Ada Apa di Balik Hubungan Iko Uwais dan Audy Item

Written By Rison Sarundaek on Kamis, 07 Juni 2012 | 12.05


Meski umur perjalanan cinta mereka baru beberapa bulan, Iko Uwais (29) dan Audy Item (29) tak ragu untuk segera menikah. Apa yang meyakinkan keduanya?

"Yakin, alhamdulillah. Saya lihat agama dia juga bagus. Dia orang Islam yang enggak tinggalkan kewajibannya, shalat," puji Iko kepada perempuan yang sudah dilamarnya pada Senin lalu (4/6/2012) itu. "Yang bisa bikin saya yakin adalah saya belum pernah menemukan hubungan senyaman ini," balas Audy.

Faktor umur juga menjadi acuan mereka untuk tidak lagi bermain-main dalam menentukan pasangan hidup. "Harus selektif lah. Umur kita ini juga bukan main-main, pilih yang terbaik lah ya," kata Iko.

Namun, menurut Iko, lamaran yang baru dilakukannya dan akad nikah yang akan mereka jalani, semua dalam bulan ini, bukan langkah yang terburu-buru. Lanjut Iko, ia dan Audy tak memaksakan hubungan, mengalir saja. "Enggak ada buru-buru, enggak ada ketakutan. Kenapa dipertemukan, Allah, bukan kita yang punya rencana," ucap Iko.

Lamar Audy, Iko Bermodal Roti Buaya dan Martabak

dimana diberitakan sebelumnya Pemain film laga sekaligus pesilat Iko Uwais (29) telah melamar kekasih barunya, vokalis Audy Item (29), Senin (4/6/2012), untuk menjadi istrinya. Pria yang keterkenalannya menanjak sesudah membintangi film The Raid: Redemption ini mengaku tak membawa barang-barang antaran mewah untuk melamar Audy.

"Tukar cincin enggak ada, kosong. Emang modal koboi, modal nekat aja," kata Iko, lalu tertawa lepas, ketika diwawancarai di kawasan Perdatam, Jakarta Selatan, Selasa (5/6/2012) malam.

Yang dibawa oleh Iko dan keluarganya untuk Audy dan keluarganya roti buaya istimewa saja. Dalam budaya Betawi, buaya merupakan simbol kesetiaan. "Abang ipar cari roti buaya. Harganya lumayan mahal. Gede, laki bini buayanya. Ada anaknya, ada telurnya. Spesial," cerita pemuda Betawi ini.

Sebelum melamar, Iko meminta izin kepada keluarga Audy untuk mewujudkan niatnya tersebut. Ketika itu, ia juga tak membawa barang-barang antaran mewah. "Saya cuma bawain martabak Bangka dan martabak telor, sudah. Besoknya, datang lagi, bawa lagi. Senang deh, enggak nyampe 50 ribu (rupiah). Alhamduillah, bahagia banget," ceritanya lagi.

0 Komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...