Written By Unknown on Senin, 02 April 2012 | 09.25
Setelah Tata mengundurkan diri dari Mahadewi, bos Republik Cinta Management (RCM) Ahmad Dhani langsung mencari pengganti. Akhirnya kini Mahadewi pun kembali berdua setelah bertemu penyanyi baru. Siapa dia?
Ia adalah Gwen Prisila. Gwen penyanyi kelahiran Malang, 17 Juni 1990. Ia didapatkan Dhani dari hasil audisi yang digelar di Jakarta.
"Melalui BM (Broadcast Message) saya menyebar audisi. Gwen langsung berangkat ke Jakarta dari Malang dan hari itu juga langsung dites dan Puri suka. Jadi sekarang Gwen sah menggantikan Tata," ujar Dhani ditemui di kediamannya kawasan Pondok Indah.
Untuk menandai resminya Gwen, Mahadewi akan tampil perdana dalam acara 'DahSyat' di RCTI, Jumat (30/3/2012). Setelah itu mereka akan bertolak untuk konser off-air ke Palembang dan Medan.
"Kita bikin audisi selama dua hari. Gwen datang di hari kedua dan jamnya udah lewat. Begitu Gwen masuk ikut audisi, saya melihat potensi di dalam diri Gwen yang memang cocok untuk kita," jelas Puri.
"Menang syukur alhamdulillah. Saya nge-fans sama Mahadewi," tutur Gwen singkat.
Sebelum terpilih sebagai personel Mahadewi, Gwen Prisila mengaku
ber-image lugu. Tapi kini demi Mahadewi, Gwen siap untuk menuruti gaya
duo yang digawanginya. Tampil seksi tak masalah baginya.
"Mahadewi bajunya masih dalam batas yang wajar ya. Aku nggak masalah,"
ujar Gwen ditemui di Studio RCT.
Sebelumnya memang dara berusia 22 tahun itu tidak pernah neko-neko
dengan gayanya. Tapi bersama Mahadewi ia memotong rambut panjangnya dan
mengubah warnanya.
"Sejauh ini melihat dari Twitter, komen dari BBM, mereka kaget ya.
Karena Gwen sebelumnya itu image-nya lugu, biasa aja. Tapi sekarang
berani ya," jelas Gwen.
Lalu bagian tubuh mana yang menurut Gwen seksi?
"Semuanya. Kalau aku nggak merasa harus menonjolkan diri," tuturnya.
Kalau Indonesia punya candi Buddha paling besar, bagaimana dengan Sri
Lanka? Mereka punya biara di dalam gua, di atas gunung batu setinggi 160
meter!
Biara di dalam gua ini ada di Dambulla, sebuah daerah
yang terletak di 148 km arah timur Colombo. Tempat ini disebut juga
sebagai Golden Temple of Dambula karena ada patung Buddha raksasa
berwarna emas di bagian bawah gunung batu itu.
detikTravel
berkunjung pada Sabtu (31/3/2012) ke Situs Warisan Dunia UNESCO ini.
Tiket untuk turis asing adalah 1.100 Rupee atau Rp 77.000, tidak mahal
untuk tempat seistimewa ini
Kondisi matahari panas terik menjadi
tantangan awal untuk wisatawan. Selanjutnya, wisatawan harus menaiki
ratusan anak tangga untuk sampai ke bagian atas gunung batu ini. Topi
dan botol air mineral tidak boleh terlupa.
Setelah naik ratusan
anak tangga sambil diselingi monyet-monyet yang berkeliaran, sampailah
kita di gerbang biara. Alas kaki harus dilepas karena ini tempat suci
dan kaki telanjang kita dipaksa beradaptasi dengan lantai batu yang
terbakar matahari. Aduh! Rasanya tapak kaki ini sedang diterapi refleksi
dengan lantai batu sepanas ini.
Begitu masuk ke halaman biara,
kita pasti tidak menyangka bisa ada biara yang muncul dari dalam rongga
gua berbentuk kanopi raksasa. Warna putih mendominasi dinding biara.
Nah, rupanya ruang-ruang dalam biara inilah yang dulunya adalah gua,
kemudian ditambahkan tembok dan menjadi biara seperti sekarang ini.
Ada
80 gua, namun hanya 5 yang menjadi atraksi untuk wisatawan. Setiap gua
berisi patung Buddha, seluruhnya ada 153 patung serta lukisan mural
seluas 2.100 m2 di langit-langit dan dinding gua. Raja Valagambahu
mengubah gua ini menjadi biara pada abad ke-3 dan 2 SM.
Gua
pertama adalah Devaraja yang berarti dewa raja. Ruangannya cukup sempit
namun ada patung Buddha tidur sepanjang 14 meter. Buddha tidur adalah
patung yang amat spesial untuk umat Buddha karena menggambarkan Sang
Buddha yang mendapatkan pencerahan.
Gua kedua adalah yang paling
besar, Cave of the Great Kings. Di dalam gua ini ada 16 patung Buddha
berdiri dan 40 patung Buddha yang duduk. Di gua ini, ada lagi patung
Buddha tidur. Tapi, yang paling keren adalah lukisan di langit-langit
gua yang mengisahkan kehidupan Buddha dan ada juga mata air yang
dikeramatkan.
Di dalam gua ketiga, itulah Maha Alut Vihara alias
Vihara Agung Baru. Di gua ini masih ada juga lukisan mural, 50 patung
Buddha dan patung Raja Kirti Sri Rajasinha dari kerajaan Kandy
(1747-1782). Dua gua sisanya relatif lebih kecil, hanya seukuran sekitar
ruang 5x5 meter.
Satu pengalaman unik adalah teman penulis yang
kameranya selalu macet ketika hendak berfoto di depan patung Buddha
tidur. Kameranya baru lancar jika dia ditemani berfoto di depan Buddha
tidur bersama teman yang lain, atau dia berfoto dengan objek yang lain.
Percaya
nggak percaya. Tapi sampai kami turun kembali ke bawah gunung batu
Dambulla, masalah kamera macet itu tidak juga ditemukan apa penyebabnya.
sumber : http://travel.detik.com/read/2012/04/01/225754/1882342/1025/1/luar-biasa-ada-biara-di-dalam-gunung-batu-di-sri-lanka#topart
Uang miliaran rupiah tak selamanya berasal dari bisnis yang rumit dan
besar. Terkadang, sebuah produk atau bisnis yang berasal dari ide unit,
bisa mendatangkan uang dalam jumlah tak sedikit.
Sementara
orang menghayal untuk menjadi kaya, hanya beberapa orang saja yang cukup
beruntung mempunyai ide unik menghasilkan jutaan dolar atau miliaran
rupiah.
Sejumlah pengusaha telah sukses dengan produk
sehari-hari, seperti pakaian dan makanan. Bahkan beberapa orang lainnya
juga telah memimpikan kreasi yang sedikit lebih mengejutkan. Mungkin
sebuah konsep yang sederhana atau sangat unik. Di sisi lain hal itu akan
mengejutkan dan mungkin akan membuat iri.
Seperti dikutip dari laman cnbc.com, berikut ini adalah 5 ide unik dan sederhana yang bisa mendatangkan uang miliaran rupiah
1. Kacamata Anjing, Doggles
Roni
Di Lullo, pertama kali memperoleh ide pertamanya pada 1997. Ketika itu,
dia berada di taman anjing lokal ditemani Border Collie, MidKnight,
yang sensitif terhadap cahaya dan mengalami kesulitan menangkap frisbee.
"Saya punya kacamata, kenapa dia tidak punya juga di matanya," katanya.
Di
Lullo pun mencoba membuat sepasang kacamata hitam untuk anjingnya
tersebut. Diawali dengan kacamata bertali, Di Lullo akhirnya merogoh
tabungan untuk merancang model yang berbeda yang disesuaikan dengan
wajah anjing. Disinilah, muncul produk bermerek Doggles.
Perusahaan
yang didirikan oleh Di Lullo itu, MidKnight Creations, saat ini telah
membuka cabang untuk memproduksi juga ransel, jaket pelampung, dan
mainan kucing. Perusahaan ini meraup penjualan rata-rata US$3 juta per
tahun (Rp27 miliar).
2. Alarm Berjalan, Clocky
Gauri
Nanda suka tidur, dan suka menekan tombol penunda alarm (snooze)
sesering mungkin. Jadi, ketika tiba saatnya untuk merancang sebuah
produk proyek kelas di MIT Graduate School, munculah ide sebuah jam
alarm yang bergerak.
Dilengkapi dengan dua roda, jam rancangan
Nanda itu akan berguling ketika tombol snooze ditekan. Hal itu memaksa
pemilik jam untuk bangun dari tempat tidur agar alarm tersebut
benar-benar mati.
Setelah Nanda lulus, dia kemudian mengubah
prototipenya dan mendapat suntikan dana dari keluarga. Saat itulah Nanda
mulai menjual jam secara komersial.
Sekarang, Clocky dijual
oleh ribuan pengecer di lebih dari 45 negara dan menghasilkan hampir
US$10 juta (Rp90 miliar) dalam penjualan sejak awal. Hal ini juga
melahirkan Tocky, yaitu Clocky versi tanpa roda yang menggelinding di
meja membuat momentum sendiri.
3. Gigi Palsu Billy Bob
Gigi-gigi
palsu ini dirancang untuk mengubah penggunanya menjadi terlihat
kampungan dan norak. Jonah White pertama kali menangkap ide tersebut
saat menyaksikan pertandingan football pada 1994. Seorang pria dengan
gigi mengerikan dan berbicara serampangan muncul selama jeda istirahat.
Ternyata
orang itu adalah Rich Bailey, temannya yang sedang mengenakan gigi
palsu. Gigi tersebut dibuat di sekolah dokter gigi. White pun melihat
sebuah peluang meminta Bailey untuk membuat satu set gigi palsu itu.
Saat
ini, bisnis White telah berkembang memproduksi juga sandal, hiasan
kepala dan produk Billy Bob. Omzet bisnisnya mencapai US$50 juta (Rp450
miliar) sejak Gigi Billy Bob diciptakan. 4. Garpu sekaligus Pisau, Knork
Jika Anda bosan menggunakan garpu dan pisau saat makan, Knork mungkin
yang harus dicari. Knork adalah garpu dan pisau dalam satu benda.
Mike
Miller pertama kali mempunyai ide canggih ini di kelas delapan ketika
mencoba untuk makan pizza dengan garpu. Ketika dia berjuang, ia melihat
bagaimana seorang karyawan dengan mudah memotong pizza dengan pemotong
pizza miring. Dia berpikir garpu yang memiliki tepi miring akan
melakukan hal yang sama.
Namun, ide tersebut hanya tersimpan
dalam memori Miller hingga dia kuliah pada 2001. Ia meminjam US$10.000
dari kakeknya untuk mendirikan perusahaan dan mengembangkan prototipe
menggunakan salah satunya garpu milik ibunya.
Beberapa tahun
kemudian, Knork mendominasi rak-rak toko dan katalog mail order. Hari
ini, Knork memiliki perusahaan terkait meja makan. Knork sendok garpu
memperoleh hampir US$2 juta (Rp18 miliar) dalam penjualan pada 2011.
5. Kartu ucapan bola, SENDaBALL
Bayangkan
SENDaBALL sebagai jenis kartu ucapan selamat. ide ini bermula ketika
Michele Sipolt Kapustka melihat sekeranjang bola di sebuah toko dan
menuliskan "Have a Ball with your new Baby". Bola itupun dikirimkan ke
rekannya.
Selama beberapa tahun berikutnya, Kapustka dan adiknya
Melisa Sipolt Moroko mengirim bola-bola itu ke sejumlah teman lain
untuk berbagai tujuan. Suatu hari di kantor pos, seorang pria justru
bertanya Kapustka apakah ia akan mengirim satu bola baginya. Saat itulah
kedua bersaudara itu menyadari mereka tengah menuju ke sebuah bisnis.
Pada
tahun 2003, mereka menciptakan sebuah situs web, dan membuka toko di
garasi Kapustka, di mana kantor masih berada. Sejauh ini, SENDaBALL
telah mengantongi penjualan hingga US$1 juta (Rp9 miliar).
Ilustrasi (diambil dari salah sebuah video di You Tube, the life of Aghori Sadhus)
Malam telah turun, gelap mulai menyelimuti sekitar area sungai
Gangga. Hiruk pikuk puluhan manusia yang melakukan ritual mandi sore
sudah mulai menipis, dan sering makin tuanya malam, suasana makin sepi.
Angin beritiup sepoi-sepoi. Nampak pula asap-asap yang masih mengepul
di beberapa bagian tempat kremasi mayat, menambah malam makin terlkesan
wingit dan misterius. Dinginpun mulai menyelimuti malam. Ketika malam
makin tua, ada beberapa spot di tepian sungai Gangga yang masih nampak
'alive'. Api unggun masih menari-nari dan membuat malam makin sakral.
Di
salah satu tempat, seorang lelaki yang hanya mengenakan secarik cawat
dan berambut riap-riapan nampak melakukan meditiasi walau sesekali
tanganya mengorek-ngorek api unggun seolah mencari-cari sesuatu. Di
sampingnya seonggok tengkorak kepala manusia yang berisi minuman
beralkohol. Mulut tipisnya berkomat-kamit membaca mantra.
Kadang
diselingi pula dengan teriakan-teriakan seperti menggeram. Matanya lurus
memandang ke arah api unggun di depannya. Kokiers, sesungguhnya api
unggun tersebut bukanlah api unggun biasa melainkan api sisa kremasi.
Dan 'sesuatu yang nampak dicari-cari oleh lelaki kurus itu, sejatinya
adalah seonggok daging mayat sisa yang belum habis terbakar. Dan ketika
lelaki berambut gondrong itu menemukan sebongkah daging panggang, tanpa
ragu, diemplok di mulutnya, dan seketika mulutnyapun berkejap menikmati
daging panggang. Seekor anjing nampak hilir mudik mengelilingi lelaki
tersebut. Nampaknya iapun ingin minta jatah. Sudah menjadi rahasia
umum, mengapa anjing-anjing yang hidup di sekitar sungai Gangga nampak
ginuk-ginuk lemu. Ya, karena hampir tiaphari makan 'daging istimewa'.
Pemandangan seperti ini bukanlah ilustrasi dari sebuah film rekaan
manusia, namun merupakan pemandangan nyata di beberapa wilayah tepian
sungai Gangga India. Nampak mengerikan memang. Lelaki misterius yang aku
saksikan di video ini bukan merupakan satu-satunya lelaki yang
mengais-ngais rejeki dari sisa-sisa kremasi, namun hanya merupakan satu
contoh kehidupan seorang Sadhu Aghori. Sebuah sekte kecil penyembah Dewa
Shiva yang masih eksis di daratan India. Kehidupan Aghori menjadi
sangat menarik kaum awam karena kehidupan Sadhu Aghori sangat aneh
sampai to the point sangat ekstrim yaitu kanibalisme. Dan inilah yang
menarik banyak jurnalis dunia untuk datang ke India dan segaja mengorek
kisah kehidupan unik mereka.
Dear Kokiers,
Dunia memang unik, berbagai budaya dari berbagai bangsa di belahan
bumi manapun, masing-masing ikut menyumbang keunikan dan kekayaan budaya
dunia. Dimulai dari jaman dahulu kala sampai di jaman yang serba
modern, kebudayaan terus berkembang, seiring dengan majunya tekhnologi,
budaya akan terus mengikuti perkembangan jaman maupun pola pikir
manusia. Namun demikian tidak dapat dipungkiri dari sekian banyak budaya
yang berkembang, masih ada sebagian orang yang mempertahankan
mati-matian suatu budaya atau adat tertentu. Oleh karena itu
perkembangan tekhnologi tidak mampu menggoyahkan budaya leluhur yang
sudah mengurat akar di sebagian kelompok masyarakat dunia.
Dari sekian
banyak budaya yang masih dipertahankan adalah budaya yang berkaitan
dengan spiritualitas ( baca : agama). Ada beberapa kebiasaan
di suatu kelompok tertentu baik yang berkaitan dengan spiritual maupun
hanya sekedar temporary yang dianggap di luar normal bahkan mungkin
saking tidak normalnya menimbulkan rasa jijik yang luar biasa. Dan ini
terjadi di manapun, baik di Amerika, Asia , Afrika maupun Eropa.
Salah satu kebiasaan yang menjijikkan adalah suatu sekte yang
dianggap suci oleh sekelompok kecil masyarakat di India. Sekte tersebut
adalah Aghori Sadhus. Aghori bagi sekelompok tertentu adalah orang yang
dianggap mumpuni sekaligus sakti, banyak orang yang minta berkah maupun
doa kepada para Sadhu, bahkan Aghori juga bisa bertindak sebagai dukun
pengusir makhluk halus maupun mengundang makhluk halus. Ada ritual
khusus yang menjadi ciri khas sekte ini.
Menjijikan sekaligus
mendirikan bulu roma karena sekte ini melakukan praktek kanibalisme,
alias makan daging manusia. Baik yang dimasak maupun dimakan begitu saja
alias mentah-mentah, baik daging segar maupun 'tiren' alias mati
kemaren. Meaning : sudah setengah atau full membusuk. Tiada rasa
jijik. Mengkonsumsi daging manusia dianggap ritual puncak untuk
menyempurnakan dan mensucikan diri. Jiwa yang suci adalah jiwa yang apa
adanya natural dan hidup apa adanya.
Aghori walau di-claim sebagai
sekte dalam agama Hindu, namun oleh kalangan Hindu India sendiri, mereka
dianggap di luar agama mereka. Alasan : their bizzare practice of cannibalism
maupun hobi ber-halusinasi dengan kanabis serta konsumsi alkohol dalam
kehidupan sehari-harinya. Konon, menurut salah seorang Aghori yang
diwawancarai seorang jurnalis Australia, cannabis maupun alkohol adalah
penyumbang utama atas 'keberaniannya' mengunyah daging manusia! Dengan
halusinasi dan mabuk, seorang Aghori mampu menyarukan rasa mual dan eneg
luar biasa ketika makan daging manusia terutama daging yang sudah
membusuk. Itulah salah satu cara mematikan segala rasa untuk bisa
menikmati daging manusia.
Para Aghori atau disebut juga cukup dengan Aghor, umumnya tinggal di
tepi sungai Gangga tidak jauh dari tempat-tempat kremasi. Mereka
meninggalkan kesenangan duniawi dan hidup apa adanya kembali ke natural,
dan makan apapun yang tersedia di hadapannya.
Untuk menjadi seorang
Aghor tentu saja tidak mudah, harus melalui ritual-ritual khusus yang
diberikan oleh gurunya, sebagai tahap awal seperti : minum air atau
makan abu mayat kremasi, kemudian melumuri seluruh badan mereka dengan
abu mayat, serta calon Aghori harus mencari tengkorak kepala manusia
yang banyak berserakan di sepanjang sungai Gangga untuk dijadikan
mangkok suci dan sebagai tempat minum sehari-hari.
Mereka juga tidak
boleh menikah namun boleh melakukan hubungan seksual dengan perempuan
manapun dengan syarat tidak boleh ejakulasi saat melakukan bubungan
seksual tersebut. Dan konon para Aghori ini tidak kesulitan untuk
mencari perempuan yang mau suka rela tidur dengannya karena banyak
wanita yang rela menyerahkan diri kepada mereka. Para perempuan tersebut
malah bangga jika berhasil melakukan hubungan badan dengan orang suci
ini.
Para Aghori umumnya telanjang kecuali secarik cawat yang menutup
alat vitalnya. Jika mereka berpakaianpun, umumnya pakaian diambil dari
mayat yang akan di kremasi yang diberikan oleh anggota keluarga yang
meninggal. Yang mengejutkan dunia luar adalah, para Aghori ini memakan
mayat manusia, umumnya sisa-sisa daging mayat yang tidak hancur di
kremasi.
Walau demikian, Aghori konon berhati lembut dan tidak mau
membunuh makhluk hidup, dan alasan mengapa mereka makan daging manusia
yang oleh banyak orang disebut barbar, mereka beralasan bahwa walau
mereka makan daging manusia namun mereka tidak membunuh, jadi mereka
bukanlah merupakan sosok yang kejam.
Memakan daging manusia yang sudah
meninggal merupakan puncak penyatuan jiwa dengan alam. Kehidupan
seorang Aghori dimulai malam hari. Mereka melakukan meditasi di samping
bekas-bekas kremasi dan sesekali mengorek daging bekas kremasi dan tanpa
ragu mulai makan. Aghori sehari-harinya nya memang tinggal di
area-area kremasi. Kadang merekapun melakukan meditasi di atas tubuh
mayat. Mereka makan apa saja yang dianggap menjijikkan, katakan dari
kotoran hewan, air kencing, sisa-sisa sampah dan lain-lain.
Dear Kokiers,
Dalam video lain yang aku saksikan, nampak dua Aghori menyeret
mayat yang mengambang di sungai Gangga dan kemudian memotong-motong dan
langsung menyantapnya mentah-mentah, tanpa rasa jijik sedikitpun.
Sungguh nggegirisi dan mendirikan bulu roma. Padahal mayat tersebut
sudah menggembung alias setengah busuk ditandai dengan warna kulit yang
kebiru-biruan. Mencari mangsa di sepanjang sungai Gangga merupakan
kegiatan normal para Aghori, walau sebagian besar Aghori lebih memilih
menunggu santapan yang diantar kepadanya, alias mayat yang siap
dikremasi.
Beberapa waktu lalu, sebagai penambah informasi tentang Aghori, aku
membaca buku tentang Cannibalism, yang intinya mengungkap praktek
kanibalisme dalam dunia kriminal sepanjang sejarah manusia. Dan yang
kedua adalah : Cannibals around the World yang merupakan laporan dari
seorang jurnalist Australia yang melakukan pengembaraan dalam rangka
melakukan riset dan meneliti kehidupan para Kanibal di jaman modern,
yang masih tersebar dan ada dewasa ini termasuk para kanibal di salah
satu suku terasing di Papua. Jurnalist tersebut dalam laporannya untuk
mengorek kisah kanibal di India, selama beberapa hari ber-sosialisasi
dengan salah seorang Aghori di salah satu sudut kota Varansi India.
Dengan sedikit 'bribery' beberapa botol whiskey dan dollars, terkuak
misteri kehidupan Aghori yang belum banyak diketahui umum. Aghori yang
perlahan-lahan mulai menarik minat wisatawan, juga merupakan lahan
bisnis empuk bagi sekelompok oknum tertentu.
Walau banyak Aghori yang
memang benar-benar asli, alias yang melakukan ritual kanibalism ternyata
dietmukan juga Aghori-Aghori aspal, asli namun palsu. Maksudnya, mereka
berpenampilan seperti seorang Aghori, namun sejatinya mereka lebih ke
tujuan untuk memperdaya turis untuk menarik perhatian demi uang dan
alkohol yang mana, alkohol merupakan minuman vital seorang Aghori,
terutama Whiskey. Para Aghori aspal inilah yang patut diwaspadai karena
mereka sering menghipnotis para peminatnya (baca : turis) untuk minum
teh chai bersama-sama dan selanjutnya tentu memoroti uang di kantong.
Dear Kokiers,
Menurut salah satu sumber dari Wikkipedia, Aghori adalah penyembah
Dewa Shiva. Mereka seperti umat Hindu pada umumnya percaya atas
'pembebasan diri' atau moksha dari siklus reinkarnasi (samsara) demi
mencapai pencerahan jiwa.
Praktek ritual yang dilakukan para Aghori
melalui kebiasaan yang sangat ekstrim termasuk kanibalisme. Ada beberapa
sekte yang menyembah Dewa Shiva yang disebut Shivnetras atau Tamasic.
Tamasic murni menyembah Dewa Shiva dan tidak melakukan ritual meditasi
di area kremasi, atau makan mayat, atau melakukan tantric sexual rituals
atau minum alkohol serta mengkonsumsi cannabies.
Masih ada beberapa
sekte penyembah Dewa Shiva yang normal dan wajar. Murni benar-benar
untuk memuja keagungan Dewa. Mungkin dengan alasan inilah, bagi sebagian
besar umat Hindu pada umumnya, tidak setuju jika Aghori dimasukkan ke
dalam sekte pemuja Dewa Shiva. Aghori telah mengotori kesucian para
pemuja Shiva. Dalam sebuah video yang sangat menggetarkan jantung,
ketika dua orang Aghori memotong-motong mayat, mulut mereka tidak henti
berdendang melagukan lagu-lagu pujian terhadap dewa Shiva.
Mereka walau
tidak diakui sebagai umat Hindu secara umum, namun sejatinya mereka
adalah penyembah Shiva. Simbol trisula yang menjadi andalan kaum
Aghoripun merupakan ciri khas Dewa Shiva. Selanjutnya dalam
kepercayaannya Aghori percaya bahwa dasar utama agama mereka adalah :
Shiva yang bertanggung jawab atas segala apa yang terjadi dan apa yang
ada di dunia ini. Dan dunia ini harus sempurna selanjutnya jika
seseorang tidak mempercayai kesempurnaan hidup berarti juga mereka
meng-anulkan segala 'kesucian' atau bahkan terhadap Dewa sendiri.
Post Script . The Aghoris of Northern India consume the flesh of the dead
floated in the Ganges in pursuit of immortality and supernatural powers.
Members of the Aghori drink from human skull and practice cannibalism
in the belief that eating human flesh confers spiritual and physical
benefits, such as prevention of aging...(dikutip dari
Wikipedia/cannibalism)
Salam manis,
Dear AsMods/TA dan kokiers dimanapun anda berada, salam damai dari Oz Note : Tulisan berikut lahir dari ide salah seorang
kokier Kleine...thanks for giving me the idea. Artikel berikut tidak
bertujuan apapun selain sharing informasi. Mohon maaf jika ada
kesalahan.