Foto - Foto Anna Watson, Cheerleader Yang Berotot

Written By Rison Sarundaek on Minggu, 12 Februari 2012 | 09.34

Sugar and spice: Though Ms Watson turned down a modelling contract, she still has a mean flex

Kalau seorang atlet profesional menggunakan steroid, kita sudah tidak heran. Tetapi bagaimana bila yang melakukannya adalah seorang pemandu sorak alias cheerleader?

Anna Watson mungkin merupakan cheerleader terkuat di Amerika. Mahasiswi University of Georgia itu senang berlatih angkat beban (dan hasilnya jelas terlihat). Tapi ada satu hal yang lebih penting: Watson menolak menjadi model fitness karena dia tak mau menggunakan steroid, seperti yang dimuat di Yahoo! Sports.


 "Sebuah posisi elite menjadi cheerleader di UGA," ujar Watson kepada sebuah koran kampus. "Mereka mengaudisi ratusan gadis dan dipilih dari antara banyak orang itu untuk masuk tim. Para gadis itu sangat baik dan rendah hati dan sabar untuk membantu saya mempelajari hal-hal dasar."

Anna

 Anna and friend

Watson sudah menjadi cheerleader sejak umur 5 tahun. Dia bisa melakukan bench press 155 kali, squat 255 kali dan dead lift 230 kali. Menurut koran kampus itu, dia memiliki 10 cm otot mengagumkan di lengannya hanya dalam waktu 10 bulan.

Before taking up cheerleading she was a gymnast - a skill that came in handy for this beachfront backflip

Watson sempat akan mendapatkan kontrak modeling fitness senilai $ 75.000 (sekitar Rp 670 juta) yang bisa mengantar dirinya memiliki karir di dunia modeling -- tapi dia menolaknya.

During her fitness heyday Watson, right, would consume 3,000 calories a day, drink 900-calorie protein shakes and eat bowls of rice, dozens of eggs, chicken, and vegetables

Kenapa?

Sebuah agen model memintanya menggunakan Anavar, steroid legal yang akan membantunya mendapatkan 20 kilogram otot. Khawatir dengan dampak obat itu ketika dia memutuskan untuk memiliki anak, Watson menolaknya.

"Saya tidak melayani agensi model. Saya melayani Tuhan," ujarnya. "Saya tidak melakukan kompromi dengan moral dan kepercayaan saya hanya untuk difoto. Saya percaya tubuh saya adalah kuil dan ciptaan yang indah, jadi saya tidak akan menggunakan apapun yang akan merusaknya."

Meski diidentikan dengan ototnya, Watson menuturkan ini bukanlah dirinya yang sebenarnya.

Watson, center, works out eight times a week - three times with her cheer squad and five times on her own

"Saya tahu identitas saya bukan di olahraga," ujar Watson. "Ini bukan saya sesungguhnya. Saya tidak ingin orang lain melihat saya seperti itu. Ya, di penampilan luar, saya orang yang sehat, tapi ketika Anda mulai mengenal saya, hidup saya tidak hanya soal berlatih dan olahraga."

Setelah tiga kali menjadi cheerleader di pertandingan football kampusnya, Watson sedang cuti saat ini karena cedera di urat Achilles-nya.

Berikut sejumlah dakta soal Anna Watson, sang cheerleader berotot:
1. Punya 30 pasang jeans, hanya dua yang muat
2. Berkompetisi di gimnastik selama 10 tahun
3. Menjadi cheerleader di tahun kedua SMA
4. Tidak menggunakan headphone di gym, dia suka bersosialisasi di ruang latihan

0 Komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...