Inilah 20 Sinetron Paling Fenomenal di Indonesia bagian ketiga

Written By Rison Sarundaek on Kamis, 24 November 2011 | 22.12

10. Cinta (RCTI)

 cinta
Desy Ratnasari membuat kejutan. Bukan tentang berita pernikahannya dengan Pramudya yang tak habis diulas media, melainkan penampilan berani dalam "love scene" di sinetron Cinta. Berperan sebagai Rini, Desy tampil lain. Dia tampil nakal, liar dan binal. Jauh dari sosok Astuti (Jendela Rumah Kita) maupun Santi (Takdir).

Di bawah arahan sutradara Maruli Ara, kolaborasi Desy, Primus Yustisio dan Atalarik Syach memang keren. Cinta bertutur tentang Rini yang terlibat cinta rumit dengan dua pria, Harris (Primus) dan adiknya (diperankan Atalarik Syah). Semula, Desy pacaran dengan adik Harris. Tapi karena adik Harris saking jantung dan tak mungkin menikah lagi, Rini lantas berhubungan dengan Harris. Celakanya, hubungan ini terlalu jauh yang mengakibatkan kehamilan Rini. Sinetron yang diproduksi tahun 1999 ini diproduseri Leo Sutanto yang waktu itu masih di Indika Entertainment.

9. Doaku Harapanku (RCTI)

doa-ku-harapanku

Doaku Harapanku pioner sinetron Ramadhan. Ahmad Yusuf, sang sutradara, adalah kreatornya. Sinetron ini berkisah tentang pasangan Anisa (Kris Dayanti) dan Andika (Dicky Wahyudi). Pernikahan mereka tak direstui oleh ibu tiri Andhika, Lela (Leily Sagita).

Lela khawatir, Anisa akan menguasai harta dan seluruh kekayaan Andhika. Suatu ketika, Andhika mengalami kecelakaan lalu lintas. Lela yakin, Andhika meninggal dunia, tapi Anisa berpikir sebaliknya. Lela marah saat membaca surat wasiat Andhika yang menyebut Anisa sebagai pewaris seluruh harta. Tak terima, selain terus memusuhi, Lela memasukkan Anisa ke rumah sakit jiwa. Kesuksesan sinetron ini lantas ditandai munculnya beberapa sinetron sejenis, seperti Doa Membawa Berkah, Hikmah, dll.

8. Wah Cantiknya!!! (SCTV)

wah-cantiknya2

wah-cantiknya2

Di sinetron inilah Anjasmara menunjukkan diri sebagai pemain sinetron dengan akting jempolan. Bukan hanya itu, berkat dia pula tokoh Cecep yang diperankannya jadi sangat terkenal. Ya, lewat sinetron Wah Cantiknya!!! garapan Ahmad Yusuf, Anjasmara menjelma menjadi salah satu bintang sinetron papan atas. Saking suksesnya, Wah Cantiknya!!! dibuat 3 sekuelnya. Kehadiran Tamara Bleszynski sebagai Kartika jadi hiburan tersendiri.

Wah Cantiknya!!! mengisahkan pemuda bernama Cecep yang memiliki keterbelakangan mental, tapi berhati mulia. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari sekaligus membantuk Emak (Nani Wijaya), Cecep bekerja sebagai kuli angkut. Suatu hari, Cecep bertemu Kartika yang tengah bingung mencari calon suami. Oleh surat wasiat ayahnya, Pak Wiryo, Kartika mesti menikah setelah 6 bulan kematiannya. Begitu melihat Cecep, Kartika dan tantenya sepakat menjadikan Cecep sebagai suami dengan harapan gampang dikibuli. Setelah Wah Cantiknya!!! banyak bermunculan sinetron sejenis. Salah satu yang sukses, Si Yoyo.

7. Kecil-Kecil Jadi Manten (RCTI)

kecil-2-manten

Ini kisah tentang cewek Betawi bernama Rohaye (almarhumah Sukma Ayu) yang tergila-gila pada bintang sepakbola asal Brasil, Ronaldo. Meski cewek, dia juga gemar tawuran melawan para cowok. Kedua orangtuanya, Mpok Mun dan Bang Rojali, pusing memikirkan Rohaye yang sulit diberi pengertian. Bang Rojale ingin sekali anaknya jadi cewek normal.

Oleh sebab itu, dia berniat menjodohkan dengan anak salah satu tetangga yang jualan mie ayam, Amen. Rohaye dijodohkan dengan Ongky, anak Amen, yang justru lemah-gemulai. Sinetron ini mencuatkan Sukma Ayu dan Farid Syah Fikri. Kecil-Kecil Jadi Manten ditayangkan pada 14 Desember 2002 dan disutradarai Yazman Yazid. Sinetron ini remake dari film layar lebar dengan judul Kecil-Kecil Jadi Penganten produksti tahun 1987. Filmnya yang disutradarai Hengky Solaiman, dibintangi Richie Ricardo (almarhum) dan Firda Razak (Firdha Kusher-red).

6. Rahasia Ilahi (TPI)

rahasia-ilahi

rahasia-ilahi

Sinetron ini berkisah tentang siksaan menghadapi sakaratul maut karena perbuatan dosa semasa hidup. Kisah-kisah sinetron ini diambil dari majalah Hidayah yang banyak memuat cerita tentang siksa menjelang ajal. Tak seperti sinetron relegius yang sudah ada, sinetron ini ditutup oleh seorang ustad untuk mengambil hikmah dari tayangan tersebut.

Didi Ardiansyah, Produser pelaksana dari Kep Media, pembuat sinetron inilah yang berjasa mewujudkan tayangan yang kemudian sangat digemari sekaligus meransang para PH lain membuat tayangan serupa. Maka bermunculanlah sinetron sejenis, seperti Takdir Ilahi, Hidayah, Astagfirullah, dan lain-lain. Berkat sinetron ini pula, TPI berjaya sebagai televisi nomor satu. bersambung....

0 Komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...