Profil dan Biografi Fabrizio Faniello

Written By Rison Sarundaek on Minggu, 06 November 2011 | 11.51

Sukses lewat dua lagu WALI yakni “Cari Jodoh” (“I No Can Do”) dan “Baik-baik Sayang” (“My Heart is Asking You”), penyanyi Jerman asal Malta Fabrizio Faniello kembali memasang lagu “Aku Bukan Bang Toyib” (“I Will Stand by You”) di album terbarunya. Menurut Fabrizio, pasar Eropa sangat merespon baik karya-karya WALI.

“Alasan ini pula yang membuat saya mengadopsi kembali lagu WALI di album saya. Terusterang, saya penggemar berat WALI band,” ujar Fabrizio saat ditemui di kantor NAGASWARA, di kawasan Menteng, Jakarta Pusat (21/10).

Lagu WALI “Aku Bukan bang Toyib” atau dalam versi Inggrisnya berjudul “I Will Stand by You” dimasukkan Fabrizio dalam album ke-5 yang diberi tajuk “No Surrender”. Di album ini juga Fabrizio masih menjagokan dua single WALI terdahulu, yakni “Cari Jodoh” (“I No Can Do”) dan “Baik-baik Sayang” (“My Heart is Asking You”). Album ini sendiri dijual di Eropa dan sejumlah negara di kawasan Malta seperti Swiss, Yunani, Syprus dan Malta. Fabrizio adalah penyanyi kelahiran Malta yang besar dan sukses di Jerman.

Jumat (21/10), Fabrizio bersama produsernya Manfred Holz kembali menginjakkan kaki di Indonesia. Ini adalah kali ketiga mereka bertandang ke Tanah Air. Fabrizio pertama kali ke Indonesia saat tour “I’m in Love” di tahun 2006. “I’m in Love” atau “The Whistle Song” adalah lagu yang membesarkan nama Fabrizio di dunia. Fabrizio berkunjung lagi ke Jakarta pada Desember 2010 bertepatan dengan penyelenggaraan NAGASWARA Music Awards 2010. Di ajang tersebut, Fabrizio dianugerahi “Special Ambassador Awards” oleh NAGASWARA. Penyanyi berusia 30 tahun ini dianggap berjasa memperkenalkan karya WALI di Eropa dan negara-negara sekitarnya.

Kedatangan Fabrizio kali ini ke Indonesia karena 2 hal. Selain akan tampil memeriahkan ulang tahun WALI di sebuah televisi swasta pada 31 Oktober, penyanyi ini juga menjalani promo album terbarunya, “No Surrender”. Sejak membawakan lagu-lagu WALI dalam versi Inggris, penggemar Fabrizio di Indonesia ikut bertambah. Tak salah jika selama kehadirannya di sini, Fabrizio kerap tampil dalam program musik di sejumlah televisi swasta. Sabtu (22/10) misalnya, sebelum berangkat ke Manado, Sulawesi Utara untuk mengisi acara final Bintang Radio yang diselenggarakan RRI dan NAGASWARA, Fabrizio tampil membawakan single terbarunya di program musik INBOX SCTV. Jadwal on air dan off air-nya akan terisi penuh hingga menjelang kepulangannya ke Jerman (2/10).


“Indonesia sudah menjadi rumah bagi saya. Lebih-lebih di sini saya bisa bertemu dan bernyanyi bersama band idola saya, WALI,” kata Fabrizio jujur.

Lima tahun yang lalu, Fabrizio hanyalah seorang penyanyi yang populer lewat hits single “I’m in Love”. Kepandaiannya menggabungkan nyanyian dengan siulan (whistle) adalah nilai plus yang menjadikan Fabrizio berbeda dari puluhan bahkan ratusan penyanyi atau band luar negeri yang menyerbu negeri ini setiap saat. Namun, keputusannya menyanyikan ulang lagu-lagu WALI dalam versi Inggris, mau tak mau memberi pandangan lain dalam sosok Fabrizio. Fabrizio adalah duta swara yang membanggakan bagi negeri ini. Lewat suaranya, 2 lagu WALI yakni “Cari Jodoh” dan “Baik-baik Sayang” mampu dikenal masyarakat Eropa dengan judul “I No Can Do”, dan “My Heart is Asking You”. Siapa yang bisa membayangkan bahwa lagu-lagu WALI bisa dibeli orang Eropa dan bertengger di “Top 20 Eurovision” (sebuah barometer musik berdasarkan pilihan penonton televisi di Eropa) selama berbulan-bulan. Sebuah prestasi luar biasa bagi Fabrizio, bagi WALI, bagi Indonesia bila dihubungkan dengan kebiasaan musisi negeri Linkini dalam memplagiat karya-karya musisi manca negara

BIOGRAFI


Fabrizio Faniello lahir 27 April 1981 adalah penyanyi pop asal Malta. Dia mewakili Malta di Eurovision Song Contest pada tahun 2001 dan 2006.Penyanyi ini sekarang sudah fenomenal melalui lagu I No Can Do yang merupakan recycle dari lagu Wali yang berjudul Cari Jodoh.
Faniello menemukan semangat untuk musik pada usia dini. Gurunya menyarankan dia untuk mengambil pelajaran vokal. Namun, Faniello juga tertarik bermain sepak bola. Pada tahun 1997 ia bermain selama satu tahun di Turin.

Namun ketika ia berusia 16, ia memilih musik dan kembali ke Malta. Dia berpartisipasi dalam Eurovision Song Contest pada tahun 2001 dan di diposisi 9. Pada tahun 2006 ia sekali lagi mewakili Malta di Eurovision Song Contest, dan diposisi 24 di Grand Final.

Manajemen Faniello berada di Jerman dan banyak lagunya ditulis atau bersama ditulis oleh penulis lagu Jerman.

Eurovision

1998 - "More Than Just A Game" (posisi 2 dari 20 kontestan)
1999 - "Thankful For Your Love" (posisi 8 dari 16 kontestan)
2000 - "Change Of Heart" (posisi 2 dari 16 kontestan)
2001 - "Another Summer Night" (posisi 1 dari 16 kontestan) - (Posisi 9 di Eurovision)
2004 - "Did I Ever Tell You" (posisi 3 dari 16 kontestan)
2005 - "Don't Tell It" (posisi 12 dari 22 kontestan)
2006 - "I Do" (posisi 1 dari 18 kontestan) - (Posisi 24 di Eurovision)
2011 - "No Surrender" (posisi 4 dari 16 kontestan)

Diskografi Album

2001: While I'm Dreaming #1 Malta
2004: When We Danced #1 Malta
2005: Believe #1 Malta
2007: Hits & Clips #1Malta
2011: No Surrender

Single

2001: "Another Summer Night"
2001: "My Girl"
2002: "Show Me Now"
2002: "Let Me be Your Lover"
2002: "Just 4 Christmas"
2004: "When We Danced"
2004: "I'm in Love (The Whistle Song)"
2005: "Love on the Radio"
2006: "I Do"
2006: "Believe"
2007: "Love Me or Leave Me"
2007: "I Need To Know"
2010: "I No Can Do"
2010: "My Heart Is Asking You"
2011: "No Surrender
2011: "Know Me Better
|sumber: wikipedia,nagaswara|

0 Komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...