Tampilkan postingan dengan label Sea Games. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sea Games. Tampilkan semua postingan

Andik Vermansyah, Pemain Timnas Sea Games 2011-Kebanggaan Surabaya

Written By Unknown on Senin, 21 November 2011 | 10.23

Apakah juragan sekalian pernah melihat pemain di starting line up Timnas Indonesia pada saat Sea-Games 2011 ini, memiliki kecepatan yang sangat tinggi, daya jelajah yang sangat luas bisa di buktikan dengan bermain sangat baik di kanan maupun kiri, turun membantu pertahanan meskipun posisi sebenarnya adalah gelandang serang, memiliki tubuh sekecil okto namun bermuka orang jawa asli?

Dia adalah Andik Vermansyah, pemain muda kebangga-an Surabaya, sangat potensial dan akan menjadi tulang punggung Timnas di masa yang akan datang !

Inilah Andik Vermansyah menurut Wikipedia

Andik Vermansyah (lahir 23 November 1991; umur 19 tahun) adalah pemain sepak bola Indonesia yang saat ini bermain untuk klub Persebaya 1927.

Prestasi
* 2008 Perunggu POM ASEAN (Timnas Mahasiswa)
* 2008 Emas PON XVII Kaltim (Jatim)
* 2007 Emas Porprov I (Kota Surabaya)
* 2007 Juara Liga Remaja Regional Jatim (Persebaya U-18)

Berikut Galeri Andik Vermansyah di Persebaya maupun Timnas U-23 Sea Games 2011
Last Hope :
Semoga Indonesia bisa menjadi Juara Sepak Bola Sea Games yang terakhir di raih 1991, dan tahun ini 20 tahun sejak terakhir meraih emas semoga kita bisa merasakan kembali ! Bayangkan Juara Umum tanpa Emas Sepakbola, serasa hambar.
10.23 | 0 Komentar | Read More

Surat untuk Kurnia Meiga, Egi, Tibo, dkk.


vs




Jakarta - Kepada semua punggawa timnas U-23, ingatlah: sejarah hanya mengabadikan nama para juara. Maka, bertarunglah, menanglah, dan jadikan namamu abadi!

Yeah, sejarah memang kerap tak adil bagi mereka yang kalah, mereka yang mungkin sudah bertarung sekuatnya dan melawan dengan sebaik-baiknya. Tapi, apa boleh bikin, begitulah tabiat sejarah: ia hanya mencatat para pemenang, hanya mau mengabadikan para juara.

Kadang ada yang berkata kemenangan bukan segalanya. Ada juga yang bilang yang terpenting bermain dengan indah dan bertanding dengan penuh kegembiraan.

Perkataan seperti itu tak sepenuhnya salah. Tapi, Kawan, mungkin kau juga sudah sangat tahu: Indonesia sudah terlalu sering kalah dan akhirnya terbiasa menjadi pecundang. Sedihnya lagi, kekalahan yang datang seringkali bukan jenis "kekalahan yang indah", tapi kekalahan yang sebenar-benarnya kekalahan: kalah secara hasil, kalah secara permainan, dan tragisnya kadang diselimuti bau gajah yang tak sedap .

Dua puluh tahun sudah Indonesia berada dalam situasi seperti itu, 20 tahun sudah Indonesia tak merasakan pengalaman menjadi juara. Indonesia
hanya pernah mengendus bau juaranya saja, tapi tak pernah benar-benar bisa merengkuhnya. Setelah 1991, beberapa kali Indonesia "nyaris" jadi juara, tapi tak lebih dari "nyaris", hanya "nyaris". Tidak di SEA Games, tidak di Piala AFF/Tiger. Semua serba "nyaris".

Karena terbiasa dengan "nyaris", itu pula yang selalu diulang-ulang dan diceritakan: nyaris mengalahkan Uni Soviet di Olimpiade 1956, nyaris lolos Olimpiade 1976, nyaris juara Piala AFF, dan nyaris-nyaris yang lain. Karena terbiasa dengan "nyaris" itu jugalah kita dilenakan oleh julukan-julukan yang simbolik saja: (pernah jadi) Macan Asia, negara gila bola, dll., dkk.

Karena itulah surat ini ingin berterus terang mengatakannya: Indonesia tak bisa terjerembab lebih lama dan terperosok lebih dalam lagi. Indonesia butuh sebuah pencapaian baru, sebuah tonggak, suatu milestone, yang dibangun oleh tangan dan kaki dari generasi terbaru. Karena kita tak bisa lagi terus menerus mengelap-elap peninggalan lama saat para jiran kita sudah melaju dan memancangkan target-target baru yang lebih jauh.

Apa boleh bikin! Beban itu kali ini memang ada di pundakmu. Ya, beban. Aku harus berterus terang mengatakannya karena tak ingin mengenteng-entengkan hanya sekadar untuk membesarkan hati. Lagi pula, aku juga tak ingin berpura-pura, kami tak ingin berpura-pura: Indonesia ingin gelar juara.

Hanya dengan itulah aku (mungkin juga Indonesia) akan mengingat nama kalian, mengenang sampai lama, sampai jauh di kemudian hari!

Sejarah itu, Kawan, hari ini sudah di depan ujung hidungmu. Hanya tinggal sejengkal lagi jaraknya dari jangkauan kedua tanganmu. Apakah kau sudah bisa mulai mencium baunya? Apakah kau sudah mulai dapat mengendus aromanya?

Kesempatan yang sudah amat dekat ini, peluang untuk diingat dan dikenang ini, mungkin tak akan datang sebanyak dua kali. Generasi berikutnya mungkin akan mendapat kesempatan serupa, tapi tak ada yang bisa menjamin kau akan mendapatkan kesempatan seperti ini sekali lagi. Siapa tahu ini akan jadi kesempatanmu satu-satunya.

Kawan, tentu kau tidak akan sudi menukar momen bersejarah ini dengan apa pun juga, bukan?

Jadi, bertandinglah seakan-akan laga final SEA Games 2011 adalah pertandingan terakhirmu. Menderita dan sekaratlah hanya untuk hari ini saja agar
selanjutnya kau bisa menjalani sisa hidupmu sebagai seorang juara!

Bung, ayo, Bung!

===========

*Penulis adalah penyuka sejarah, penikmat sepakbola. Beredar di dunia maya dengan akun Twitter @zenrs
10.19 | 0 Komentar | Read More

Triyaningsih Peraih medali emas nomor lari 10.000 meter

Written By Unknown on Minggu, 13 November 2011 | 10.32

"Saya persembahkan emas ini buat keluarga, suporter, bangsa dan negara."

Pelari nasional Triyaningsih tersenyum bangga saat lagu kebangsaan Indonesia Raya dikumandangkan dan medali emas nomor lari 10.000 meter putri dikalungkan di lehernya. Momentum itu sekaligus menjadi penanda bertambahnya pundi-pundi medali Indonesia pada perhelatan SEA Games ke-26 di Palembang, Sabtu (12/11).

"Saya persembahkan emas ini buat keluarga, suporter, bangsa dan negara," kata adik pelari nasional Ruwiyati itu sesaat setelah upacara pengalungan medali di Stadion Atletik.

Namun Triyaningsih, yang mendapatkan pelukan selamat dari Ketua Umum PB Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Bob Hasan, berharap emas 10.000 ini, tiak menjadi yang terakhir di SEA Games 2011.

"Saya berdoa sama Allah dan minta didoakan agar dapat emas juga di nomor 5.000 meter dan marathon," ujarnya.

Triyaningsih merupakan salah satu pelari andalan Indonesia. Pelari putri kelahiran Semarang, Jawa Tengah itu dipercaya akan memiliki masa depan lebih baik. Sebab, selain masih tergolong muda, ia juga berpotensi mengukir prestasi di level Asia.

"Level Triyaningsih memang bukan hanya sekedar SEA Games, levelnya sudah Asia," kata Bob Hasan, sesaat setelah memberikan selamat pada "si kecil cabe rawit ini".

Kedigdayaan Triyaningsih memang sangat terlihat. Begitu start ia langsung melesat mendahului lawan-lawannya dan tak terkejar lagi. Bahkan pada pertandingan nomor lari 10.000 meter itu, Triyaningsing melakukan "overlap" terhadap pelari asal Singapura, Renuka Satianathan pada lap ke-16 dan pelari asal Myanmar NI Lar San pada lap ke-19.
Penulis: Ardi Mandiri
Sumber:Antara
10.32 | 0 Komentar | Read More

Risa Suseanty Persembahkan Emas Dari Downhill

Medali emas dari nomor downhill SEA Games ini membuat Risa Suseanty merebut medali emas kelima sepanjang karirnya.

Julukan Ratu Downhill Asia Tenggara rasanya pantas diberikan pada Risa Suseanty setelah kembali merebut medali emas pada cabang balap sepeda nomor downhill SEA Games 2011 di Gunung Pancar, Sabtu, (12/11). Ini merupakan medali emas kelima untuk Risa sepanjang karirnya.

Risa terlihat sangat emosional pada kemenangan kelimanya. Saat upacara penghormatan pemenang, atlet berusia 31 tahun ini menangis ketika lagu kebangsaan Indonesia Raya berkumandang.

"Saya sangat terharu dengan kemenangan ini. Dulu saya mendapat medali emas pertama saat Indonesia menjadi tuan rumah di tahun 1997. Ini adalah emas kelima setelah sekian tahun berkarir dan saya kembali mendapatkannya saat Indonesia menjadi tuan rumah," ujarnya.

Risa mengawali debutnya di SEA Games 1997 yang langsung membuahkan medali emas. Setelah itu, ia melengkapi rekornya dengan mempertahankan gelar di Brunei pada tahun 1999 dan Malaysia di tahun 2001.

Namun, dominasinya mulai pudar di tahun 2003 saat ia hanya mampu meraih medali perak di Vietnam. Posisinya makin melorot saat SEA Games 2005 di Filipina, di mana Risa hanya meraih medali perunggu.

Setelah absen di SEA Games 2007, Risa bangkit dan kembali ke puncak dengan merebut medali emas di SEA Games 2009 di Laos dan melengkapi dominasinya di pentas downhill Asia Tenggara dengan medali emas kelima di Gunung Pancar.

Risa berharap dua medali emas di nomor downhill bisa diteruskan oleh rekan-rekannya di nomor lain.

"Semoga saja, dua medali emas di nomor downhill bisa jadi pembuka jalan dan menambah motivasi rekan-rekan di nomor lain untuk meraih medali emas lagi," imbuhnya.

Cabang balap sepeda masih akan berlanjut pada Minggu (13/11) besok dengan nomor cross-country putra dan putri di Sentul, sementara nomor jalan raya akan dimulai Senin (14/11) hingga Kamis (17/11).

Setelah itu, nomor BMX akan digelar Jumat (18/11) di Ancol, dilanjutkan dengan nomor track di velodrome Rawamangun, Sabtu (19/11) hingga Senin (21/11). sumber http://www.beritasatu.com
10.18 | 0 Komentar | Read More

Franklin Ramses Burumi Peraih Medali Emas 100 Meter Putra

Palembang - Franklin Ramses Burumi pernah dicoret dari pelatnas karena prestasinya dinilai kurang menggembirakan. Lewat medali emas nomor lari 100 meter putra, dia mengirim pesan khusus untuk PB PASI.

Gara-gara tampil kurang baik di Kejuaraan Atletik Asia, Juli lalu, Franklin sempat dicoret dari pelatnas selama dua bulan. Padahal, dia tak bisa tampil maksimal karena tengah mengalami cedera lutut sehingga dia pun baru kembali bergabung pada bulan Oktober.

Di SEA Games XXVI, Franklin membuktikan bahwa keputusan PB PASI untuk memanggilnya lagi tidak salah. Dia merebut emas di nomor bergengsi, lari 100 meter putra, Sabtu (12/11/2011).

"Yang jelas saya senang sekali dengan yang saya dapat. Saya sangat bersyukur kepada Tuhan," ungkap Franklin.

Ke depannya, sprinter asal Papua ini berharap PB PASI lebih hati-hati lebih cermat dalam membuat keputusan soal degradasi atlet.

"Saya harap PASI lebih giat lagi membina anak-anak dan tidak cepat mengambil keputusan dalam degradasi atlet. Karena ada atlet yang prestasinya menurun, tapi tidak benar-benar menurun. Mungkin ada beberapa hal yang membuatnya menurun," katanya.

"Pesan saya buat PB PASI, jangan terburu-buru mencoret, memulangkan, atau mendegradasikan atlet," tutup Franklin.
10.16 | 0 Komentar | Read More

Jadwal Lengkap Pertandingan Sepak Bola Sea Games 2011

Anda ingin tau Jadwal Lengkap Pertandingan Sepak Bola Sea Games 2011 yang tentunya akan di selenggarakan pada 7 November 2011 ini.Jadwal Sepak Bola SEA games 2011 bisa anda lihat di bawah artikel yang kami tulis.Nah langsung saja di bawah ini adalah Jadwal Pertandingan Sepak bola Sea Games 2011 yang kami siapkan untuk anda yang gemar dengan Sepak Bola.
Berikut Jadwal Lengkap SEA Games XXVI

7 November 2011

Singapura Vs Malaysia 16.00 WIB GBK

Indonesia VS Kamboja 19.00 WIB GBK
9 November 2011

Malaysia Vs Thailand 16.00 WIB GBK

Kamboja Vs singapura 19.00 WIB GBK
11 November 2011

Thailand Vs kamboja 16.00 WIB GBK

Singapura Vs Indonesia 19.00 WIB GBK
13 November 2011

Malaysia Vs Kamboja 16.00 WIB GBK

Indonesia Vs Thailand 19.00 WIB GBK
15 November

Thailand Vs Singapura 16.00 WIB GBK

Indonesia Vs Malaysia 19.00 WIB GBK
Jadwal Pertandingan Grup B

3 November 2011

Vietnam vs Filipina 16.00 SUGBK

Laos vs Myanmar 19.00 SUGBK
5 November 2011

Brunei vs Timor Leste 16.00 SUGBK

Myanmar vs Vietnam 19.00 SUGBK
7 November 2011

Timor Leste vs Filipina 16.00 Lb Bulus

Laos vs Brunei 19.00 Lb Bulus
9 November 2011

Myanmar vs Brunei 16.00 Lb Bulus

Vietnam vs Timor Leste 19.00 Lb Bulus
11 November 2011

Filipina vs Laos 16.00 Lb Bulus

Brunei vs Vietnam 19.00 Lb Bulus
13 November 2011

Filipina vs Myanmar 16.00 Lb Bulus

Timor Leste vs Laos 19.00 Lb Bulus
15 November 2011

Myanmar vs Timor Leste 16.00 Lb Bulus

Filipina vs Brunei 19.00 Lb Bulus
17 November 2011

Laos vs Vietnam 16,00 Lb Bulus

Indonesia Vs Malaysia 19.00 GBK
Berikut Jadwal Lengkap SEA Games XXVI

7 November 2011

Singapura Vs Malaysia 16.00 WIB GBK

Indonesia VS Kamboja 19.00 WIB GBK
9 November 2011

Malaysia Vs Thailand 16.00 WIB GBK

Kamboja Vs singapura 19.00 WIB GBK
11 November 2011

Thailand Vs kamboja 16.00 WIB GBK

Singapura Vs Indonesia 19.00 WIB GBK
13 November 2011

Malaysia Vs Kamboja 16.00 WIB GBK

Indonesia Vs Thailand 19.00 WIB GBK
15 November

Thailand Vs Singapura 16.00 WIB GBK

Indonesia Vs Malaysia 19.00 WIB GBK
Jadwal Pertandingan Grup B

3 November 2011

Vietnam vs Filipina 16.00 SUGBK

Laos vs Myanmar 19.00 SUGBK
5 November 2011

Brunei vs Timor Leste 16.00 SUGBK

Myanmar vs Vietnam 19.00 SUGBK
7 November 2011

Timor Leste vs Filipina 16.00 Lb Bulus

Laos vs Brunei 19.00 Lb Bulus
9 November 2011

Myanmar vs Brunei 16.00 Lb Bulus

Vietnam vs Timor Leste 19.00 Lb Bulus
11 November 2011

Filipina vs Laos 16.00 Lb Bulus

Brunei vs Vietnam 19.00 Lb Bulus
13 November 2011

Filipina vs Myanmar 16.00 Lb Bulus

Timor Leste vs Laos 19.00 Lb Bulus
15 November 2011

Myanmar vs Timor Leste 16.00 Lb Bulus

Filipina vs Brunei 19.00 Lb Bulus
17 November 2011

Laos vs Vietnam 16,00 Lb Bulus

Indonesia Vs Malaysia 19.00 GBK
09.49 | 0 Komentar | Read More

Daftar perolehan sementara medali Sea Games 2011 Update Tiap Hari

 Update 16 november 2011 pukul 10:41 Wita

Berikut ini adalah Perolehan Medali Sementara Sea Games 2011 yang di pimpin oleh tuan rumah Indonesia. Perolehan Medali SEA Games 2011 Indonesia menugguli dengan hasil yang sangat jauh di banding dengan Negara Nagara peserta lainnya. Hasil Perolehan Medali SEA Games 2011 bisa anda langsung lihat selengkapnya di bawah tabel ini.
No. Peringkat Negara Emas Perak Perunggu Total Medali
1 Indonesia 158 135 124 397
2 Thailand 99 87 109 295
3 Vietnam 89 86 95 270
4 Singapore 54 45 71 170
5 Malaysia 42 44 72 158
6 Filipina 27 52 73 152
7 Laos 16 23 28 67
8 Kamboja 9 8 35 52
9 Myanmar 4 11 20 24
10 Brunai 1 1 5 7
11 Timor Leste 0 4 7 11

Hasil Perolehan Medali SEA Games 2011 ini besifat sementara karena perolehan Medali di cabang olah raga lainya banyak yang sedang berlangsung…..


09.39 | 0 Komentar | Read More
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...