Guest House,Penginapan Terasa Rumah Sendiri

Written By Rison Sarundaek on Jumat, 06 Januari 2012 | 08.36


Kehidupan manusia tak lepas dari segala jenis kebutuhan mulai pangan, sandang dan papan. Papan atau identik dengan rumah tak hanya sebagai tempat bernaung bersama keluarga. Rumah memiliki sifat multidimensi yang merefleksikan pribadi anggota di dalamnya. Pun halnya dengan bentuk bangunan dan suasana lingkungannya. Mengingat Makassar sebagai salah satu kota wisata teramai di Kawasan Timur Indonesia, maka sejumlah pengusaha di ranah daeng ini menangkap peluang. Membangun alternatif penginapan yang disewakan dengan menghadirkan guest house atau home stay. Sebuah penginapan yang berkonsep homy; seperti berada di rumah sendiri.


Salah satunya adalah Makassar Green Guest House. Penginapan yang bernuansa cat hijau ini beralamat di Jalan Muhajirin No.13 Malengkeri. Sang pemilik tak lain adalah Ati Jaropi, pengusaha wanita asal Sulsel.Ditemui dikediamannya, Rabu, 4 Januari, Ati Jaropi mengisahkan guest house itu dibangun karena jauh-jauh hari dia telah memikirkan kehidupan anak cucunya di masa depan. Maka dibangunlah sebuah rumah yang masih berada di dalam areal lahan rumah utama. Rumah yang dibangun tahun 2000 ini memang tidak diperuntukkan sehari-hari untuk anggota keluarganya. “Rumah ini untuk masa depan keluarga, sementara saya manfaatkan dulu dengan membuatnya guest house,” beber wanita berusia enam puluh dua tahun itu. 

Penuh antusias, Ati Jaropi mengajak Fajar berkeliling setiap ruangan rumah dengan arsitektur modern itu. Serba hijau yang menyejukkan pandangan bisa ditemui mulai dinding teras, dinding isi rumah hingga asesoris rumah seperti gordyn maupun pernak-pernik lainnya. “Saya memang menyukai warna hijau. Hijau adalah warna alam yang membawa ketenangan, “ tambahnya.

Guest house ini memiliki satu ruang tamu utama dengan perabot ukiran. Dapur yang bersih dilengkapi dengan peralatan masak (kitchen tools) yang tampak mengilap. Ada juga satu kamar mandi besar dengan bath up dan shower. Rumah ini juga memiliki mini bar yang ditempatkan antara ruang dapur dan ruang tamu. Dua kamar yang tersedia masing-masing memiliki fasilitas seperti ruang ber-AC, satu set spring bed, medium media berupa televisi layar datar, sofa untuk rileks, meja rias dan almari yang menjulang nyaris mencapai langit kamar.

Menurut Ati, tarif per malam untuk satu rumah itu bervariasi. Ada yang menggunakannya cukup satu minggu dengan tarif Rp 5 Juta atau bahkan dalam setahun dengan tarif Rp 40 Juta. Tamunya berasal dari beragam daerah di nusantara. “Kebanyakan mereka yang menginap di sini untuk urusan bisnis,” paparnya.

Guna melancarkan mobilitas tamu guest housenya, Ati juga menyiapkan driver lengkap dengan kendaraan untuk antar jemput. Termasuk sarapan pagi setiap hari bagi tamu tersebut kecuali yang menyewa per tahun.

Irhan, salah seorang penghuni guest house ini mengaku tinggal di guest house berbeda dengan kos-kosan. “Ketenangannya yang utama. Saya tinggal di sini merasa lebih nyaman dan tenang,” ungkap mahasiswa semester pertama Jurusan Teknik Informatika UNM.

Selain Makassar Green Guest House, penginapan yang lain yang bisa dikunjungi adalah Asoka Home Stay yang berada di Jalan Yosep Latumahina. Di tempat ini tersedia tujuh kamar dengan ukuran sekira 4x4 meter persegi. Fasilitas yang tersedia diantaranya AC split, spring bed, TV, Cafetaria dan Yantel. “Rata-rata sewa per kamar Rp 300 ribu per malam. Pengunjung kami kebanyakan turis mancanegara,” kata Rusli, seorang karyawan. (yan)

sumber : http://www.fajar.co.id/read-20120104215308-guest-house-penginapan-seperti-di-rumah-sendiri'
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...