Profil Abraham Samad Ketua KPK Yang Baru

Written By Unknown on Sabtu, 03 Desember 2011 | 01.13

Abraham Samad
Abraham Samad mengalahkan empat pimpinan KPK dalam Pemilihan Ketua KPK yang baru, yakni Bambang Widjojanto (4 suara), Busyro Muqoddas (5 suara), Adnan Pandu Praja (1 suara), dan Zulkarnain (3 suara).

Abraham Samad adalah pimpinan KPK paling muda. Dia berusia 45 tahun, lahir di Makassar, Sulawesi Selatan. Abraham menyelesaikan pendidikan hukum strata satu hingga strata tiga di Universitas Hasanuddin, Makassar.

Di Makassar, Samad dikenal sebagai aktivis antikorupsi. Dia penggagas sekaligus Koordinator Anti Corruption Committee di Sulsel. Salah satu kasus korupsi yang pernah dia bongkar yakni kasus yang melibatkan wali kota Makassar.

Akibat langkahnya itu, rumah serta usaha milik istrinya pernah dirusak sekelompok orang. Selain sebagai aktivis, dia juga berkarier sebagai advokat. Dia telah menanggalkan profesinya itu ketika mendaftar di panitia seleksi calon pimpinan KPK.

Selama uji kepatutan dan kelayakan, Abraham satu-satunya calon yang berani berjanji akan mundur tanpa didesak jika satu tahun kepemimpinannya dianggap gagal. "Saya enggak perlu diminta turun (sebagai pimpinan). Satu tahun enggak bisa apa-apa saya akan mundur," kata Samad berapi-api.

Dia juga satu-satunya calon pimpinan yang berani menggunakan kata-kata yang keras ketika uji kelayakan dan kepatutan, seperti kata "libas" dan "gantung".

Perbedaan Abraham dengan calon pimpinan yang lain yakni dia berani mengkritik keras pansel capim KPK atas pemeringkatan delapan capim. Dia di tempatnya di posisi kelima oleh pansel. "Itu penghinaan yang luar biasa," ujar Samad.






 

Profil dan Biodata Abraham Samad
  • Nama   :Dr. Abraham Samad, SH.
  • Tempat Kelahiran :Makassar, Sulawesi Selatan
  • Tanggal lahir : 27 November 1966 (44 th)
Menyelesaikan jenjang pendidikan hukum dari Strata 1 hingga Strata 3 di Universitas Hasanuddin. Di Unhas, ia meraih gelar doktor pada 2010.

Sejak 1996 sampai sekarang, Abraham Samad masih berkarir sebagai advokat. Namun, ia termasuk pengacara dengan latar belakang LSM. Sebab, Abraham adalah seorang penggagas sekaligus Koordinator ACC (Anti Corruption Committee) di Sulsel. Di LSM itu, ia sangat fokus dalam mendorong terciptanya sistem pemerintahan yang baik serta sistem pelayanan publik yang maksimal dengan sasaran pemberantasan korupsi.



Sosok Advokat Pejuang Keadilan

Saat itu usia Abraham Samad baru saja menginjak sembilan tahun, ketika ayahnya, Andi Samad, seorang tokoh pejuang kemerdekaan '45 berpulang ke Rahmatullah. Memang tak ada yang lebih mennyedihkan ketika harus menghadapi sebuah kenyataan pahit bahwa seorang yang selama ini menjadi penopang hidup keluarga telah dipanggil oleh sang pencipta.

Lahir pada tanggal 27 November 1967, di Makassar, Abraham Samad tumbuh dalam
pengasuhan ibunya. Sebagai anak yang sejak kecil ditinggal ayahnya, Abraham memang menjadi sangat terikat secara emosional dengan sang ibu. Hubungan ini demikian kuat. Bahkan bagi Abraham, sosok ibunyalah yang senantiasa menjadi pilar dalam menuntut hidupnya.

Setelah menyelesaikan pendidikan dasarnya, Abraham Samad kemudian melanjutkan ke Sekolah Menengah Pertama (SMP) Nasional, Makassar, tahun 1980. Disekolah ini, Abraham semakin tumbuh dalam pribadi yang sangat kritis. Sikap kritisnya ini kemudian tercermin dari sifatnya yang sangat tidak nyaman terhadap proses ketidakadilan yang dijumpainya. Inilah saat-saat di mana Abraham mulai membentuk wataknya yang tidak mengenal kompromi terhadap apa yang dianggapnya sebagai penyimpangan.

Pribadi ini kemudian berlanjut dan memperoleh ruang pertumbuhannya ketika ia memasuki Sekolah Menengah Atas (SMA) Katolik Cendrawasih, Makassar, tahun 1983. Saat itu Abraham terbilang populer diantara kawan-kawannya. Jiwanya yang kritis dan memberontak ini sering meledak dalam dirinya, membuat Abraham seringkali terlibat perkelahian antara sesama siswa (tawuran), hanya karena keinginan membela kawan-kawannya. Sikap kesetiakawanan ini menjadikan Abraham dijadikan tempat mengadu kawan-kawannya yang sedang terlibat masalah.

Setelah menyelesaikan studinya di Sekolah Menengah Atas (SMA) tahun 1987, Abraham kemudian melanjutkan studinya di perguruan tinggi. Pilihannya saat itu cuma satu, Fakultas Hukum sebagaimana yang memang menjadi keinginannya sejak kecil. Abraham pun mendaftar di Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin dan diterima di sana. Memasuki dunia kampus, bagi Abraham seperti menemukan tempatnya untuk mengaktualisasikan diri.

Setelah menyelesaikan studinya di Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar tahun 1992, Abraham sedikit goyah dalam penentuan karir profesi yang akan digelutinya kelak. Pada satu sisi, ia sangat berkeinginan untuk menekuni profesi advokat, karena pada dunia inilah ia bisa melakukan pengabdian untuk melakukan pembelaan terhadap orang-orang yang hak-haknya terlanggarkan serta dirugikan sesuai dengan pangilan hatinya. Namun di sisi lain, ibunya lebih mengharapkan agar Abraham untuk menjadi seorang Birokrat.

Namun sebelum benar-benar terjun pada profesi advokat, Abraham memulainya dengan magang terlebih dahulu. Agaknya, ada hal-hal tertentu yang selalu saja menggelisahkan hati Abraham sejak pertama kali menjejakkan kakinya dalam belantara penegakan hukum di Indonesia. Kegeliasahan tersebut semakin lama semakin membesar ketika ia semakin memahami bahwa sistem hukum Indonesia belum berjalan sebagaimana mestinya.

Ada suatu kasus yang ditangani oleh Abraham Samad yaitu kasus bom Makassar beberapa tahun lalu. Sejak saat itu, Abraham terlihat semakin aktif dalam melakukan pembelaan terhadap korban perlakuan tidak adil dengan isu teroris yang saat itu sangat sensitif dan cenderung dihindari oleh para advokat lain.

Sebagai seorang praktisi hukum sekaligus tokoh pejuang anti korupsi, Abraham sangat prihatin terhadap fenomena budaya korupsi yang merajalela di negeri ini. Dalam pandangannya, dunia hukun dan peradilan di Indonesia sudah sangat terkontaminasi oleh perilaku korupsi ini. "Para penegak hukum, termasuk para advokat saat ini telah menjadi bagian dari mata rantai korupsi itu. Inilah yang menjadikan sistem peradilan kita mengalami proses pengeroposan, dimana budaya korupsi ini secara langsung menyebabkan perlakuan terhadap rakyat kecil menjadi sampai tidak adil", papar Abraham.

"Dengan demikian, lanjut Abraham, apapun bentuk program yang akan dijalankan untuk mengeliminir kecenderungan budaya perilaku korup ini, bila mafia hukum dan peradilan tidak diberantas, maka semua itu tak akan ada gunanya". Namun sampai saat ini, Abraham sama sekali tidak melihat adanya upaya tersebut.
01.13 | 2 Komentar | Read More

Ternyata Ada Persamaan Antara Wilders, MUI dan FPI

Geerts Wilders
AMSTERDAM (Pos Kota ) – Ternyata ada persamaan antara Geerts Wilders, MUI dan FPI. Sama-sama membenci Greenpeace, dan meminta LSM lingkungan itu diusir dari negeri masing-masing, yakni Belanda dan Indoenesia.

Geerts Wilders, 48, dari Partai Kebebasan alias Partij Voor de Vrijheid ( PVV), yang anti Islam, baru-baru ini bersuara lantang : Usir Greenpeace dari Belanda! Alasannya, Greenpeace menghalangi proyek pusat listrik berkekuatan batubara.

Pernyataan lantang terbarunya itu menambah panjang daftar musuh bagi politisi berambut pirang buatan, yang dalam tubuhnya mengalir darah wanita kelahiran Sukabumi ini. Yakni mereka yang harus diusir dari negerinya.

Semenjak awal Geerts Wilders tanpa bahasa diplomasi mengecam dan menyerang Islam. Menggunakan ungkapan-ungkapan yang menghina Islam dan menghina pemakai jilbab.
Usulannya mewajibkan bayar pajak bagi pemakai jilbab dengan istilah buatannya sendiri “pajak gombal” (kopvoddentax) membuat murka banyak orang termasuk sejumlah anggota parlemen.

BIKIN MALU
Berbagai lapisan masyarakat Belanda malu punya tokoh politik seperti Wilders yang bermulut kasar. Lebih dari itu, sikap anti Islam dan anti migran membuat Belanda berubah dari negara toleran menjadi negara kuper. PVV menolak dan mengusir semua yang tidak sejalan dengan norma-norma yang menurut mereka tidak lumrah di Belanda.

Tokoh partai populis PVV ini menyebut kepedulian sosial dan kesadaran bermasyarakat partai-partai kiri seperti GroenLinks (Kiri Hijau) sebagai “hobi kaum kiri”. Meminjam istilah hobi yang diucapkannya, maka tidak salah melihat Wilders punya hobi menghina.

“Kreativitasnya mencari kata-kata nyelekit, layak dapat acungan jempol, “ tulis Radio Belanda, RNW.
“Tingkatkan keamanan, turunkan jumlah migran! “ Begitu salah satu slogan partainya Wilders melalui acara televisi Belanda. Ia mengatakah hal itu seraya berdiri di muka sebuah masjid besar di salah satu kota di Belanda.

Jelas, ini peringatannya pada publik Belanda agar waspada terhadap para pendatang Islam.

Wilders, kelahiran 6 September 1963 ini, juga anti Dwikewarganegaraan. Dengan kata-katanya yang pedas, sutradara film Fitna – yang menghebohkan dunia Islam – ini membuat Nebahat Albayrak, tokoh dan anggota parlemen dari partai buruh PvdA berdarah Turki yang berkewarganegaraan Belanda dan Turki, ternanar.

DILARANG MASUK

Selain menjaga perbatasan Uni Eropa, PVV-nya Wilders, bagaikan Satpam galak menjaga perbatasan Belanda. Belakangan PVV ingin mengusir Greenpeace dari Belanda. Pasalnya organisasi lingkungan ini merintangi pembangunan pusat listrik tenaga batu bara di Belanda.

Sylvia Borren, direktur Greenpeace yang berkantor di Amsterdam heran betul. PVV adalah singkatan Partij Voor de Vrijheid, artinya partai kebebasan. Artinya bebas pula mengemukakan pendapat. Mengapa ingin membungkam Greenpeace?

Bukan hanya di Belanda saja nasib Greenpeace lagi sial. Niat Direktur Eksekutif Greenpeace John Bernard Sauven dari Inggris ke Indonesia, terhenti di imigrasi bandara. Kakinya belum sampai memijak aspal Jakarta, ia langsung diterbangkan pulang.

Greenpeace memang lantang mengutarakan pendapat, tidak kalah dari Wilders dan PVV-nya. Partai yang sekarang mau mengusir LSM lingkungan itu dari Belanda.
INDONESIA
Di Indonesia, nasib Greenpeace pun tidak lebih baik. Banyak juga pihak yang mau mengusir mereka dari Indonesia. Front Pembela Islam (FPI) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga ingin mengusir Greenpeace.

Pasalnya Greenpeace mendapat dana hasil undian di Belanda.

Walhasil, PVV di satu pihak, MUI dan FPI di pihak lain yang bermusuhan itu seolah jadi berteman. Ini sebenarnya tidak aneh. Bukankah ada ungkapan dalam bahasa Inggris: The enemy of my enemy is my friend. Musuh dari musuhku adalah temanku. (RNW/dms)
01.01 | 0 Komentar | Read More

wow,..inilah Kekayaan PNS sangat Fantastis

Written By Unknown on Jumat, 02 Desember 2011 | 15.38

Bekas pejabat Ditjen Pajak Bahasyim Assifie dihukum 12 tahun penjara karena kekayaannya sangat fantastis yaitu lebih dari Rp 64 miliar. Kekayaan Bahasyim seakan membuka daftar banyaknya kekayaan para PNS yang nilainya fantastis.

Berikut 5 nama PNS yang memiliki kekayaan yang mengagetkan tersebut:

Bahasyim Assifie

Kekayaan atas nama sendiri Rp 64 Miliar. Adapun transaksi keuangan di rekening istri dan anaknya mencapai Rp 932 miliar. Atas dana mencurigakan ini, Bahasyim dihukum 12 tahun penjara. Uang Rp 64 miliar itu telah disita, namun Rp 932 belum disentuh aparat penegak hukum.

Gayus Tambunan

Bekas PNS golongan III A Ditjen Pajak memiliki rumah mewah di Gading Park View dan apartemen di Cempaka Mas, termasuk mobil mewah. Belum lagi harta bergerak dalam bentuk uang cash senilai lebih dari Rp 75 miliar. Gayus telah diputus bersalah dengan hukuman 12 tahun penjara atas gratifikasi serta 2 tahun penjara atas pemalsuan paspor.

M Tjiptardjo

Dirjen Pajak 2009-2011, M Tjiptoardjo, memiliki rumah mewah di Jalan Delima Jaya nomor 40, Rempoa, Ciputat, Tangerang Selatan. Di rumahnya yang cukup luas itu terdapat kebon binatang mini yang terdiri dari 5 menjangan, 2 burung kasuari, dan 4 burung ayam merak.

"Ini masalah pribadi. Saya sudah lapor KPK masalah itu. Saya tidak komentar. Saya punya hak untuk tidak menjawab. Itu pertanggung jawaban saya dengan KPK," kata Tjipto saat ditemui wartawan untuk diklarifikasi atas hartanya. Jawaban itu disampaikan Tjipto di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, 7 April 2010 silam.

Marni Emmy Mustafa

Ketua Pengadilan Tinggi Banajarmasin, Marni Emmy Mustafa, dalam Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LKHPN) memiliki simpanan sebesar Rp 1,3 miliar dan US$ 16.500 di rekening miliknya. Namun dia buru-buru mengklarifikasi dan menyatakan dia salah tulis.

"Itu Rp 11 juta, makasih Pak. Boleh dicek nomor itu. Itu juga bisa dicek ke KPK, saya sudah laporkan semuanya," kata Marni saat wawancara calon hakim agung di kantor Komisi Yudisial (KY) beberapa waktu lalu.

Aryanto Sutadi

LHKPN yang dibuat Irjen (Purn) Aryanto Sutadi yang ada di panitia seleksi (pansel) capim KPK tercatat Rp 4,4 miliar. Sementara berdasarkan LHKPN yang dibuat Aryanto untuk pencalonan dirinya tercatat Rp 5 miliar. Namun, menurut penelusuran panitia seleksi calon pimpinan KPK, kekayaannya Rp 8 miliar.

Menurut Aryanto, perbedaan data kekayaan miliknya merupakan hikmah dan akibat sulitnya mengisi LHKPN. Manipulasi data LHKPN merupakan fakta yang terjadi ketika pertama kali mengisi pada tahun 2001. "Itu yang terjadi di kepolisian dan pasti kejahatan. Namun, semua begitu (saat mengisi) LHKPN. Jika ditindak, semua akan kena," bela Aryanto.
15.38 | 0 Komentar | Read More

1000 Lowongan Kerja di Pabrik Kratkatau Posco

Pabrik baru PT Krakatau Posco, perusahaan patungan PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) dan Pohang Steel Corporation (Posco) asal Korea, membutuhkan 1.000 karyawan baru. Sebagian karyawan lainnya akan dialihkan dari pabrik lama KRAS.

"Total karyawan di pabrik baru itu sekitar 1.000 orang. Dari asing juga ada, disesuaikan dengan saat-saat di mana mereka diperlukan," kata Direktur Utama KRAS Fazwar Bujang usai acara BUMN Award di Jakarta, Kamis (2/12/2011) malam.

Ia menambahkan, perusahaan patungan itu membutuhkan banyak karyawan asing di tahap awal pembangunan pabrik. Tak hanya dari Korea, tenaga ahli asing juga didatangkan dari dari perusahaan-perusahaan yang menjual manufaktur dari Jerman dan Itali.

Perseroan mengaku sudah mengatur jumlah karyawan yang akan dipindahkan dari pabrik lama Krakatau Steel. Saat ini, beberapa sudah dialihkan untuk membantu pembangunan pabrik baru tersebut.

"Saat ini baru sekitar 60 orang yang dari KS dipindah ke Posco. Mungkin nanti waktu beroperasi akan ada tambahan lagi sekitar 100 orang. Setelah itu akan ada rekrutmen baru," ujarnya.

"Tenaga kerjanya akan diatur dari masing-masing pihak sesuai dengan kesepakatan. Dan itu dikombinasikan dengan tenaga yang baru. Kita tetap menginginkan karyawan lapangan kalau direkrut akan 70% dari lokal," tambahnya.

Seperti diketahui, Posco dan Krakatau tengah membangun pabrik baja berkapasitas 6 juta ton per tahun yang sempat mengalami kendala sengketa tanah dengan pemerintah kota Cilegon. Kini pihak pemerintah Cilegon dan Krakatau Posco telah menyelesaikan sengketa itu dengan cara tukar guling.

Pembangunan pabrik patungan itu akan dilakukan dua tahap dan menelan dana hingga US$ 6 miliar dengan kapasitas 6 juta ton baja per tahun.

Untuk tahap pertama akan dibangun pabrik berkapasitas 3 juta ton yang akan selesai di 2013 dengan investasi US$ 2,5-3 miliar yang akan menghasilkan produk-produk seperti HRC (hot rolled coil), slab, dan plate.

Sedangkan untuk tahap kedua akan dilakukan konstruksi di 2011 dengan kapasitas 3 juta ton, sehingga total pembangunan dari tahap pertama dan kedua dilakukan selama 5 tahun. Dari jumlah produksi di tahap kedua sebanyak 30% akan diekspor ke Vietnam untuk memenuhi pabrik baja Posco yang memproduksi baja hilir.
15.33 | 0 Komentar | Read More
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...