Inilah 20 Sinetron Paling Fenomenal di Indonesia bagian pertama

Written By Rison Sarundaek on Kamis, 24 November 2011 | 12.05

si-doel

Sekadar pengantar, sinetron singkatan dari sinema elektronik. Di Amerika sinetron disebut Soap Opera, TV Play atau TV Movie yang di sini akrab disebut FTV. Dalam bahasa Spanyol disebut telenovela. Istilah sinetron pertama kali dicetuskan oleh Soemardjono, salah satu pendiri dan mantan pengajar Institut Kesenian Jakata) dalam sebuah perbincangan dengan almarhum Teguh Karya.

Sejak kemunculan TV swasta 1990, -- RCTI -- tak butuh waktu lama, buat sinetron menjelma menjadi program yang sangat powerful. Dominasinya terus bertahan sampai sekarang. Sebelum era televisi swasta, TVRI pernah menayangkan beberapa sinetrion yang masih dikenang sampai sekarang, seperti Rumah Masa Depan, Aku Cinta Indonesia, Keluarga Rahmat, Pondokan, Losmen, Jendela Rumah Kita, dll.

Tokoh utama di balik munculnya industri sinetron pada pada masa modern (baca, era televisi swasta) adalah Ram Punjabi lewat PT Tripar Multivisoon yang mendominasi selama lebih dari selama 15 tahun. Cerita sinetron juga terus mengalami perubahan seiring dengan perkembangan zaman.

Satu waktu, sinetron yang ada didominasi cerita ala Warkop DKI, lalu berdasarkan novel, adaptasi dari Bollywood, Asia Timur, seperti Hong Kong, Korea dan Taiwan, serta Jepang, telenovela, dan terakhir mirip-mirip serial drama Korea.

Tulisan ini aslinya ulasan 17 sinetron Paling Fenomenal yang muncul di tabloid Bintang Indonesia edisi 879 dalam rangka ultah kami di usia 17 tahun pada Maret 2008 silam. Ada begitu banyak sinetron yang pernah diproduksi selama 17 tahun. Ada beberapa variabel yang kami jadikan patokan, yaitu rating, popularitas dan kepoloporannya dalam menginspirasi munculnya sinetron sejenis. Untuk kepentingan penulisan kembali, kami menambah 3 judul lain hingga jumlahnya genap jadi 20. Berikut 20 sinetron fenomenal pilihan kami.

20. Siti Nurbaya

siti-nurbaya

Dua puluh tahun lalu, TVRI memproduksi sinetron yang diangkat dari novel karya Marah Rusli ini. Di tangan Dedi Setiadi, Siti Nurbaya jadi salah satu sinetron yang sangat istimewa. Penampilan Novia Kolopaking sebagai gadis yang teraniaya sangat memikat. Pun begitu dengan Gusti Randa dan HIM Damsyik. Siti Nurbaya sudah menjalin cinta dengan Samsul Bahri (Gusti Randa).

Hal itu juga diketahui orangtua Siti. Petaka datang ketika Datuk Maringgih (HIM Damsyik), orang kaya raya, melamar Siti untuk dijadikan sebagai istri ke-7. Orangtua Siti tak berdaya lantaran punya hutang yang tak bisa dilunasi. Betapa hancur hati Siti, tapi dia tak bisa melawan. Samsul Bahri yang berusaha membela, malah berakhir di penjara. Kisah cinta ini sebagaimana novelnya juga berlatar belakang adat Minangkabau.

19. Gara-Gara (RCTI)

gara-gara

Gara-gara lahir berkat kejelian Ram Punjabi (Multivision Plus) melihat peluang. Dia memproduksi Gara-Gara bersamaan dengan hadirnya RCTI tahun 1990 ketika para sineas layar lebar Indonesia dalam kebingungan. Kerangka Gara-Gara dicomot dari model tontonan film-film Warkop Dono Kasino Indro. Gara-gara dibesut sutradara Arizal yang jadi langganan film-film komedi, khususnya Warkop DKI. Tapi dia tidak menggaet Dono Kasino dan Indro, melainkan para personel lawak, Gideon, Jimmy dan Sion.

Sebagaimana formula Warkop DKI, Ram memilih Lydia Kandou sebagai magnetnya. Lidya tidak sendiri. Ada Pietrajaya Burnama, HIM Damsyik, Dolly Marten dan Nani Wijaya. Gara-Gara berkisah tentang pasangan suami istri Jimmy (Jimmy Gideon) - Lydia (Lydia Kandou). Sebagai istri, Lydia kerap kesal lantaran Jimmy sering melakukan tindakan yang memalukan. Misalnya, menggoda pembantu rumah tangga sebelah rumah,tukang jamu, dll. Nah, Lydia yang semula diam saja, lama-lama melakukan perlawanan. Berbekal pengalaman, dia berhasil mendeteksi semua trik-trik Jimmy untuk melakukan tipu tipu. Namun sejatinya Jimmy dan Lydia, pasangan yang saling menyayangi satu sama lain. Gara-Gara ditayangkan di RCTI pada 4 Januari 1992. Kesuksean Gara-Gara menghilhami beberapa sinetron sejenis, seperti Lika-Liku Laki-Laki, Ada Ada Saja, Saling Silang, Kanan Kiri Oke, dll.

18. Si Doel Anak Sekolahan (RCTI)

si-doel

Si Doel Anak Sekolahan adalah mimpi Rano Karno yang menjadi kenyataan. Si Doel memang identik dengan Rano Karno. Dialah yang memerankan tokoh Si Doel dalam film Si Doel Anak Betawi yang disutradarai almarhum Syumandjaya. "Si Doel adalah obsesi saya. Selain mengangkat kehidupan masyarakat Betawi dengan segala pernik yang menjurus ke arah kurang baik, seperti pemalas, bodoh, tokoh Si Doel ingin mengubah mitos itu. Jujur saja, tokoh Si Doel panutan saya," ujar Rano Karno dalam wawancara dengan Bintang pada Januari 1994.

Si Doel Anak Sekolahan berkisah tentang perjuangan pemuda Betawi bernama Doel (Rano Karno) dalam mengagapi cita-cita menjadi insinyur. Doel tinggal bersama Babenya (almarhum Benyamin Sueb), Nyaknya (Aminah Cendrakasih) dan Atun (adiknya).

Dalam perjalanannya, Doel yang di kala senggang menarik oplet ini terlibat cinta segitiga dengan dua gadis berbeda latar belakang, Sarah (Cornelia Agatha) dan Zaenab (Maudy Koesenaedi). Semula, Si Doel hanya diproduksi sebagai mini seri sebanyak 6 episode. Tapi sambutan yang luar biasa membuat Rano Karno memperpanjang, bahkan pernah diproduksi sampai Si Doel 5. Si Doel 1, 2 dan 3, ratingnya masih sangat bergigi. Sayang, begitu memasuki Si Doel 4, mulai kehilangan kendali. Tak apa, hal itu tak mengurangi signifikansi sinetron ini di ranah budaya pop kita. Selain itu, Si Doel melahirkan beberapa sosok yang kemudian jadi selebriti, seperti Maudy Koesnaedi dan Mandra. Tak ketinggalan Basuki dan Pak Tile. Si Doel Anak Sekolahan adalah Masterpiece-nya Rano Karno yang rasa-rasanya sulit terulang lagi.

17. Tersanjung (Indosiar)

tersanjung
Ini dia sinetron dengan jumlah episode paling panjang-di masanya-dalam dunia pertelevisian Indonesia. Ditayangkan dari tahun 1998-2005 dengan lebih dari 360 episode. Saking panjangnya pada 27 Februari 2006, sampai dicatat MURI (Museum Rekor Indonesia) yang diserahkan Jaya Suprana pada Ram Punjabi.

Tersanjung bertutur tentang seorang gadis bernama Indah (Lulu Tobing) yang yatim piatu. Dia dibesarkan oleh keluarga Pak Kadis. Nah, istri Kadis, Rerno, ingin menjodohkan dengan Hendra. Tapi dalam perkembangan, Indah justru jatuh dalam pelukan Bobby (Raynold Surbakti) yang berakibat pada kehamilan Indah. Padahal tanpa sepengetahuan Indah, Bobby sudah dijodohkan dengan Mia.

Ketika meminta pertanggungjawaban Bobby, Indah justru diusir Suryodibroto, ayah Bobby. Indah putus asa. Di puncak keputuasaan, Indah nekad bunuh diri. Seorang wanita bernama Yayuk menyelamatkan hidup Indah yang lalu memberinya pekerjaan. Seorang pekerja bernama Rama (Ari Wibowo) jatuh cinta pada Indah. Keduanya lalu menikah.

Beberapa lama kemudian, Indah melahirkan bayi laki-laki yang dinamani Dandy.Rama menganggap Dandy sebagai darah dagingnya sendiri. Suatu hari, Bobby datang dan lalu merebut Dandy dari tangan Indah dan Rama. Inilah percikan yang kemudian membuat cerita melebar ke mana mana. Sinetron yang ditayangkan pertama kali pada 10 April 1998 dan disutradarai Vasant R. Patel asal India ini, diangkat berdasarkan skenario yang ditulis Deddy Armand. Selain Ari dan Lulu, sinetron ini juga dibintangi Anwar Fuady, Yatie Octavia, Robby Sugara, dll.

16. Jin dan Jun (RCTI)

jin-jun

Lewat sinetron yang disutradarai Arizal inilah, nama Sahrul Gunawan melambung di dunia hiburan tanah air. Alul, begitu panggilan akrabnya, yang mengawali karier sebagai penyanyi kemudian - karena sinetron ini-justru dikenal sebagai pemain sinetron. Jin dan Jun mengisahkan petualangan Junaidi (Sahrul Gunawan) bersama jin dan ditemukannya di Laut Kidul. Suatu hari, Junaidi menemukan sebuah botol di sela-sela batu karang. Karena penasaran, Junaidi lantas membuka botol itu.

Tak dinyana dari dalam botol itu keluar asap biru. Tiba-tiba sosok Jin berdiri di depan Junaidi. Usia Jin ini sekitar 300 tahun. Merasa telah dibebaskan oleh Junaidi, sejak saat itu Om Jin, panggilan akrabnya, mengabdi pada Junaidi. Dimulailah petulangan seru Junaidi dan Om Jin. Kesuksesan sinetron ini lantas melahirkan banyak sinetron sejenis. Ada Jinny Oh Jinny, Tuyul dan Mbak Yul, dll. Mira Asmara, Misye Arsita dan Fuad Baradja ikut mendukung sinetron yang ditayangkan perdana pada 14 Mei 1996 di RCTI ini. bersambung

0 Komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...