid dari Sumenep
  • Atang dari Bandung
  • Baso Salahuddin dari Gowa
Karakter Tokoh

  • Alif : Tokoh 'aku' dalam cerita ini.
  • Raja : Teman Alif dari Medan. Ia adalah anggota English Club dan seorang orator yang hebat.
  • Said : Dari Surabaya. Ia sangat terobsesi dengan bodybuilding dan mengidolakan Arnold Schwarznegger.
  • Dulmajid : Dari Sumenep, Madura. Seorang pemain bulutangkis, rekan latih tanding Ustad Torik.
  • Atang : Dari Bandung. Seorang yang mencintai seni dan teater.
  • Baso : Dari Gowa, Sulawesi. Terkenal karena memori fotografis dan Bahasa Arab yang fasih. Ia meninggalkan Pondok Madani saat kelas lima untuk menjaga neneknya dan berusaha menghafal Al-Qur`an di kampung halamannya.
 Sinopsis
Mereka sekolah, belajar dan berasrama dari kelas 1 sampai kelas 6. Kian hari mereka semakin akrab dan memiliki kegemaran yang sama yaitu duduk dibawah menara pondok madani. Dari kegemaran yang sama mereka menyebut diri mereka sebagai Sahibul Menara.

Alif lahir di pinggir Danau Maninjau dan tidak pernah menginjak tanah di luar ranah Minangkabau. Masa kecilnya adalah berburu durian runtuh di rimba Bukit Barisan, bermain bola di sawah berlumpur dan tentu mandi berkecipak di air biru Danau Maninjau.

Tiba-tiba saja dia harus naik bus tiga hari tiga malam melintasi punggung Sumatera dan Jawa menuju sebuah desa di pelosok Jawa Timur. Ibunya ingin dia menjadi Buya Hamka walau Alif ingin menjadi Habibie. Dengan setengah hati dia mengikuti perintah Ibunya: belajar di pondok.

Di kelas hari pertamanya di Pondok Madani (PM), Alif terkesima dengan “mantera” sakti man jadda wajada. Siapa yang bersungguh-sungguh pasti sukses.

Dia terheran-heran mendengar komentator sepakbola berbahasa Arab, anak menggigau dalam bahasa Inggris, merinding mendengar ribuan orang melagukan Syair Abu Nawas dan terkesan melihat pondoknya setiap pagi seperti melayang di udara.


Dipersatukan oleh hukuman jewer berantai,  Alif berteman dekat dengan Raja dari Medan, Said dari Surabaya, Dulmajid dari Sumenep, Atang dari Bandung dan Baso dari Gowa.  Di bawah menara masjid yang menjulang, mereka berenam kerap menunggu maghrib sambil menatap awan lembayung yang berarak pulang ke ufuk. Di mata belia mereka, awan-awan itu menjelma menjadi negara dan benua impian masing-masing. Kemana impian jiwa muda ini membawa mereka? Mereka tidak tahu. Yang mereka tahu adalah: Jangan pernah remehkan impian, walau setinggi apa pun. Tuhan sungguh Maha Mendengar.

Bagaimana perjalanan mereka ke ujung dunia ini dimulai? Siapa horor nomor satu mereka? Apa pengalaman mendebarkan di tengah malam buta di sebelah sungai tempat jin buang anak? Bagaimana sampai ada yang kasak-kusuk menjadi mata-mata misterius? Siapa Princess of Madani yang mereka kejar-kejar? Kenapa mereka harus botak berkilat-kilat? Bagaimana sampai Icuk Sugiarto, Arnold Schwarzenegger, Ibnu Rusyd, bahkan Maradona sampai akhirnya ikut campur? Ikuti perjalanan hidup yang inspiratif ini langsung dari mata para pelakunya. Negeri Lima Menara adalah buku pertama dari sebuah trilogi.
09.40 | 1 Komentar | Read More

Inilah 10 Film Indonesia Terlaris Tahun 2011

Written By Unknown on Minggu, 29 Januari 2012 | 02.43

Di atas kertas, 2011 adalah tahun yang buruk bagi sinema Indonesia. Jumlah penonton menurun. Apabila tahun sebelumnya film Indonesia ditonton sekitar 16 juta orang, tahun 2011 sekitar 14 juta orang saja. Fakta yang mengkhawatirkan, apalagi kalau mengingat film Indonesia pernah meraup 30 juta penonton lebih di tahun 2009 dan 2008. Padahal, jumlah film yang beredar tidak berbeda jauh tiap tahunnya: 88 film pada tahun 2008, 80 film pada tahun 2009, 82 film pada tahun 2010, dan 84 pada tahun 2011. Berarti, tahun 2011, rata-rata penonton per film adalah 176 ribu. Bandingkan dengan rata-rata tahun 2010: 195 ribu orang per film. Pertanyaannya: mengapa jumlah penonton menurun terus, dan bagaimana bisa tahun 2011 hanya lima persen penduduk yang menonton film nasional?

Nah berikut ini film Indonesia paling laris sepanjang 2011 berdasarkan jumlah penonton seperti dilansir filmindonesia.or.id;

10. Catatan Harian Si Boy – 450.000 penonton


Sutradara: Putrama Tuta
Pemeran: Ario Bayu, Carissa Puteri, Poppy Sovia, Abimana, Paul Foster, Albert Halim, Tara Basro
Tanggal edar: Sabtu, 25 Juni 2011

9. Tendangan dari Langit – 491.077 penonton

Sutradara: Hanung Bramantyo
Pemeran: Yosie Kristanto, Maudy Ayunda, Giorgino Abraham, Jordi Onsu, Joshua Suherman, Natasha Chairani, Agus Kuncoro, Sujiwo Tejo, Yati Surachman
Tanggal edar: Kamis, 25 Agustus 2011

8. Purple Love – 503.133 penonton

Sutradara: Guntur Soeharjanto
Pemeran: Pasha, Makki, Oncy, Rowman, Enda, Qory Sandioriva, Nirina Zubir, Kirana Larasati
Tanggal edar: Kamis, 12 Mei 2011

7. Di Bawah Lindungan Ka’bah – 520.267 penonton

Sutradara: Hanny R Saputra
Pemeran: Herjunot Ali, Laudya Cynthia Bella, Niken Anjani, Tarra Budiman, Jenny Rachman, Widyawati, Didi Petet, Leroy Osmani, Ajun Perwira, Akhmad Setyadi
Tanggal edar: Kamis, 25 Agustus 2011

6. Tanda Tanya (?) – 552.612 penonton


Sutradara: Hanung Bramantyo
Pemeran: Reza Rahadian, Revalina S Temat, Agus Kuncoro, Endhita, Rio Dewanto, Henky Solaiman, Edmay Solaiman, Glenn Fredly, Baim, David Chalik, Deddy Sutomo
Tanggal edar: Kamis, 07 April 2011

5. Get Married 3 – 563.942 penonton


Sutradara: Monty Tiwa
Pemeran: Nirina Zubir, Fedi Nuril, Amink, Ringgo Agus Rahman, Deddy Mahendra Desta
Tanggal edar: Sabtu, 27 Agustus 2011

4. Poconggg Juga Pocong – 617.482 penonton

Sutradara: Chiska Doppert
Pemeran: Ajun Perwira, Nycta Gina, Saphira Indah, Rizky Mocil, Guntur Triyoga
Tanggal edar: Kamis, 24 November 2011

3. Hafalan Shalat Delisa – 631.997 penonton

Sutradara: Soni Gaokasak
Pemeran: Chantiq Schagerl, Fathir Muchtar, Mike Lewis, Nirina Zubir, Reza Rahadian
Tanggal edar: Kamis, 22 Desember 2011

2. Arwah Goyang Karawang – 727.540 penonton

Sutradara: Helfi Kardit
Pemeran: Julia Perez, Dewi Perssik, Erlando, Ajeng Kraton, Bembi Zaenal
Tanggal edar: Kamis, 10 Pebruari 2011

1. Surat Kecil Untuk Tuhan – 748.842 penonton

Sutradara: Harris Nizam
Pemeran: Alex Komang, Dinda Hauw, Dwi Andhika, Esa Sigit, Ranty Purnamasari, Egi John Foreisythe
Tanggal edar: Kamis, 07 Juli 2011
02.43 | 0 Komentar | Read More

6 Film Thriller Terbaik Karya Anak Bangsa di FISFIC 2011

Written By Unknown on Jumat, 16 Desember 2011 | 01.08

Kompetisi Film Pendek ber-genre khusus Fantastik pertama di Indonesia yaitu FISFIC telah memasuki tahapan akhir dari serangkaian proses panjangnya. Dari 25 team yang lolos tahap awal, 6 Team terbaik telah terpillih oleh para Juri yang terdiri dari : Sheila Timothy, Ekky Imanjaya, Rusli Eddy, Joko Anwar, Timo Tjahjanto & Kimo Stamboel (The Mo Brothers), dan Gareth Evans,) .

6 Team yang telah terpilih ini telah mewujudkan ide mereka tersebut kedalam sebuah film pendek dengan diberikan bujet produksi dari Lifelike Pictures sebesar masing-masing Rp. 10 Juta. 6 Team terbaik ini adalah : Reckoning (Zavero G Idris, Katharina Vassar, dan Putra Siregar), Taksi (Arianjie AZ, Nadia Yuliani, dan Titits Sapto Raharjo), Rumah Babi (Alim Sudio, Agus Kurniawan, dan Harry Setiawan), Meal Time (Ian Salim dan Elvira Kusno), Rengasdengklok (Dion Widhi P, Yonathan Lim, dan Abdul R. H. Sudibya), dan Effect (Adriano Rudiman dan Leila Safira).

Film-film pendek mereka akan ditayangkan di Ajang Indonesia International Fantastic Film Festival (INAFFF) pada Tanggal 14 dan 15 November 2011 di Blitz Megaplex Grand Indonesia. Selain itu juga nantinya akan didistribusikan oleh Jive Collection untuk dijadikan Home Video (VCD/DVD).

Penasaran seperti apa film-film dari 6 Team terbaik FISFIC ini? Ini dia trailernya gan....

01.08 | 0 Komentar | Read More

Sinopsis Bukan Pocong Biasa

Written By Unknown on Sabtu, 03 Desember 2011 | 16.17

Bukan Pocong Biasa
Malam itu Jaki, Remon, Papay, Niken dan Anna menuju puncak untuk bikin film pendek mengenai kehidupan warga di kaki bukit. Dalam perjalanan mobil yang di kendarai Jaki Cs bannya kempes. Mereka berhenti tepat di depan rumah Angker, Ketika akan mengganti ban serep mereka kehilangan dongkrak mereka dan akhirnya mereka memutuskan untuk memasuki rumah angker itu demi mencari pinjaman dongkrak. Karena mereka tidak tahu kalau rumah yang mereka masuki itu angker karena ada pocong yang suka mengganggu siapa saja yang memasuki rumah tersebut

Ketika memasuki rumah angker, Jaki Cs diganggu oleh Pocong perempuan, Jaki Cs ketakutan sehingga terpisah satu sama lain. Mereka di teror satu persatu, dan ditengah-tengah teror tersebut Jaki sempat menemukan dongkraknya yang hilang dan akhirnya mereka berusaha keluar dari rumah angker itu. Mereka akhirnya berhasil keluar dari Rumah angker, dan langsung lari menuju mobil dan berusaha mengganti ban di tengah-tengah rasa ketakutan mereka. Mesin mobil menyala mereka masuk ke dalam mobil dan segera tancap gas meninggalkan Rumah angker itu

Dalam perjalanan mereka menemukan sebuah warung kopi dan bertemu dengan Malih dan Mucle dua orang keamanan daerah itu. dari mereka berdualah Jaki Cs mengetahui asal muasal kenapa sampai ada Hantu Pocong di rumah itu

Mengetahui hal itu akhirnya mereka memutuskan untuk balik ke Jakarta karena tidak mau berurusan dengan Hantu Pocong lagi karena mereka berpikiran kalau Hantu Pocong itu tidak akan berani menggangu mereka kalau sudah sampai di Jakarta. Tapi ternyata dugaan mereka salah. Hantu Pocong tetap meneror dan ikut mereka ke Jakarta dan parahnya lagi Hantu Pocong itu tidak sendirian. Selama di jakarta Hantu Pocong muncul bersama teman-temannya

Jaki Cs semakin kebingungan bagaimana cara mereka mengusir Hantu-hantu pocong itu. Karena Hantu-hantu pocong itu selalu mengikuti kemanapun mereka pergi

Segala cara mereka lakukan untuk mengusir dan menghindari gangguan pocong pocong itu tapi tidak juga berhasil. Dan kelakuan pocong-pocong itu semakin aneh dan tidak biasa selayaknya pocong, membuat Jaki dan teman-temannya menjuluki mereka bukan pocong biasa

Akankah Jaki Cs dan teman-temannya bisa menghadapi godaan ketiga Pocong tersebut?

Jenis Film :Horror/comedy
Produser :Hm Firman Bintang
Produksi :Mitra Pictures & Bic Productions
Durasi :85

Cast & Crew
Pemain : Zaky Zimah
Soraya Larasati
Ronald Gustaf
Irene Justine
Mucle
Malih Tong Tong
Mpok Atiek
Sutradara : Chiska Doppert
Penulis : Tb Ule Sulaeman S

Bukan Pocong Biasa
16.17 | 0 Komentar | Read More

Sinopsis Arisan 2 (Aris)

Arisan 2
Setelah delapan tahun berlalu sejak kemunculan film Arisan! (2003), penonton Indonesia dapat menikmati sequelnya yaitu Arisan! 2 yang mulai 1 Desember 2011. Kehidupan sahabat-sahabat Sakti (Tora Sudiro), Meimei (Cut Mini), Andien (Aida Nurmala) berlanjut. Bahkan, Lita (Rachel Maryam), sepupu Sakti dari Medan yang pernah dijodohkan keluarganya dengan Sakti, kini sudah menetap di Jakarta. Nino (Surya Saputra) kekasih Sakti pun sudah menjadi bagian dari kehidupan para sahabat ini

Perubahan penting tak terhindarkan, seperti kematian suami Andien, perceraian Meimei, penolakan Lita terhadap institusi perkawinan, walaupun dirinya memilih untuk membesarkan anak yang dikandungnya. Sampai pada stagnansi hubungan sesama jenis Sakti dan Nino yang akhirnya membuat mereka memutuskan untuk berpisah dulu

Kemunculan dokter Joy (Sarah Sechan), ahli bedah plastik dengan financier nya Ara (Atiqah Hasiholan), menjadi obat bagi ibu-ibu Arisan Jakarta. Bahkan penulis yang dulu suka mengkritisi ibu-ibu ini, Yayuk Asmara (Ria Irawan) sekarang berubah haluan, justru mengeruk keuntungan dengan menulis biografi mereka. Kemunculan Octa (Rio Dewanto), sebagai pria muda tampan juga meramaikan 'social scene' Jakarta

Sampai suatu titik, Sakti, Andien, Lita dan Nino, dihadapkan pada kenyataan bahwa Meimei menutupi kanker yang menggerogoti dirinya, ia tidak sekedar berlibur di pulau. Lalu... berkumpullah mereka, untuk mengatur strategi mendatangi Meimei dan membongkar rahasianya. Namun, along the way... rahasia-rahasia lain ternyata ikut terbongkar... dan mereka harus menentukan pilihan

Jenis Film :Drama/comedy
Produksi :Kalyana Shira Films
Rating LSF :Dewasa (adult)
Durasi :0

Pemain :
Tora Sudiro
Cut Mini
Rachel Maryam
Aida Nurmala
Surya Saputra
Rio Dewanto
Sarah Sechan
Atiqah Hasiholan
Adinia Wirasti
Edward Gunawan
Ria Irawan
Melissa Karim
Chyntia Lamusu
Wilza Lubis
Sapto Soetardjo
Iwet Ramadhan
Isabelle Patrice
Salma
Salwa
Stephanie
Edwan Handoko
Sutradara : Nia Dinata
Penulis : Nia Dinata

Trailer Arisan 2
16.13 | 0 Komentar | Read More

Sinopsis ARWAH KUNTILANAK DUYUNG (ARWA)

Linda dan Ardo bertemu dan saling jatuh cinta di sebuah pantai. Ardo begitu bahagia memiliki Linda, sehingga membangun sebuah villa pantai untuk istri tercinta. Pasangan penuh cinta itu kemudian tinggal di Villa Linda itu, bersama dua pembantu mereka yang sama-sama konyol dan lucu, Olga dan Ayu

Tapi, sebuah kekonyolan tak sengaja melahirkan teror tak terduga. SULE, tukang ojek yang lugu dan konyol membuang darah dan ari-ari istrinya yang baru melahirkan ke pantai. Dan sesosok kuntilanak duyung {Dewi Perssik} muncul dari laut. Ardo dan seluruh penghuni rumahnya tiba-tiba mengalami kejadian aneh dan diteror Kuntilanak Duyung yang menakutkan. DUKUN KUNTET, yang didatangkan Ardo tak berhasil menghentikan

Ternyata tidak hanya keluarga Ardo yang dilanda teror kuntilanak duyung aneh. Juga penghuni-penghuni kampung. Termasuk JALI (Saipul Jamil) jagoan kampung yang hobi main perempuan dan mengidap kelainan seks. Jali dan perempuan-perempuannya diteror kejadian mengerikan. Aisha {Dewi Perssik} dendam kepada suami nya Jali {Saipul Jamil} sehingga terjadilah kecelakaan di km 97 tol cipularang, tempat haus darah

Kenapa? Apa sebenarnya yang terjadi? Kenapa hantu Aisha (Dewi Perssik) muncul dalam bentuk Kuntilanak Duyung yang menakutkan? Kenapa hidup Jali {Saipul Jamil} yang maniak seks itu tiba-tiba berakhir tragis? Ada apa dengan Sule kenapa ia membuang darah dan ari ari ke pantai? Dan ada apa di tol cipularang km 97?

Sebuah kisah menakutkan, tapi juga lucu, sensual, sekaligus menyeramkan

Tepat di kilometer sembilan puluh tujuh
Jalan tol cipularang di selimuti ratapan pilu
Tepat di tempat haus darah itu
Arwah kuntilanak duyung menunggumu

Saksikan di bioskop seluruh Indonesia mulai 8 Desember 2011


Jenis Film :Horror
Produser :Kk Dheeraj
Produksi :K2k Productions
Rating LSF :Dewasa (adult)
Durasi :90

Para Pemain :
Pemain : Dewi Perssik
Saipul Jamil
Sule
Sutradara : Yoyok Dumpring

Trailer
16.07 | 0 Komentar | Read More

Daftar Nominasi FFI 'Festival Fim Indonesia' 2011

Written By Unknown on Selasa, 29 November 2011 | 17.01

A. NOMINASI SUTRADARA TERBAIK
1. BENNI SETIAWAN dalam film MASIH BUKAN CINTA BIASA
2. HANUNG BRAMANTYO dalam film ? (TANDA TANYA)
3. HANUNG BRAMANTYO dalam film TENDANGAN DARI LANGIT
4. IFA ISFANSYAH dalam film SANG PENARI
5. KAMILA ANDINI dalam film THE MIRROR NEVER LIES
B. NOMINASI PENULIS SKENARIO TERBAIK
1. BENNI SETIAWAN dalam film MASIH BUKAN CINTA BIASA
2. DIRMAWAN HATTA & KAMILA ANDINI dalam film THE MIRROR NEVER LIES
3. SALMAN ARISTO dalam film JAKARTA MAGHRIB
4. SALMAN ARISTO, IFA ISFANSYAH & SHANTY HARMAYN dalam film SANG PENARI
5. TITIEN WATTIMENA dalam film ? (TANDA TANYA)
C. NOMINASI PENULIS CERITA ASLI TERBAIK
1. BENNI SETIAWAN dalam film MASIH BUKAN CINTA BIASA
2. HANUNG BRAMANTYO dalam film ? (TANDA TANYA)
3. KAMILA ANDINI dalam film THE MIRROR NEVER LIES
4. SALMAN ARISTO dalam film JAKARTA MAGHRIB
5. SARJONO SUTRISNO & MUHAMMAD YUSUF dalam film TEBUS
D. NOMINASI PENGARAH SINEMATOGRAFI TERBAIK
1. FAOZAN RIZAL dalam film PENGEJAR ANGIN
2. GUNUNG NUSA PELITA dalam film MASIH BUKAN CINTA BIASA
3. IPUNG RACHMAT SYAIFUL dalam film THE MIRROR NEVER LIES
4. YADI SUGANDI dalam film ? (TANDA TANYA)
5. YADI SUGANDI dalam film SANG PENARI
E. NOMINASI PENGARAH ARTISTIK TERBAIK
1. ARY JUWONO dalam film CATATAN HARIAN SI BOY
2. FAUZI dalam film ? (TANDA TANYA)
3. FAUZI dalam film TENDANGAN DARI LANGIT
4. FRANS X.R. PAAT dalam film BATAS
5. EROS EFLIN dalam film SANG PENARI
F. NOMINASI PENYUNTING GAMBAR TERBAIK
1. CESA DAVID LUCKMANSYAH dalam film ? (TANDA TANYA)
2. CESA DAVID LUCKMANSYAH dalam film MASIH BUKAN CINTA BIASA
3. CESA DAVID LUCKMANSYAH dalam film SANG PENARI
4. ALINE JUSRIA & DINDA AMANDA dalam film CATATAN HARIAN SI BOY
5. WAWAN I. WIBOWO dalam film PENGEJAR ANGIN
G. NOMINASI PENATA SUARA TERBAIK
1. ADITYAWAN SUSANTO & TRISNO dalam film KENTUT
2. ADITYAWAN SUSANTO & M. ICHSAN RACHMADITTA dalam film MASIH BUKAN CINTA
BIASA
3. KHIKMAWAN SANTOSA dalam film LIMA ELANG
4. SATRIO BUDIONO & SAFT DAULTSYAH dalam film ? (TANDA TANYA)
5. SATRIO BUDIONO & SUTRISNO dalam film TENDANGAN DARI LANGIT
H. NOMINASI PENATA MUSIK TERBAIK
1. ADAM S. PERMANA dalam film RUMAH TANPA JENDELA
2. AKSAN SJUMAN & TITI SJUMAN dalam film RINDU PURNAMA
3. THOERSI ARGESWARA dalam fim MASIH BUKAN CINTA BIASA
4. THOERSI ARGESWARA dalam film SURAT KECIL UNTUK TUHAN
5. THOERSI ARGESWARA dalam film THE MIRROR NEVER LIES
I. NOMINASI PEMERAN UTAMA PRIA TERBAIK
1. ALEX KOMANG dalam film SURAT KECIL UNTUK TUHAN
2. EMIR MAHIRA dalam film RUMAH TANPA JENDELA
3. FERDY TAHIER dalam film MASIH BUKAN CINTA BIASA
4. OKA ANTARA dalam film SANG PENARI
5. TIO PAKUSADEWO dalam film TEBUS
J. NOMINASI PEMERAN UTAMA WANITA TERBAIK
1. DINDA HAUW dalam film SURAT KECIL UNTUK TUHAN
2. FANNY FABRIANA dalam film TRUE LOVE
3. GITA NOVALISTA dalam film THE MIRROR NEVER LIES
4. PRISIA NASUTION dalam film SANG PENARI
5. SALMA PARAMITHA dalam film RINDU PURNAMA
K. NOMINASI PEMERAN PENDUKUNG PRIA TERBAIK
1. AGUS KUNCORO dalam film ? (TANDA TANYA)
2. AGUS KUNCORO dalam film TENDANGAN DARI LANGIT
3. HENDRO DJAROT dalam film SANG PENARI
4. LANDUNG SIMATUPANG dalam film RINDU PURNAMA
5. MATHIAS MUCHUS dalam PENGEJAR ANGIN
L. NOMINASI PEMERAN PENDUKUNG WANITA TERBAIK
1. ATIQAH HASIHOLAN dalam film THE MIRROR NEVER LIES
2. DEWI IRAWAN dalam film SANG PENARI
3. ENDHITA dalam film ? (TANDA TANYA)
4. POPPY SOVIA dalam film CATATAN HARIAN SI BOY
5. WULAN GURITNO dalam film MASIH BUKAN CINTA BIASA 

Sumber: KapanLagi
17.01 | 0 Komentar | Read More

TUTUR TINULAR VERSI 2011, Kolosal Yang Mencuri Perhatian

Written By Unknown on Jumat, 11 November 2011 | 17.26

 
DI tengah ketatnya persaingan sinetron stripping kontemporer produksi SinemArt, MD, atau Screenplay, Indosiar sukses mencuri perhatian dengan berani menghadirkan sinetron striping bergenre drama kolosal Tutur Tinular Versi 2011 (TT2011).

Episode perdananya pada 26 September lalu, langsung menembus 10 besar perolehan rating. Hingga memasuki pekan ketiga, masih terbilang stabil.

Dari segi penceritaan, TT2011 tidak ada bedanya dengan dua sinetron Tutur Tinular (TT) versi terdahulu yang pernah tayang di ANTV dan juga Indosiar.

Semuanya sama-sama mengadaptasi drama sandiwara radio berjudul serupa karya S Tidjab, yang pernah populer pada 1989. Sebuah kisah romantika kehidupan, tentang perjalanan anak manusia bernama Arya Kamandanu dalam mencari jati dirinya. Dengan latar belakang bangsa Indonesia di zaman kerajaan.

“Tapi, di TT2011, kami membuatnya modern. Lebih ada intrik,” beber salah satu sutradaranya, Vasant R Patel, yang kami jumpai di lokasi syuting, di Mekarsari, Bogor.

“Lalu pada segi tampilan gambarnya, kami membuatnya lebih 'kaya'. Kalau dulu bermain dengan kayu, sekarang dengan warna-warna emas,” imbuhnya, sambil mengarahkan kami untuk melihat-lihat lokasi yang sengaja dibangun untuk keperluan syuting TT2011.

Konon, biaya membangun tempat syuting di Mekarsari sampai menyentuh angka 7 miliar rupiah! Angka yang fantastis, sementara sinetron belum ketahuan jelas memberi keuntungan atau tidak.

“Benar begitu, tapi, kan ini bisa dipakai untuk produksi-produksi (kolosal) selanjutnya,” ujar Patel, yang pernah menggarap Tersanjung. Namun di luar itu semua, kami lebih takjub dengan kenyataan, kolosal TT2011 ini harus tayang setiap hari. Karena tuntutannya saat ini memang demikian.

Makeup-nya saja ribet. Pemeran wanitanya bisa menghabiskan waktu sampai dua jam hanya untuk urusan itu. Ditambah penggunaan sanggul dan kostum, yang untuk pemasangannya, tidak bisa dilakukan sendiri.

“Urusan kostum bisa dua jam. Ganti lokasi, ganti kostum lagi. Tunggu dua jam lagi,” perinci Patel. “Kalau drama (biasa), tinggal tunggu 10 menit ganti baju, bisa langsung take.” Hmm, takjub benaran, deh.


Griffiths Anna (Nani Ratih): Digantung Setinggi 30 Meter! 


 
Nama aslinya Anna Griffiths. Tapi, sengaja ditukar posisinya menjadi Griffiths Anna (17), agar tidak terlalu bule. Anna memang blasteran. Ibunya pribumi, ayahnya Amerika. Raut wajah Anna amat manis dan ayu. Karena itulah, dia didapuk sebagai Nani Ratih. Karakter protagonis nan lemah gemulai. Yang tidak pernah berani melawan, bahkan pada orang-orang yang menjahatinya. “Mulanya aku dapat peran antagonis,” ungkap Anna.

“Tapi itulah, karena mukaku melankolis begini, diganti protagonis,” imbuhnya.

Ya, diam-diam, dia lebih menyukai peran antagonis jatuh ke tangannya. Dara kelahiran Jakarta, 20 Desember 1993 ini beralasan, memerankan orang baik-baik itu jauh lebih sulit.

“Bagaimana harus membuat orang simpati pada karakterku. Bisa merasakan kesedihan karakterku. Itu susah. Belum lagi kalau ada adegan menangis. Paling enggak bisa deh, aku,” celoteh Anna. “Lebih enak jadi antagonis. Tinggal marah-marah saja, kan? Hahaha.”

Namun, Anna tetap bertanggung jawab sebagai pemeran Nani Ratih. Memainkan karakter protagonis dijadikannya tantangan yang akan lebih mengasah kemampuan aktingnya.

“Aku banyak belajar di sini. Kan, ada pemain senior juga. Waktu aku drop dan diledek karena belum bisa akting bagus, mereka kasih support. Jadinya bersemangat,” cerita Anna, yang khusus diberi pelajaran tambahan. Olah vokal! Karena suaranya dianggap terlalu berat.

Nyatanya, bermain di sinetron kolosal tidak cukup mengandalkan kemampuan berakting drama. Masih banyak tantangan lain yang harus dihadapi Anna. Terlebih, ini kali pertama Anna bermain sinetron kolosal. “Beda banget dengan main drama. Pakai sanggul, belum lagi kembennya; bisa satu jam cuma untuk memakainya,” beber Anna seru.

“Tapi enggak seberapa dibanding saat syuting episode pertama. Aku pernah digantung pakai sling yang tingginya sampai 30 meter. Sakit banget (pakai sling). Untung (peran) Nani Ratih enggak pakai adegan terbang-terbangan, hahaha,” imbuhnya senang.

Rico Verald (Arya Kamandanu): Syuting Bareng Kuda Bikin Senewen


 
Wajah baru di dunia sinetron kolosal, Rico Verald. Cowok berbadan tegap kelahiran Jambi, 29 April 1988, seperti meraih impiannya ketika berhasil mendapatkan peran Arya Kamandanu di TT2011.

Sejak lama Rico membayangkan bisa bermain sebagai sosok jagoan. Dia suka menonton sinetron-sinetron laga di televisi, semacam Angling Dharma atau Tutur Tinular versi lama. Begitu tahu Gentabuana buka kasting untuk proyek sinetron kolosal, Rico langsung maju.

“Seru kayaknya, jadi pendekar,” buka Rico.

Apa kenyataan seenak impian?

“Alhamdulillah. Senang banget bisa jadi Kamandanu. Aku ikut audisi, dipanggil, dan proses selanjutnya cukup lancar,” kesan Rico.

“Memainkan karakternya juga menurutku gampang. Kamandanu orang baik, yang suka menolong dan punya rasa hormat tinggi kepada orang-orang yang (usianya) di atasnya. Tidak terlalu susah. Itu bisa kita rasakan sendiri di kehidupan sehari-hari,” urainya.

Lain halnya ketika Rico menjalankan adegan aksi. Justru di bagian yang paling diimpi-impikannya inilah cowok bertubuh tinggi semampai keteteran.

“Main aksi itu ternyata susah. Sempat kaget (pas menjalaninya). Bahkan sampai sakit juga karena kecapekan,” ujar Rico tanpa maksud mengeluh.

“Aku belum biasa saja dengan ritmenya. Drama, pindah ke aksi, pindah lagi ke drama. Lalu ada adegan pakai sling dan menunggang kuda. Aku bahkan pernah jatuh dari kuda,” bocornya.

Cukup mengerikan kejadiannya. Dituturkan Rico yang punya latar bela diri pencak silat, kuda yang ditunggangi rupanya sedang tidak bagus mood-nya. Kuda itu menukik terus sambil berjalan oleng-oleng. Hingga membuat tubuhnya terguling-guling ke depan dan menyebabkan cedera pada tangan kanannya.

“Masih sakit di sini,” Rico menunjuk satu lengannya.

“Tetap mendingan adu akting dengan orang, banyak sekalipun. Kalau sama binatang, enggak tahu perasaannya lagi bagaimana, kan? Pokoknya sekarang, kalau adegan kuda, langsung stres, hehehe,” selorohnya pasrah. TabloidBintang
17.26 | 1 Komentar | Read More
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...