10 (Sepuluh) Surga Dunia Bahari Indonesia

Written By Rison Sarundaek on Selasa, 10 Januari 2012 | 10.55

Siapa bilang Indonesia tidak memiliki wisata bahari yang indah? Indonesia dikaruniai Tuhan pemandangan alam yang menakjubkan dan membuat manusia merugi saat mengedipkan mata sedikitpun.

Turis mancanegara mengenali betul keindahan wisata alam bahari Indonesia, seperti Bali, dan beberapa pantai lainnya. Sayangnya, turis mancanegara tidak mengenal Indonesia sebagai negara utuh, namun mereka mengenal Bali secara jelas. Faktanya, jika kita menanyakan kepada turis mancanegara, "Apakah kalian tahu Pulau Bali?" Jawaban mereka, "Ya, saya pernah kesana." Namun, cobalah untuk bertanya pertanyaan lain kepada turis tersebut, "Apakah kau tahu posisi Indonesia?" Jawaban mereka, "Indonesia? Dimana itu?"

1. Pintu Kota Ambon

Pintu Kota Ambon terletak di desa Airlouw, 30 menit dari Ambon oleh kendaraan. Di sini Anda dapat melihat pemandangan indah Teluk Ambon dari lubang persegi panjang yang terletak di kaki batu yang menjorok ke laut. Lubang berbentuk persegi panjang ini dikenal sebagai 'Pintu Kota'. Itu hanya seperti pintu gerbang masuk yang tampaknya memberikan sambutan kepada para wisatawan yang ingin melakukan perjalanan ke Ambon.








2. Tanjung Ringgit Lombok Timur

Tanjung Ringgit terletak di Lombok Timur, jika ditempuh dengan kendaraan bermotor dari kota Mataram memakan waktu 2 jam. Daerah ini dikenal sebagai daerah mengandung batu gamping, sehingga tidak memiliki sumber mata air dalam tanah karena tidak ada daerah yang bisa menampung resapan air. Wilayah ini merupakan lahan milik Departemen Kehutanan Republik Indonesia berfungsi sebagai hutan lindung. Selain itu ada juga beberapa lahan terbuka milik Departemen Transmigrasi yang diperuntukan bagi penduduk setempat untuk diolah menjadi lahan pertanian.




Meskipun tidak memiliki sumber air tanah, wilayah ini cukup baik dijadikan lahan pertanian tanaman tropis seperti tembakau, jarak, jagung, srikaya dan lain-lain. Daerah padang rumputnya yang cukup luas juga baik untuk perkembangan ternak domba, kambing, sapi dan kerbau. Pada saat memasuki wilayah ini Anda pasti akan berpas-pas an dengan para pengembala kerbau, berjalan menggiring kerbau-kerbaunya. Menurut penelitian sederhana yang dilakukan oleh penduduk setempat, sumber air bersih mungkin bisa di dapat dengan melakukan penyulingan air laut. Namun untuk merealisasikan hal ini tentu memiliki biaya yang tidak sedikit. Untuk sementara waktu penduduk setempat mengambil air bersih dari mata air di wilayah lain dan bergantung pada air hujan untuk perairan lahan pertanian mereka.



3. Pulau Biawak Indramayu

Kepulauan Biawak adalah sebuah pulau yang terletak di Laut Jawa di Kabupaten Indramayu Jawa Barat. Pulau Biawak terletak di sebelah utara semenanjung Inrdamayu sekitar 40 kilometer dari pantai utara Indramayu, dan secara administratif termasuk ke dalam wilayah kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu.


Sesungguhnya nama pulau tersebut adalah Pulau Rakit, tetapi oleh Pemkab Indramayu dinamakan Pulau Biawak karena di pulau ini banyak dijumpai satwa liar yang justru menjadi ciri khasnya, yakni biawak (Varanus salvator). Satwa ini tergolong unik karena hidup di habitat air asin. Setiap menjelang matahari terbenam, puluhan biawak dengan panjang antara 20 centimeter hingga 1,5 meter terlihat berenang di tepian pantai. Satwa-satwa itu memang tengah berburu ikan untuk kebutuhan makannya.

Selain disebut sebagai pulau Biawak, pulau ini juga disebut sebagai Pulau Menyawak dan Pulau Bompyis.



Pulau itu memiliki pesona wisata yang unik, karena karangnya yang masih 'perawan ' dan hidup. Di antara keempat pulau itu, hanya Pulau Biawak yang masih utuh dalam segalanya. Sedangkan tiga pulau lainnya hanya berupa hamparan pulau karang semata. Pulau Gosong, misalnya, kondisinya rusak karena jutaan meter kubik material karangnya diambil untuk pengurukan lokasi kilang minyak Pertamina Unit Pengolahan VI Balongan.

Keberadaan pulau ini sangat berbahaya bagi alur pelayaran kapal-kapal laut yang melintas di kepulauan tersebut. Maka tak heran, bangsa Belanda semasa menjajah kepulauan Indonesia, mendirikan bangunan menara mercusuar. Mercusuar dengan ketinggian sekitar 65 meter itu dibangun oleh ZM Willem pada 1872. Hingga kini, bangunan itu masih berfungsi untuk memandu kapal-kapal besar maupun kecil yang melintas. Melihat usia bangunan tersebut, mercusuar itu diperkirakan seumur dengan mercusuar di Pantai Anyer.

4. Pulau Derawan Kalimantan Timur

Pulau Derawan terletak di Kepulauan Derawan, Kecamatan Derawan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur Satuan morfologi Pulau Derawan adalah dataran pantai bertopografi datar. Pantai pasir memiliki kemiringan lereng sekitar 7° - 11° dengan lebar 13,5 - 20 meter.


Pulau Derawan telah dicalonkan untuk menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO sejak tahun 2005.

Di perairan sekitarnya terdapat taman laut dan terkenal sebagai wisata selam (diving) dengan kedalaman sekitar lima meter. Terdapat beraneka ragam biota laut di sini, diantaranya cumi-cumi (cuttlefish), lobster, ikan pipa (ghostpipe fish), gurita (bluering octopus), nudibranchs, kuda laut (seahorses), belut pita (ribbon eels) dan ikan skorpion (scorpionfishes).



Pada batu karang di kedalaman sepuluh meter, terdapat karang yang dikenal sebagai "Blue Trigger Wall" karena pada karang dengan panjang 18 meter tersebut banyak terdapat ikan trigger (red-toothed trigger fishes).


5. Gili Sunut Lombok Timur

Apa yang unik dari tempat ini? Adalah terdapat dua pulau yang terpisah yang disambungkan oleh dataran pasir, bukan dipisahkan oleh lautan.


Gili Sunut terletak di Dusun Temeak Desa Pemongkong Kec. Jerowaru Kab. Lombok Timur. Gili Sunut merupakan Kawasan yang memiliki garis sejajar dengan Kawasan Tanjung Ringgit. Kondisi fisik kawasan pantai ini cenderung landai, berpasir putih dengan tekstur butiran seperti merica dengan karakter air yang tidak berombak dan relatif tenang, karena terdapat pulau-pulau/gili-gili kecil sebagai penghalang ombak samudra Indonesia/Hindia.


Kondisi inilah yang sangat mendukung untuk pengembangan atraksi wisata berupa rafting, banana split atau kegiatan wisata pantai, menyelam, maupun sekedar menikmati panorama pemandangan alam. Ditengah pantai terdapat tiga pulau yang oleh masyarakat setempat disebut dengan Gili Petelu.
Saat ini Gili Sunut dihuni oleh 109 kepala keluarga dengan mata pencaharian utama adalah sebagai nelayan. Kondisi umum Gili Sunut dalam mendukung kegiatan wisata cukup potensial terutama untuk pengembangan wisata dan pengembangan usaha budidaya mutiara.


6. Tanjung Bira Sulawesi

Tanjung Bira terkenal dengan pantai pasir putihnya yang cantik dan menyenangkan. Airnya jernih, baik untuk tempat berenang dan berjemur. Disini kita dapat menikmati matahari terbit dan terbenam dengan cahayanya yang berkilau nenbersit pada hamparan pasir putih sepanjang puluhan kilometer.


Tanjung Bira yang sudah terkenal hingga mancanegara, kini sudah ditata secara apik menjadi kawasan wisata yang patut diandalkan. Berbagai sarana sudah tersedia, seperti perhotelan, restoran, serta sarana telekomunikasi.


Tanjung Bira terletak sekitar 40 km dari Kota Bulu Kumba, atau 200 km dari Kota Makassar. Perjalanan dari Kota Makassar ke Kota Bulukumba dapat ditempuh dengan menggunakan angkutan umum berupa mobil Kijang, Panther atau Innova dengan tarif sebesar Rp. 35.000,-. Selanjutnya, dari Kota Bulukumba ke Tanjung Bira dapat ditempuh dengan menggunakan mobil pete-pete (mikrolet) dengan tarif berkisar antara Rp. 8.000,- sampai – Rp. 10.000,-. Total waktu perjalanan dari Kota Makassar ke Tanjung Bira sekitar 3 – 3,5 jam.


7. Cemara Besar Karimun Jawa

Pulau Cemara besar mempunyai luas sekitar 3,5 hektar. Pulau ini dimiliki oleh Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) Tegal. Pulau ini tidak terdapat penduduk yang menempatinya. Kondisi pantai berpasir putih dan daratan dipenuhi dengan pohon cemara serta keadaannya masih alami. Pantai di belakang pulau sangat berbahaya karena banyak terdapat ikan pari, disini diharapkan pengunjung mengunakan alas kaki untuk menuju pulau. Jika air laut sedang surut, akan muncul hamparan pasir putih panjang dan luas yang menjorok dari pulau ke laut, hamparan pasir menjorok inilah yang menjadi daya tarik terbesar pulau ini dan sangat bagus untuk spot berfoto ria. Tidak terdapat dermaga kayu disini jadi untuk berlabuh dipulau ini kapal harus menambatkan tali ke batu karang atau bersandar ke pasir.






8. Pulau Palambak Aceh

Semua bungalow yang membuat Pulau Banyak terkenal di 1990an semua telah pergi. Losmen dan bungalow muncul kembali setelah darurat militer dan tsunami. Pada saat ini, akomodasi hanya terdapat di desa Pulau Balai dan Haloban. Dasar eko-resor di Pulau Besar dan Pulau Palambak Tailana. Kedua tempat dapat direkomendasikan jika Anda ingin tinggal di sebuah bungalow pantai. Pemerintah Kabupaten sejak sepuluh tahun belakangan sedang dalam proses membuka tempat di Palambak Besar. Alternatif lain adalah berhoping di pulau dan pergi berkemah dengan perahu carteran atau kano.



Makanan di sini terdiri terutama dari ikan dan nasi. Sayuran dan buah biasanya diimpor dari daratan. Alkohol hanya dijual di pasar gelap (tempat tertentu). Akomodasi pantai memiliki fasilitas mereka sendiri, tetapi harus menyadari bahwa tidak semua jenis sayuran dan buah yang selalu tersedia. Untuk pergi ke akomodasi, mintalah agen mereka di Pulau Balai. Untuk Palambak Besar biayanya Rp. 50.000 per sampan tradisional (1,5 jam) atau Rp. 300.000 per speedboat (30 menit).


9. Teluk Kiluan Lampung


Teluk Kiluan terletak di Pekon (Desa) Kiluan Negeri, Kecamatan Kelumbayan, Kabupaten Tanggamus Provinsi Lampung. Wisata alam Teluk Kiluan cocok bagi Wisatawan yang gemar berpetualang. Topografinya yang berbukit dan berlembah menarik untuk dijelajahi. Perjalanan menuju Teluk Kiluan sudah merupakan tantangan tersendiri bagi Wisatawan. Jalan darat di Pesisir Barat Sumatera itu belum terlalu mulus sehingga sedikit offroad untuk melewatinya. Perjalanan ditempuh sekitar 3 jam dari kota Bandar Lampung, ditambah lagi pegal-pegal akibat melalui jalan rusak. Namun, rasa lelah di perjalanan terbayar dengan eksotika Teluk Kiluan yang memukau mata.




Di Perairan Teluk Kiluan, wisatawan dapat melihat kumpulan Lumba-Lumba. Setidaknya ada dua jenis Lumba-Lumba di perairan ini, spesies pertama adalah Lumba-Lumba Hidung Botol (Tursiops Truncatus) dengan badan yang lebih besar dan pemalu. Spesies yang kedua adalah Lumba-Lumba Paruh Panjang (Stenella Longirostris) yang bertubuh lebih kecil dan senang melompat. Untuk menikmatinya, kita masih harus naik Perahu dua puluh menit ke arah tengah Samudera dari Pulau Kiluan. Teluk Kiluan juga sangat cocok untuk memancing aneka ikan dan kepiting yang tergolong masih banyak. Jadi, jangan lupa membawa peralatan pancing berikut umpannya.


10. Pantai Ngurbloat Maluku

Pantai Ngurbloat yang terletak di Desa Ngilngof di bagian barat Pulau Kei Kecil dan berjarak sekitar 20 kilometer dari Tual, ibukota Kabupaten Maluku Tenggara. Daerah Pantai Ngurbloat dapat dicapai dengan menggunakan mobil sewaan ataupun angkutan umum yang berpangkalan di Pasar Ohoijang, Langgur. Perjalanan dari Tual ke Pantai Ngurbloat ditempuh sekitar satu jam. Tanah di daerah Pulau Kei Kecil yang berupa batu karang menyebabkan hanya tanaman jenis tertentu yang dapat tumbuh disana. Jarang sekali ditemukan pohon-pohon besar dan rimbun. Untuk ke Maluku Tenggara sendiri, wisatawan dapat menggunakan pesawat ataupun kapal laut dari Kota Ambon. Perjalanan dari Bandara Pattimura, Ambon, menuju bandara Dumatubun di Langgur ditempuh sekitar 1,5 jam dengan menggunakan pesawat berbadan kecil. Hampir setiap hari terdapat penerbangan dari Kota Ambon menuju Langgur dengan maskapai yang berbeda-beda.



Pantai Ngurbloat yang mempunyai arti “Pantai Pasir Panjang” sudah menjadi salah satu pantai yang menjadi tempat wisata utama di Maluku Tenggara. Sesuai dengan artinya, pantai pasir putih ini memanjang hingga tiga kilometer. Keistimewaan Pantai Ngurbloat adalah pasir pantainya. Selain bentangan pasir pantai yang sangat luas, warna pasir pantai Ngurbloat putih cerah dan memiliki tekstur yang sangat lembut dan halus. Kondisi itulah yang membedakan Ngurbloat dengan pantai lainnya. Dalam kondisi mendung pun, pasir pantai tetap terlihat berkilau dan cukup menyilaukan mata. Kelembutan pasir yang ada di Pantai Ngurbloat konon diyakini masyarakat hanya dapat ditandingi oleh kelembutan tepung.

Saat memasuki areal pantai yang hanya berjarak sekitar 100 meter dari jalan raya Desa Ngilngof, para wisatawan akan disambut oleh lambaian pohon kelapa yang menjulang tinggi. Namun, hati-hati saat menapaki jalan pantai, terutama bila musim hujan. Jalan masuk menuju pantai yang terbuat dari batu karang sangat licin. Hamparan luas pasir putih di Ngurbloat itu sangat menyenangkan bagi mereka yang senang berjalan-jalan dan bermain di pinggir pantai. Bagi yang hobi berolahraga, Ngurbloat cocok untuk tempat bermain voli pantai, sepak bola, atau lari pagi.


"Kenapa harus ke negara lain untuk mencari berlian? Indonesia memiliki banyak berlian-berlian itu!"

0 Komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...