2 Orang Pemuda perkosa Kambing di Mozambik

Written By Unknown on Sabtu, 21 April 2012 | 09.09

Seorang peternak mengeluh jika kambing miliknya telah diperkosa oleh 2 orang pemuda di desanya. Insiden yang terjadi di wilayah pinggiran kota Mbucuta, Mozambik itu sontak membuat heboh kota tersebut. Sebelumnya dua pemuda yang menjadi tersangka tersebut kedapatan tengah melakukan aktivitas seks dengan kambing milik peternak tersebut.

Polisi sendiri menangkap basah aksi kedua pemuda yang sepertinya sudah dipenuhi nafsu itu. “Salah seorang pemuda itu ditemukan dalam keadaan telanjang dan sedang memegang kepala kambing.Sementara seorang lainnya sedang melakukan seks dengan binatang tersebut.”


Menurut laporan Radio Mozambik. Jaksa wilayah yang menangani kasus unik ini, Leonides Mapasse menyatakan, jika kedua pemuda kemungkinan besar akan menghadapi pengadilan atas tuduhan perlakuan tidak senonoh.

Sementara pemilik kambing sendiri berencana untuk melayangkan tuntuntan resmi atas kasus ini. Tidak hanya itu, pemilik juga menuntut kedua pemuda tersebut membayar ganti rugi sekaligus melakukan tradisi pengganti pernikahan berupa “Lobolo”. Tradisi ini berarti membayar sejumlah uang atas tindakan perkosaan yang telah mereka lakukan.
09.09 | 0 Komentar | Read More

Kisah Soeratin, Bapak dan Pendiri PSSI yang Rela Hidup Miskin


BATU nisan tua di Kompleks Pemakaman Umum Muslim Sinaraga Bandung, Jawa Barat, itu tampak tenang dan membisu. Semilir angin menambah sejuk suasana di Blok A TPU di kota berpenduduk sekitar dua setengah juta jiwa tersebut. Rindangnya pohon di pojok makam seakan melindungi jasad pahlawan di dalam kotak batu berukuran 2 x 1,8 meter yang dikelilingi pagar hitam.

Di tempat itulah, Ir Soeratin Sosrosoegondo beristirahat dengan tenang. Kisah hidup pendiri sekaligus Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Indonesia (PSSI) pertama itu memang penuh keprihatinan. Ia harus rela hidup dalam kesulitan ekonomi hingga akhir hayat. Untuk menebus obat, ia pun harus menelan ludah bulat-bulat. Tidak ada yang dia tinggalkan, kecuali organisasi yang sangat dicintai, yakni PSSI. Organisasi besar yang menjadi media perjuangan bangsa, tapi kini seolah menjadi ajang politisasi para generasi pengurus yang tinggal mengunduh hasilnya.



Lahir di Yogyakarta pada 17 Desember 1898, Soeratin besar di lingkungan terpelajar. Ayahnya, R Sosrosoegondo, yang juga penulis buku Bausastra Bahasa Jawi, adalah guru pada Kweekschool. Istrinya, RA Srie Woelan, adalah adik kandung dari salah satu pendiri Budi Utomo, Dr Soetomo. Soeratin pun merintis pendidikannya dengan cukup serius.

Tamat dari Koningen Wihelmina School (KWS) di Jakarta pada 1920, Soeratin melanjutkan pendidikannya di sekolah tinggi teknik di Hecklenburg, Jerman. Tujuh tahun menimba ilmu di negeri seberang, ia kemudian kembali ke Tanah Air dengan gelar insinyur sipil pada 1928.

Dengan gelar itu, karier Soeratin bisa dibilang cukup sukses karena merupakan satu-satunya pribumi yang memiliki posisi tinggi dalam perusahaan konstruksi milik Belanda, bernama Bouwkundig Bureu Sitsen en Lausada di Yogyakarta. Digaji tinggi sebesar 1.000 gulden, ia juga beberapa kali turut andil dalam membangun beberapa infrastruktur di Nusantara, seperti membangun jembatan dan gedung di Tegal dan Bandung.


Jajaran Pengurus Pusat Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) dan Pengprov PSSI Jabar, serta keluarga besar Almarhum Ir. Soeratin Sosrosoegondo melakukan ziarah ke makam pendiri PSSI pertama itu, yang terletak di Kompleks Taman Pemakaman Umum (TPU) Sirnaraga, di Jln Padjadjaran Bandung, Rabu (18/04) siang. Ziarah ke makam pendiri PSSI pertama tersebut, dalam rangka mengisi kegiatan Ulang tahun PSSI ke 82 yang jatuh pada 19 April.

Ketua Umum PSSI versi KLB Jakarta, La Nyalla Mattalitti berziarah ke makam pendiri PSSI, Soreatin Sosrosoegondo di TPU Sirnaraga, Bandung, Kamis, 19 April 2012. Ini adalah rangkaian peringatan HUT PSSI ke-82 yang bertepatan jatuh pada hari ini.

Berjuang
Soeratin juga rajin ikut berorganisasi. Dalam sejumlah pertemuan dengan kelompok pemuda yang ingin mencari cara bebas dari belenggu kolonial, ia dikenal sebagai sosok yang mempunyai nasionalisme tinggi. Di tengah semangat Sumpah Pemuda yang menggelora, Soeratin berpikir keras mencari cara menyatukan Nusantara yang sudah terpecah belah karena taktik devide et impera milik Belanda.

Pada awal 1930, Soeratin akhirnya mempunyai gagasan cemerlang, yaitu menggalang semangat nasionalisme dengan cara berbeda. Ia berpendapat bahwa kehormatan bangsa bukan cuma urusan perang senjata semata, tetapi juga bisa disalurkan melalui olahraga yang begitu digandrungi di Eropa, bernama sepak bola.

Atas dasar ide itulah, pada 19 April 1930, dibentuk Persatoean Sepakraga Seloeroeh Indonesia (sekarang PSSI) sebagai realisasi konkret Sumpah Pemuda. Di saat iparnya, Dr Soetomo, mengelilingi Pulau Jawa untuk menekankan pentingnya pendidikan yang pada akhirnya menghasilkan berdirinya Budi Utomo, Soeratin juga melakukan pertemuan dengan sejumlah tokoh sepak bola pribumi di Solo, Yogyakarta, Magelang, Jakarta, dan Bandung.

Dalam kongres pertama di Societit Hadiprojo, Yogyakarta, yang diikuti tujuh pengurus klub pribumi, di antaranya VIJ Jakarta (Voetbalbond Indonesche Jakarta), BIVB Bandung (Bandoeng Inlandsche Voetbal Bond), IVBM (Indonesche Voetbalbond Magelang), MVB (Makassar Voetbal Bond), SIVB (Soerabhaiasche Indonesische Voetbal Bond), VVB (Vorstenlandsche Voetbal Bond), dan PSIM (Yogyakarta), Soeratin ditunjuk sebagai Ketua Umum pertama PSSI. Seiring perjalanannya, ia pun terus dipilih menjadi ketua umum selama 11 kali berturut-turut hingga periode 1940.

Pilihan
Kegiatan mengurusi PSSI yang cukup sibuk dengan digulirkannya beberapa kompetisi rutin sejak 1931, pada akhirnya membawa Soeratin pada sebuah pilihan. Kinerjanya di perusahaan konstruksi milik Belanda mengendur. Kondisi itu memang bukan situasi sederhana. Meninggalkan pekerjaan tidak hanya membuat Soeratin kehilangan asupan finansial bagi diri dan keluarganya, tetapi juga akan dapat berimbas pada pasokan dana bagi kegiatan PSSI berkurang.

Namun, karena kecintaan pada sepak bola itulah Soeratin, yang memiliki semangat nasionalisme yang tinggi, akhirnya bertaruh untuk memutuskan keluar dari perusahaan tersebut dan lebih memilih mendirikan usaha sederhana sendiri. Padahal, gajinya di perusahaan itu sangat besar dan memantapkan posisinya sebagai priayi.

Di titik inilah, pertaruhan antara nasionalisme dan materi terjadi dalam kehidupan Soeratin. Hanya satu yang jadi tujuan bagi Soeratin, yakni agar Nusantara melalui sepak bola tak menjadi pecundang di antara sejumlah negara besar di dunia.

Pilihan itu tepat, karena pada akhirnya Nusantara mampu berbicara di tingkat dunia, melalui keikutsertaannya di Piala Dunia 1938 di Perancis. Sejumlah negara seperti Jepang, China, Hongkong, hingga dataran Korea pun bertekuk lutut oleh talenta Indonesia yang waktu itu masih memakai nama East Indies. Nusantara kemudian dapat unjuk gigi di pentas dunia, karena mampu menjadi pionir bagi Asia untuk mengenal sepak bola.

Pada 1940, Soeratin pindah tugas ke kampung halamannya di Bandung dan jabatannya sebagai Ketua PSSI diambil alih oleh Artono Martosoewignyo. Ketika itu, kehidupan Soeratin menjadi serbasulit. Rumahnya sempat diobrak-abrik tentara Belanda, karena aktif dalam Tentara Keamanan Rakyat (TKR) yang dianggap musuh oleh Belanda.

Pengabdian Soeratin bagi bangsa pun masih besar di hari tuanya. Ia menyanggupi permintaan Ir Djoeanda untuk memimpin Djawatan Kereta Api (DKA) pada 1949. Akan tetapi, dengan tubuh yang semakin renta, pekerjaan itu sedikit berat. Apalagi, ketika itu perjuangan fisik melawan Belanda terus terjadi. Setelah sekian lama sakit dan tidak mampu menebus obat, Soeratin meninggal dunia pada 1 Desember 1959 dalam kemiskinan.

Hidup tenang
Tahun ini, sudah 52 tahun Soeratin meninggalkan kita, dan selama 82 tahun juga PSSI telah menjadi bagian dari kehidupan sejarah panjang Indonesia. Meskipun pada akhirnya, dewasa ini berbagai persoalan dan konflik tidak kunjung berhenti menghinggapi salah satu organisasi yang paling dicintai publik sepak bola tersebut. Perseteruan PSSI dan Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI) seperti telah membuat mati warisan sejarah emas delapan dekade silam.

Soeratin memang sempat meramalkan bahwa PSSI tidak pernah lepas dari persoalan, karena setiap kepengurusan pasti mempunyai pandangannya masing-masing. Tetapi, alangkah baiknya semangat persatuan dan kesatuan harus tetap menjadi jati diri atau identitas PSSI. Alangkah bijaknya jika kedua pengurus yang bertikai itu sadar bahwa sepak bola adalah harga diri bangsa.

Soeratin tidak pernah meminta kekayaan meski harus mati dalam kemiskinan. Tak pernah pula, Soeratin memproklamasikan diri sebagai pahlawan. Ia hanya ingin memperjuangkan semangat puluhan juta pemuda Nusantara demi meraih kewibawaan dan harga diri Indonesia. Ia ingin memberi dan mengalirkan gagasan agar makna sesungguhnya dalam sepak bola dapat jadi warisan emas bagi anak cucu bangsa.

Kini, di tengah kisruh dan kekacauan akibat ulah kedua pengurus itu, Soeratin seakan menepi. Sudah sepantasnya sang pahlawan kini hidup tenang oleh kedamaian karena tidak harus menjadi saksi hidup perseteruan PSSI dan KPSI. Kesederhanaan dan jiwa nasionalismenya itu sepertinya sudah cukup mewarisi kekalnya kisah indah sepak bola yang melahirkan kebanggaan tersendiri bagi bangsa Indonesia.

Terima kasih Ir Soeratin. Semoga kebesaran PSSI bisa menyadarkan sejumlah pengurus yang hanya mementingkan citra dan jabatan semata. Satu hal pasti bahwa namamu akan tetap harum dalam makam yang kaya akan sejarah emas sepak bola Indonesia.

Engkau memang sudah tiada. Tetapi, karyamu tetap menjadi inspirasi dan semangat untuk mengangkat kebesaran bangsa lewat sepak bola. Sayang, inspirasi dan warisan besar itu seolah dilupakan oleh pihak-pihak bertikai di tubuh sepak bola saat ini dengan tujuan yang tak jelas arahnya. Bagi mereka, warisanmu sudah mati, karena hati nurani mereka juga sudah mati.
09.04 | 0 Komentar | Read More

Jadwal dan Klasemen (LSI) Liga Super indonesia dan (LPI) Liga Prima Indonesia Sabtu Minggu 21-22 April 2012

Jadwal dan Klasemen (LSI) Liga Super indonesia dan (LPI) Liga Prima Indonesia

Klasemen ISL 2011/12
NoTeamMMSKSGN
1SRIWIJAYA FC17113339-1636
2PERSIPURA18106232-1936
3PERSIWA1794430-2131
4PERSELA1877427-2028
5PERSIJA1776427-1327
6MITRA KUKAR1893631-2427
7PERSIB1774621-2525
8PELITA JAYA1773732-2824
9PERSIBA1765626-3123
10PERSISAM1865724-2323
11PSMS1857623-2422
12PERSIDAFON1864829-4122
13PSPS1863926-2921
14GRESIK UNITED1762922-3520
15PSAP1746718-2518
16PERSIRAM20461022-3518
17DELTRAS17431017-2615
18AREMA INDONESIA1735919-3014
Jadwal Pertandingan ISL
15.30 WIB Persiram vs Arema
15.30 WIB  Persiba Balikpapan vs PSPS Pekanbaru
18.30 WIB  Persela Lamongan vs Persib Bandung

Minggu, 22 April 2012
15.30 WIB  Gresik United vs Persija jakarta
18.30 WIB Mitra Kutai Kartanegara vs Sriwijaya FC
Hasil Pertandingan ISL
Jumat, 30 Maret 2012
Persiram vs Persiba 1-0 (Gol: 1-0 Jean Paul Casimir Boumsong; KK: Gideon Way, Aliazer Thoncy Elthon Maran (Persiram), Absor Fauzi, Tomislov Labudovic (Persiba); KM: -; Wasit: Setiyono; Stadion: Wombik;Penonton: 4120)
PSMS vs Persija 3-3 (Gol: 1-0 Osas Marvelous Ikpefua Saha 5', 1-1 Bambang Pamungkas 44', 1-2 Bambang Pamungkas 50', 1-3 Bambang Pamungkas 71', 2-3 Osas Marvelous Ikpefua Saha 74', 3-3 Nico Malau 89'); KK: Anton Samba (PSMS), Rahmat Afandi, Pedro Javier, Fabiano Beltrame, Hasyim Kipuw (Persija); KM: -; Wasit: Najamuddin Aspiran; Stadion:Baharoeddin Siregar; Penonton: 12456)
PSAP vs PSPS 3-2 (Gol: 0-1 M. Isnaini 13', 1-1 Abdul Faisal 14', 1-2 Herman Dzumafo, 2-2 Camara Sekou 71', 3-2 Camara Sekou 78'); KK: Muhammad Ali (PSAP), Ali Khaddafi (PSPS); KM: -; Wasit: Yandri;Stadion: Kuta Asan; Penonton: 3653)
Kamis, 29 Maret 2012
Arema vs Persiwa 2-1 (Gol: Ferry Aman Saragih 5', Marcio Souza 50' pen; Boakay Eddy Foday 63'; KK:Kim Yong Hee (Arema), Pieter Romaropen, Onorionde Kughegbe (Persiwa); KM: -; Wasit: Suharto; Stadion:Kanjuruhan; Penonton: 5355)
Rabu, 28 Maret 2012
Persela vs Persipura 0-0 (Gol: -; KK: Jemmy Suparno (Persela), Victor Pae (Persipura); KM: -; Wasit: Dodi Setia Purnama; Stadion: Surajaya; Penonton: 10098)

Selasa, 27 Maret 2012
PSMS vs PSPS 3-1 (Gol: 1-0 Osas Marvelous Ikpefua 18', 2-0 Osas Marvelous Ikpefua 29', 3-0 Luis Pena 45+', 3-1 Zaenal Arief 86'; KK: Zaenal Arif, Ali Khaddafi (PSPS); KM: Dedi Gusmawan (PSPS); Wasit: Djumadi Effendi; Stadion: Teladan; Penonton: 10451)

Persiram vs Mitra Kukar 2-1 (Gol: 1-0 Elthon Maran 40', 1-1 Zulham Zamrun 52', 2-1 Elthon Maran 68'; KK:Ari Kurniawan (Persiram), Saiji Kaneko (Mitra Kukar;KM: -; Wasit: Maslah Iksan; Stadion: Wombik;Penonton: 4580)
Minggu, 25 Maret 2012
Persela vs Persiwa 2-2 (Gol: 0-1 Erick Weeks Lewis 4', 1-1 Mario Costas 11', 2-1 Mario Costas 28', 2-2 Jaelaniu Arey 69'; KK: Gustavo Lopez (Persela), Foday Boakay Eddy, Firli Apriansyah, Taufik Soleh, Erick Weeks Lewis, Shibakoya Yuichi; KM: -; Wasit: Najamuddin Aspiran; Stadion: Surajaya; Penonton: 10000)
PSAP vs Persija 1-0 (Gol: 1-0 Fery Komul 59';KK:Hendra Syahputra, Fakrurrazi (PSAP), Johan Juansyah (Persija); KM: -; Wasit: Aeng Suarlan;Stadion: Kuta Asan; Penonton: 5475)
Arema vs Persipura 1-2 (Gol: 0-1 Zah Rahan Krangar 6', 1-1 Firmansyah Aprillianto 48', 1-2 Alberto Goncalves 92'; KK: Marcio Souza, Boy Jati Asmara (Arema), Ortizan Sollosa, Imanuel Wanggai, Bio Paulin, Yohanis Tjoe (Persipura); KM: -; Wasit: Thoriq M Alkatiri; Stadion: Kanjuruhan; Penonton: 11207)
Sabtu, 24 Maret 2012
Persiba vs Persib 2-1 (Gol: Aldo Bareto 65', 66'; Airlangga 71; KK: Supriyadi, Aldo Bareto, Asri Akbar, Shoehei Matsunaga (Persiba), Maman Abdurahman, Abanda Herman; KM: Maman Abdurahman; Wasit:Suharto; Stadion: Persiba; Penonton: 4392)
Persegres vs Pelita Jaya 1-6 (Gol: Gaston Castano 42'pen; Greg Nwokolo 12', 56', Safee Sali 16', 61', 75', 92'; KK: Kacung Khoirul Munib, Gaston Castano (Persegres), Stanislav Zhekov, Greg Nwokolo, Engelberd Sani 76', Dedi Kusnandar (Pelita Jaya);KM: -; Wasit: Hamsir; Stadion: Petrokimia; Penonton:23400)
Kamis, 22 Maret 2012
Persisam vs Deltras 1-1 (Gol: 0-1 M. Fakhrudin 38', 1-1 Cristian Gonzales 92'; KK: Cristian Gonzales, Arifki Eka Putra (Persisam), Waluyo, Beny Wahyudi, Ahmad Maulana Putra (Deltras); KM: -; Wasit: Yandri; Stadion: Segiri; Penonton: 13254)
Rabu, 21 Maret 2012
Mitra Kukar vs Persidafon 0-1 (Gol: 0-1 Yohanes Pahabol 54'; KK: Ardan Aras (Mitra Kukar), Lukas Rumkabu, Frangky Amo (Persidafon); KM: -; Wasit:Novari Ikhsan Arilaha; Stadion: Aji Imbut; Penonton:4273)
Senin, 19 Maret 2012
Persegres vs Persib 2-0 (Gol: 1-0 Gaston Castano 49', 2-0 Uston Nawawi 65'; KK: Gustavo Chena, Wismoyo Widhistio (Persegres), Zulkifli Syukur (Persib); KM: -; Wasit: Maslah Iskan; Stadion: Petrokimia; Penonton: 20350)
Minggu, 18 Maret 2012
Persiba vs Pelita Jaya 1-1 (Gol: 1-0 Aldo Baretto 3', 1-1 Greg Nwokolo 37'; KK: Asri Akbar, Ahmad Sembiring, Kenji Adachihara (Persiba), Edi Hafid Murtado, Victor Igbonefo, Egi Melgiansyah, Safee Sali, Stanislav Zhekov (Pelita Jaya); KM: -; Wasit: Adi Riyanto; Stadion: Persiba; Penonton: 3279)
Persisam vs Persidafon 3-0 (Gol: 1-0 Cristian Gonzales 48', 2-0 Johan Yoga Utama 60', 3-0 Cristian Gonzales 79'; KK: Djayusman Triasdi, Joko Sidik Fitra Yono, Dias Angga Putra (Persisam), Itimi Dickson Edhefere, Samuel Rumkabu (Persidafon); KM: -;Wasit: Ahmad Suparman; Stadion: Segiri; Penonton:12375)
Sabtu, 17 Maret 2012
Mitra Kukar vs Deltras 1-0 (Gol: 1-0 Jajang Mulyana 24'; KK: Lee Saong Min (Mitra Kukar), Shin Hyun Joon (Deltras); KM: -; Wasit: Dodi Setya Purnama; Stadion: Aji Imbut; Penonton: 5732)
Sriwijaya FC vs Persiram 1-0 (Gol: 1-0 Hilton Moreira 74'; KK: Syamsul Bachri Haeruddin, Achmad Jufriyanto, Thierry Gathussi, Im Junsik (Sriwijaya FC), Kubay Quaivan, Steevans Raynold, Hendambo, Sa'Anun Al Qadry (Persiram); KM:-; Wasit: Oki Dwi Putra Senjaya; Stadion: Gelora Sriwijaya; Penonton:29734)
Kamis, 15 Maret 2012
Persib vs Arema 2-0 (Gol: 1-0 Miljan Radovic 19', 2-0 Jajang Sukmara 76'; KK: Jajang Sukmara, Sakyi Moses (Persib), Boy Jati Asmara, Pierre Patrick Semme, Munhar, Kim Yong Hee (Arema); KM: Pierre Patrick Semme (Arema); Wasit: Yandri; Stadion: Si Jalak Harupat; Penonton: 20887)
Rabu, 14 Maret 2012

Pelita Jaya vs Persela 1-0 (Gol: 1-0 Greg Nwokolo 45'; KK: Jemmy Suparno, Dhanu Rosadhe; KM: -;Wasit: Maslah Iskan; Stadion: Singaperbangsa;Penonton: 5027)
Selasa, 13 Maret 2012

Persija vs Persegres 2-0 (Gol: 1-0 Pedro Javier 89', 2-0 Bambang Pamungkas 90+'; KK: Fabiano Beltrame (Persija), Uston Nawawi, Ade Suhendra, Hery Prasetyo (Persegres); KM: -; Wasit: Thoriq M Alkatiri; Stadion: Utama Gelora Bung Karno; Penonton: 17650)
Pencetak Gol ISL
15 Gol - Keith Jerome Kayamba Gumbs (Sriwijaya FC)
12 - Mohd. Safee bin Mohd Sali (Pelita Jaya)
11 - Hilton Thon Mauro Moreira (Sriwijaya FC), Bambang Pamungkas (Persija)
10 - Cristian Gonzales (Persisam), Mario Alejandro Costas (Persela), Alberto Goncalves Da Costa (Persipura)
9 - Aldo Barreto (Persiba), Herman Dzumafo Epandi (PSPS), Patrich Wanggai (Persidafon), Gaston Castano (Persegres), Greg Nwokolo (Pelita Jaya), Jean Paul Casimir Boumsong (Persiram).
Klasemen IPL 2011/12
NoTeamMMSKSGN
1SEMEN PADANG1256121-1121
2PERSIBO1262416-1220
3PERSEBAYA1161414-1019
4PSM1254318-1719
5PERSIBA BANTUL1153313-1018
6PERSEMA1152416-1717
7PERSIJA1235417-1714
8PERSIRAJA1235414-1714
9PERSIJAP1234510-1813
10AREMA1033416-1412
11BONTANG FC1024410-1210
12PSMS1113710-206
Jadwal Pertandingan IPL
Sabtu, 7 April 2012
Bontang FC vs Persiba Bantul
Persija vs Persiraja
 (Live MNC TV 15.30)

Minggu, 8 April 2012
Persebaya vs PSMS (Live RCTI 15.30)
Persibo vs Semen Padang

Senin, 9 April 2012
Persijap vs PSM (Live Global TV 19.00)
Hasil Pertandingan IPL
Senin, 26 Maret 2012
Persema vs Arema 1-0 (Gol: 1-0 Kim Jeffri Kurniawan 79')
Sabtu, 24 Maret 2012
PSM vs Persijap 3-0 (Gol: 1-0 Ilija Spasojevic 5' pen, 2-0 Ilija Spasojevic 69', 3-0 Ilija Spasojevic 73')
Minggu, 18 Maret 2012
PSMS vs Semen Padang 1-1 (Gol: 0-1 Elie Aiboy 4', 1-1 Ahn Hyo Yeon 62' )
Sabtu, 17 Maret 2012
Bontang FC vs Persebaya 3-4 (Gol: 0-1 Fernando Soler 8', 1-1 Kande Lansana 22', 1-2 Otavio Dutra 33', 2-2 Camara Fassawa 48', 2-3 Fernando Soler 58', 3-3 Camara Fassawa 74', 3-4 Feri Ariawan 81')
Arema vs PSM 4-0 (Gol: 1-0 Andrew Nikolas Barisic 23', 2-0 Roman Chamelo 38', 3-0 Talaohu Abdul Mushafry 65', 4-0 I Ketut Mahendra 70')
Pencetak Gol IPL
7 Gol - M. Nur Iskandar (Persibo), Emil Bertrand Mbamba (Persema)
6 - Edward Wilson Junior (Semen Padang)
5 - M. Rahmat (PSM Makassar), Ilija Spasojevic (PSM Makassar), Ferdinand Sinaga (Semen Padang), Talaohy Abdul Musafry (Arema), Camara Fasawa (Persijap)
4 - Samsul Arif (Persibo), Jecky Pasarella (PSMS), Ugiek Sugiyanto (Persiba), Julio Lopez (Persijap), Roman Chamelo (Arema)
3 - Abdul Musawwir (Persiraja), Emanuel De Porras (Persija), Irfan Bachdim (Persema), Vendry Mofu (Semen Padang), Sansan Fauzi Husaeni (Persija).
08.47 | 0 Komentar | Read More
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...