Kisah Malam Pertama Kocak dan Lucu

Written By Rison Sarundaek on Jumat, 22 Juni 2012 | 14.08


Kisah malam pertama yang lucu dan kocak, berikut ini :

1. Salah Pengertian di Malam Pertama

Si Brian baru saja kawin sama Tukiyem. Tapi gara-gara terlalu bersemangat pas siang harinya pas kawinan, jadinya malamnya mereka kecapekan dan gak berhubungan intim. Malam harinya mereka sempet-sempetnya makan bakso bersama di dalam kamar. Ibunya Brian menguping dari balik pintu dan mendengar suara…


Tukiyem: “Mas, sudah tak kocok-kocok gak keluar-keluar.” (Sambil mengocok botol sambal.)

Brian: “Jelas aja, wong lobangnya kecil gitu!”

Tukiyem: “Ya sudah, ujungnya tak gunting yo?”

Ibunya Brian langsung kaget bagai petir menyambar di tengah malam, mendobrak pintu kamar dan teriak, “Jangan!!! Anu anak saya jangan digunting!”

Brian & Tukiyem: **#@##^%&??!!!

2. Cabut Sekarang
Ada sepasang pengantin di kamar mereka pada malam pertama mereka. Tengah malam saat ayam masih belum berkokok, sang isteri mengerang," Aduh mas...gimana ini mas...?"
Suaminya mencoba menenangkan," Jangan menangis sayang, nanti ibu bapak dengar, kayaknya mereka belum tidur deh..." Kebetulan kamar mertua mereka tepat berada di samping kamar mereka. Isterinya menangis tersedu-sedu, ".... sakit Mas.... T.T"
Karena tidak dapat menahan sakit, isterinya malah makin keras tersedu-sedu. Sang suami pun menenangkan dengan suara yang sedikit keras, "Sabar sayangku... besok saja ya kita cabut...."
Ternyata di kamar samping, si mertua lelaki memang belum tidur. Dia mendengar anak perempuan paling disayanginya mengerang, tapi wajarlah malam pertama, pikirnya. Tapi kali ini, dia sudah hilang kesabaran, kasihan dengan anak perempuannya. Dia pergi ke kamar sebelah dan menendang pintu kamar mereka.
Dengan marah, sang mertua lelaki berteriak, "Apa-apaan kau?!!! Anakku bakalan mati kalao besok baru dicabut!!!  CABUT SEKARANG!!!"
Kedua pengantin itu kaget. Dengan malu-malu pengantin perempuan mennjawab, "Kalau sakit gigi gak mungkin mati, Bapak.... Lagian mana ada dokter gigi buka jam segini..."

3. Tinggal Digoyang

Sepasang pengantin, Samijan dan Cathy, akan melalui malam pertamanya. Setelah resepsi kawinan kelar, pengantin ini masuk kamar. Di kamar sudah bertumpuk kado-kado dari teman-teman mereka. Satu persatu kado dibuka, satu lagi, kemudian lagi, dan lagi, dan satu kado lagi dibuka. Mendadak Cathy tertawa girang. Aya naon teh? Ternyata Cathy membuka kado yang isinya sepatu… Pas mau dicoba, ternyata gak muat. Dia terus memaksa, namun sia-sia. Samijan jadi tidak tega.

Samijan: “Kenapa, sempit?”
Cathy: “Iya mas, sakit nih…”
Samijan: “Saya masukin prlan-pelan deh ya?”
Cathy: “Iya mas, jangan keras-keras tapi?”

Samijan pun memasukkan sepatu tadi dengan agak maksa.
Cathy: “Mas, sakit mas… anunya terlalu sempit…”
Samijan: “Tahan dulu donk, saya coba lagi ya?”

Ternyata, Mpok Mimmien, mami Cathy lagi nguping di balik pintu kamar pengantin… rupanya sang ibu ini lagi mikir ngeres… Tidak tega melihat anak perempuanya kesulitan saat malam pertama, terpaksa sang ibu mempelai wanita menyela dari balik pintu.

Mpok Mimien: “Kenapa nak, susah masuk?”
Cathy: “Iya Nyak…”
Samijan: “Kekecilan sih Mi…”
Mpok Mimien: “Coba kamu olesin dengan air liur…”
Samijan: “Saya coba dulu Mi...”
Cathy: “Cepat dong mas, dipoles ama air liur…”

Dengan tergesa-gesa Samijan memoles seluruh permukaan kaki isterinya dengan air liur.
Samijan: “Coba dimasukkan lagi ya sayang???”
Cathy: “Iya mas…”

Setelah dimasukkan kaki yang dipolesi liur tadi ternyata dengan mudah masuk.
Samijan: “Nah… masuk kan???”
Cathy: “Iya..."
Mpok Mimien: “Nah… tuh bisa masuk kan? Sekarang tinggal digoyang, nak.”


4. Pengalaman Malam Pertama Udin

Sehari sebelum malam pengantinnya yang pertama, Udin, si anak lugu bingung dan nanya pada bapaknya.

“Bos, kalo mau ngelakuin malam pertama gimana sih pa…?” tanya Udin dengan polos.

“Gini… pertama ambil barang yang sering kamu mainkan pada masa remajamu dulu, kemudian masukkan ke tempat pipis istrimu…”, jawab papanya tenang.

Keesokan harinya, tepat pada malam pengantinnya, Udin buru-buru mengumpulkan mainan pada masa remajanya dan memasukkannya ke dalam toilet.

1 Komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...