Wow Nitendo berani Tolak Games untuk facebook

Written By Unknown on Jumat, 30 Desember 2011 | 12.08

Beberapa waktu lalu, Nintendo secara tegas menyatakan tak akan mengembangkan game untuk platform iOS dan Android. Dan, kali ini perusahaan game raksasa itu kembali menegaskan tak akan membuat game untuk situs jejaring sosial Facebook.

Dalam sebuah wawancara dengan AllThingsD, Presiden Nintendo untuk kawasan Amerika Utara, Reggie Fils-Aime, mengatakan, konsumen game Nintendo jangan pernah berharap bahwa game favoritnya bisa dimainkan di platform lain. Nintendo tak akan pernah mewaralabakan game-nya kepada Facebook.

"Kami hanya membuat game untuk perangkat Nintendo. Itu adalah keunggulan kompetitif bagi kami. Anda hanya dapat memainkan Mario dari perangkat Nintendo," kata Fils-Aime.

Facebook memang sedang gencar mengajak pengembang game untuk membuat permainan berjenis petualangan, peperangan, olahraga, yang semua itu banyak meniru dari konsol game. Meski ada banyak game di Facebook, namun Fils-Aime tak yakin game tersebut bisa berkembang kuat.
    
Para pencinta game tentu masih ingat game balap Mario Kart yang ada di Facebook. Game tersebut bukan dibuat oleh Nintendo. Sebagian orang pun tertipu, dan menilai bahwa Nintendo telah mengikhlaskan game buatannya kepada pihak ketiga.

Sikap tegas Nintendo yang tak akan melepas game buatannya kepada pihak ketiga dianggap sebagai kesalahan besar bagi para pengamat. Mereka berpendapat, Nintendo telah kehilangan kesempatan besar dalam memperluas lini bisnis.

Sumber :ZDNet
12.08 | 0 Komentar | Read More

5 Prediksi Pengaruh Jejaring Sosial di Tahun 2012


 Facebook saat ini masih mendominasi penggunaan situs jejaring sosial, baik dalam hal jumlah pengguna maupun yang terpopuler di mesin pencari. Namun di 2012, diprediksi akan muncul situs serupa yang berusaha menyaingi Facebook.

Seperti dikutip dari CNet, situs jejaring sosial telah mengubah aktivitas masyarakat di seluruh dunia. Melalui situs tersebut, pengguna bisa berbagi apapun yang disukainya, baik informasi ringan, foto hingga video. Nah, bagaimana perkembangannya di masa yang akan datang? Inilah 5 prediksi tentang situs jejaring sosial utnuk 2012:

1. Makin banyak situs jejaring sosial
Di Amerika Serikat, Nielsen telah melakukan survei dan hasilnya adalah sekitar 44 persen pengguna ponsel akan membeli ponsel pintar di tahun depan. Penggunaan ponsel pintar ini otomatis akan mendorong penggunaan situs jejaring sosial karena kebanyakan ponsel pintar sudah memiliki integrasi dengan beberapa situs jejaring sosial.

Teknologi terbarunya seperti Near Field Communication (NFC) yang memungkinkan pengguna bisa membayar transaksi pembelian barang hanya dengan ponsel pintarnya. Selain itu, pengguna ponsel pintar ini juga dapat mengetahui posisi temannya berada.

Facebook hanya menjadi salah satu situs jejaring sosial, karena sudah ada pesaing seperti Path, Milk dan Oink. Kemungkinan di masa mendatang, akan muncul situs serupa seperti Facebook atau situs jejaring sosial lainnya.

2. Twitter menjadi media pemasaran
Media pemasaran melalui Twitter merupakan cara yang paling murah. Twitter mampu menjadi platform yang efektif dalam menyebarkan pesan merek kepada konsumen dan tidak perlu biaya besar untuk mengkampanyekan merek tertentu.

Facebook memang tidak biasa dianggap remeh. Namun Twitter di masa depan akan lebih sederhana dan lebih efektif dalam memasarkan sebuah merek.

3. Situs jejaring sosial akan "menentukan" Presiden AS 2012
Tahun sebelumnya, situs jejaring sosial menjadi situs media kampanye paling efektif untuk mendulang massa, terutama untuk pemilihan presiden. Contoh saja Obama yang mampu menjadi presiden Amerika Serikat, meski berkulit hitam.

Tahun depan, kampanye politik di situs jejaring sosial akan lebih marak dan lebih efektif karena harga iklan di televisi kian mahal. Tentu saja, kandidat tidak akan berhasil jika tidak menguasai media yang sedang tren saat ini.

4. Peluang Google+
Google+ memang memiliki banyak fitur yang baik, tapi memang perlu waktu untuk bisa menyaingi Facebook atau Twitter. Meski Google+ telah berupaya meningkatkan jumlah penggunanya, situs jejaring besutan Google ini memang belum sanggup untuk berkompetisi dengan dua saingan terbesarnya itu.

Anehnya, karyawan Google sendiri juga tidak semuanya memiliki akun Google+. Meski Google telah mengubur Orkut, Buzz dan Wave, Google diperkirakan tidak akan membunuh Google+. Untuk meningkatkan jumlah penggunanya, Google pun berkolaborasi dengan layanannya sendiri seperti Gmail dan Picasa. Tapi seberapa jauh pengaruhnya, itu belum signifikan mengatrol jumlah penggunanya.

5. Media Sosial akan IPO
Untuk mendapatkan dana, perusahaan media sosial juga tidak jarang untuk masuk ke lantai bursa. Namun jika melihat situs perusahaan game Zynga yang telah masuk bursa dan sahamnya malah melorot sejak masuk bursa, membuat beberapa situs jejaring sosial harus berhati-hati. Memang Facebook dan Zynga seperti dua sisi mata yang dalam bisnis jaringan sosial

Namun agar tidak terjadi kasus serupa dengan Zynga, Facebook harus meneliti secara rinci, harga penawaran saham perdana, binisnya ke depan, penjamin emisi dan laporan keuangannya. Jika semuanya baik, maka saham Facebook ke depan juga akan baik. Begitu pula sebaliknya.

Sumber :CNET
12.05 | 3 Komentar | Read More

Salut, UGM berani Menolak Nilai Ujian Nasional Jadi Syarat PMB PTN

Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta menolak penggunaan nilai ujian nasional SMA pada tahun 2012 mendatang dijadikan sebagai syarat penerimaan mahasiswa baru perguruan tinggi negeri. Rektor UGM Sudjarwadi mengatakan, kebijakan itu harus dikaji terlebih dahulu.

"Kami menilai masih banyak hal yang harus dikaji untuk menerapkan kebijakan tersebut," kata Sudjarwadi, di Yogyakarta, Kamis (29/12/2011).

Ia berpendapat, nilai ujian nasional (UN) tidak serta merta bisa dijadikan tes masuk perguruan tinggi negeri (PTN). Sebab, menurutnya, tujuan pelaksanaan UN dan tes masuk PTN berbeda satu sama lain.

"Alasan itu pula yang melatarbelakangi UGM untuk tidak menerapkan nilai UN sebagai syarat penerimaan mahasiswa baru (PMB) tahun depan," katanya.
    
Sudjarwadi mengatakan, UN diselenggarakan untuk mengukur hasil pembelajaran peserta didik selama tiga tahun. Sementara, tes masuk PTN diadakan untuk menjaring mahasiswa baru yang cocok dengan perguruan tinggi tersebut, dengan menggunakan tes multiobjektif yang saling menyatu.

"Berdasarkan pandangan akademik, nilai UN tidak bisa menjadi tes masuk PTN karena selain tujuan penyelenggaraannya berbeda, tes masuk perguruan tinggi menggunakan soal yang multiobjektif," katanya.

Menurutnya, meski memungkinkan, kebijakan nilai UN sebagai syarat PMB itu tidak bisa diterapkan tergesa-gesa, termasuk dalam pembobotan tes masuk PTN yang merupakan penggabungan nilai UN dengan tes mandiri PTN.

"UGM saat ini hanya menggunakan nilai UN sebagai salah satu pelengkap tambahan pada PMB. Kebijakan nilai UN sebagai syarat PMB perlu kajian lebih lanjut yang intensif untuk mempersiapkannya," katanya.

Selama ini, UGM hanya menggunakan nilai UN sebagai pelengkap pada penjaringan mahasiswa baru dari jalur undangan atau penelusuran bibit unggul.

"Namun, jika menjadi syarat masuk PTN secara keseluruhan, maka belum bisa kami terapkan," ujar Sudjarwadi.

Sebelumnya, anggota Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Djemari Mardapi mengatakan, Kemdikbud berencana menjadikan nilai UN tingkat SMA pada 2012 sebagai salah satu kriteria masuk PTN jika kredibel. Hal itu sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2005.

"Kredibilitas pelaksanaan UN nanti akan diukur melalui beberapa indikator, mulai dari laporan dari pengawas, guru, dan perguruan tinggi yang ditunjuk hingga perbandingan hasil UN antardaerah. Kami akan membentuk tim evaluasi untuk melihat kredibilitas pelaksanaan UN di masing-masing daerah," kata Djemari.
11.59 | 1 Komentar | Read More

Ibu Ini Rela Donorkan Ginjal untuk Orang Tidak dia Kenal

Kebanyakan orang menjadi donor organ untuk orang yang dikenalnya. Tapi ibu dari 2 orang anak ini mendonorkan ginjalnya pada orang asing yang dikenalnya setelah pesta karena tersentuh dengan kondisi orang tersebut.

Veronica Buttigieg dan Manoly Viravong

Veronica Buttigieg menawarkan diri untuk menyumbangkan ginjalnya hanya beberapa menit setelah bertemu dengan Manoly Viravong (45 tahun) di sebuah acara. Viravong sendiri sudah menunggu selama 5 tahun untuk mendapatkan donor ginjal.

Awalnya Viravong hanya mengobrol biasa dengan Buttigie dan suaminya Mario, hingga ia menceritakan kondisinya yang sudah menunggu donor selama 5 tahun meski sebelumnya adik dari Viravong telah setuju menjadi donor namun membatalkannya dimenit-menit terakhir.

"Saya merasa ia sudah putus asa, lalu tiba-tiba saya berpikir kenapa bukan saya yang menolongnya. Dan saya merasa itu seperti sebuah takdir," ujar Buttigieg, seperti dikutip dari Telegraph, Jumat (30/12/2011).

Buttigieg pun harus menjalani serangakain tes hingga akhirnya dokter memberikan hasil bahwa ia bisa menjadi donor hidup untuk Viravong. Prosedur donor ginjal dari Buttigieg ke Viravong ini berlangsung pada bulan Juli 2011 di Royal London Hospital dan berjalan lancar.

Setelah operasi, Buttigieg menghabiskan waktu beberapa minggu di rumah untuk memulihkan kondisinya dan kini ia sudah kembali sehat dan bisa bekerja seperti semula di Basildon Hospital.

"Hidup saya tidak berubah atau menjadi lebih buruk dari sebelumnya, tapi yang pasti hidup Viravong kini telah berubah menjadi lebih baik," ujarnya.

Buttigieg menuturkan ia merasa senang bisa melakukan hal tersebut, karena ia berpikir Viravong adalah seorang ibu dan bagaimana jika hal itu terjadi pada dirinya atau saudaranya.

Viravong didiagnosis memiliki penyakit ginjal kronis ketika ia melahirkan anak pertamanya 18 tahun lalu. Awalnya ginjal yang dimiliki masih bisa berfungsi sekitar 50 persen, tapi secara bertahap semakin memburuk hingga ia mulai melakukan dialisis (cuci darah) dan masuk dalam daftar transplantasi ginjal.

"Sekarang saya tidak perlu lagi melakukan dialisis dan ginjal baru ini juga bereaksi dengan baik di tubuh saya. Kini untuk pertama kalinya saya bisa melakukan perjalanan jauh untuk kembali ke rumah di Leigh," ujar Viravong.
11.21 | 0 Komentar | Read More
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...