DJ Profesi Digilai Anak Muda

Written By Rison Sarundaek on Senin, 09 Januari 2012 | 10.38


Profesi Disc Jockey (DJ) memang tak lepas dari kehidupan dunia hiburan malam. Dulu, tidak sedikit orang mencibir dunia DJ yang dianggap identik dengan pergaulan bebas dan semacamnya.

Namun dengan berjalannya waktu, profesi DJ sekarang ini malah digandrungi anak muda. Profesi DJ kini ngetren, booming. Profesi DJ dianggap sebuah profesi yang menjanjikan. Apalagi banyak DJ yang menjadi popular sekelas artis.

DJ mulai berkembang di Indonesia, khususnya Jakarta, sekitar pertengahan tahun 1990 an. Saat itu orang mulai jenuh dengan sajian live music atau laguĂ‚² hits yang biasa disajikan di klub malam. Akhirnya sebuah terobosan mulai terlihat dengan dikenalnya house music. Klub – klub  malam pun menyambut baik house music yang saat itu dianggap mewakili gemerlapnya klub. Saat itulah profesi DJ mulai dilirik dan mulai booming.

Gemerlap malam memang menyimpan kisah tersendiri. Apalagi kehidupan di kota besar yang tersebar di Indonesia. Pengaruh budaya barat begitu kental mewarnai roda kehidupan. Alhasil, laju kehidupan di kota besar seakan tak pernah mati. Indikasi ini terlihat dari menjamurnya nite club dan cafe yang rata-rata beroperasi hingga dini hari.



Tempat hiburan malam ini tak lepas dari aksi para DJ yang selalu memberikan atmosfir tersendiri. Dengan keahlian "menyulap" lagu di Turn Table, DJ kerap kali mampu membawa pengunjung untuk larut dalam alunan musik kreasinya. Warna dan karakter musik sang DJ memang variatif.

Keberadaan DJ dalam bisnis hiburan bisa dikatakan hal yang primer. Sama halnya dengan artis atau band, DJ memiliki penggemar tersendiri di dunia hiburan malam. Seorang DJ harus mampu memandu ratusan atau bahkan ribuan pengunjung. Bahkan, ini merupakan tantangan bagi seorang DJ. Belum lagi gemerlap laser yang dipadukan dengan dentuman house music seakan memacu adrenalin.

Tak pelak, jika kini banyak sekolah DJ. Seseorang bisa meraih predikat DJ harus piawai mixing berbagai macam karakter musik. Yang jelas, untuk menjadi seorang DJ  diawali dari rasa cinta individu terhadap musik. Banyak orang sukses diawali menjadi DJ.

DJ Anton yang memiliki sebuah Bar & Cafe bemama PARC adalah seorang direktur perusahaan ekpor dan impor dan pengusaha real estate. Karena hobinya, kini ia juga sambilan menjadi DJ. DJ lainnya, David, dia memiliki record shop yang bernama Demajors.

la juga membuka kursus DJ dengan nama yang sama. Merasa belum puas, kini David menekuni profesi baru. David mulai menggeluti bisnis manajemen artis. Bahkan, ia berencana membuat sebuah record label bagi band dan artis. "Yang penting enggak lepas dari dunia "entertainment" kata David.

DJ Ijoel kini juga memiliki sekolah DJ sendiri. Sekolah itu diberi nama Ijoel DJ School. Sekolah itu ia rintis atas kecintaannya dengan profesi DJ. Ijoel ingin membuktikan dirinya untuk eksis di bisnis hiburan. Akhirnya ia mendirikan Ijoel Production sebagai tanda cintanya di dunia hiburan.



DJ mempunyai andil besar dalam menentukan suasana. DJ harus jeli membaca karakter pengunjung yang datang. DJ harus peka dan selalu berimprovisasi di tiap aksinya. Biasanya, seorang DJ selalu mengawali dengan musikyang sedikit mellow. Namun, sekitar setengah jam berikutnya pemandangan pun berubah. Seluruh pengunjung terlihat begitu reaksionis.

Mereka seakan mempunyai motor dalam tubuhnya. Sang DJ berusaha memompa motor itu untuk melaju kencang. Alhasil tidak sedikit dari sebagian pengunjung yang memerlukan tenaga ekstra. Biasanya, obat tedarang dan psikotropika adalah piliharinya.

Memang tidak mudah untuk menyatukan isi kepala dari ribuan pengunjung. Pasalnya, tidak sesuai orang menyukai suatu jenis musik tertentu. Kendati demikian, inilah risiko sekaligus tantangan dari seorang DJ untuk tetap inovatif. (tia/ln)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...