Cara Hidup Milyuner Nicolas Berggruen Yang Tak Bahagia dengan Kemewahan

Written By Rison Sarundaek on Kamis, 29 Desember 2011 | 15.56

New York - Sebagai salah satu orang terkaya di dunia, Nicolas Berggruen tentunya bisa membeli rumah manapun yang ia mau. Namun ia memilih tak memiliki rumah tinggal tetap dan terus mengembara dengan pesawat jet pribadinya dari waktu ke waktu.


Nicolas, Berggruen, orang terkaya ke-540 di dunia dengan kekayaan mencapai US$ 2,3 miliar atau sekitar Rp 20,7 triliun terus berpindah-pindah dengan hanya menenteng tas kecil berisi baju dan BlackBerry-nya. Ia berpindah-pindah mencari perusahaan-perusahaan untuk dibeli mulai dari Berlin, Bangalore hingga Brisbane.

Pria tampan yang kini berusia 50 tahun itu menghabiskan hampir sepanjang hidupnya bergerak dari satu negara ke negara lain untuk membeli perusahaan. Dalam satu dekade terakhir, pria yang memiliki dua kewarganegaraan Amerika dan Jerman itu tidak memiliki alamat tetap. Ia secara konsisten menjelajak dunia dengan pesawat jet Gulfstream IV dan tinggal di hotel bintang 5. "Jika Anda memiliki sesuatu dan jika Anda seorang perfeksionis, yakni seperti saya, Anda harus benar-benar menekuninya dan ini memerlukan energi yang sangat besar dibandingkan hal lainnya," jelas Berggruen dalam wawancaranya dengan Bloomberg dan dikutip dari Sydney Morning Herald, Kamis (29/12/2011).

Berggruen mengatakan, hidup berhubungan dengan kemewahan berubah menjadi beban dan hal itu tidak membuatnya bahagia. "Saya mengerti insting manusia yang ingin menciptakan sebuah tempat tinggal dan ingin memiliki sesuatu untuk dipamerkan. Tapi bagi saya secara pribadi, hal ini menjadi kurang dan kurang menarik," tambahnya. Atas dasar itu, pada tahun 2000 Berggruen menjual rumahnya dan menyimpan koleksi benda seninya serta membuang dan menjual sebagian barang-barang pribadinya termasuk mobil. Ia mengatakan keputusannya untuk hidup tak menentu bukan berarti untuk menghindari pajak, bahkan ia mengaku membayar pajaknya di AS. Dengan harta dan ketampanannya, Burggruen tentu saja mudah mendapatkan perempuan idaman hatinya. Namun Burggruen tidak tertarik untuk menikah dan ia sudah menegaskan tidak tertarik memiliki anak.

Meskipun dalam sejumlah kesempatan amal dan event fesyen, ia sering terlihat bersama aktris dan model seperti Gabriella Wright, seorang artis Inggris. Berggruen juga mengaku memberikan sebagian besar kekayaannya untuk donasi. "Segala sesuatu yang saya lakukan sekarang adalah tentang menumbuhkan jambangan ini sehingga bisa memiliki yang lebih untuk diberikan," tambahnya lagi.

Menurut data yang dikumpulkan Bloomberg, Burggruen, putra dari pialang seni kaya ini membuat trust fund senilai US$ 250.000 menjadi sebuah kerajaan bisnis bernilai US$ 2,5 miliar. Dalam 3 dekade, investor semakin kaya dengan membeli perusahaan-perusahaan kecil yang hampir mati, menghidupkan, membesarkan dan menjualnya lagi. Ia juga meraup kekayaannya dengan 'perusahaan cek kosong': perusahaan luar yang go public dan menggunakan dana tunai atau saham untuk mengakuisisi bisnis yang beroperasi.

"Nicolas adalah investor yang sangat mengerti. Ia memiliki karir yang panjang dan sukses dalam membangun perusahaan dan menyegarkannya lagi," ujar James Hauslein, investor saham yang juga mantan chairman Sunglass Hut International. Kini, Berggruen harus bergerak lebih jauh untuk menyelamatkan Barat berubah menjadi kekacauan. Ia mengatakan, pasar saham 'pingsan' selama tahun 2011 akibat masalah utang di AS dan krisis utang di Eropa. "Apa yang benar-benar Anda dapati adalah krisis tata kelola yang sangat dalam di Barat," ujarnya.

Untuk mengurangi kelumpuhan politik yang mengancam AS dan Eropa, milyuner nyentrik ini mendonasikan US$ 100 juta untuk menciptakan Nicolas Berggruen Institute yang berkantor di Berlin, Los Angeles, New York dan Washington. Pada awal September, institut itu digabung menjadi sebuah grup yang disebut Council for the Future of Europe. Anggotanya melibatkan mantan pemimpin negara seperti Gerhard Schroeder dari Jerman, Felipe Gonzalez dari Spanyol, mantan Komisi Eropa Jacques Delors dan mantan Perdana Menteri Ingggris Tony Blair sebagai penasihat.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...