Bau Badan Cerminkan Kepribadian

Written By Rison Sarundaek on Senin, 05 Desember 2011 | 10.01

Washington: Bau badan ternyata dapat memberitahu cerminan kepribadian Anda. Baru-baru ini peneliti University of Wroclaw, Polandia, menginformasikan hal tersebut untuk mengetahui lebih jelas karakter seseorang.

Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam European Journal of Personality, para peserta diminta untuk menilai bagaimana seseorang berperilaku, cemas atau dominan dengan hanya mencium aroma dari pakaian mereka.

Di lain pihak, juri yang ikut dalam penelitian tersebut berpendapat, bahwa kesan pertama terhadap seseorang dapat terbentuk melalui aroma. Kesan tersebut sama kuatnya dengan isyarat visual yang mencerminkan kepribadian mereka.

Kita tidak hanya mengekspresikan diri melalui penampilan. "Kita juga mengekspresikan diri dengan indera pencium," kata penulis penelitian Agnieszka Sorokowska seperti dikutip LiveScience.

Dalam penelitian tersebut, para peneliti meminta 30 pria dan 30 wanita sebagai responden. Mereka disarankan untuk menggunakan kemeja putih berbahan katun, selama tiga malam berturut-turut. Tidak menggunakan wewangian, deodoran, sabun, tidak merokok, minum-minuman beralkohol, atau makan makanan berbau menyengat selama penelitian.

Kemeja-kemeja yang beraroma responden ini kemudian dikumpulkan, dan dinilai oleh 100 pria dan 100 wanita. Penilai diminta untuk mencium bau kemeja dan memberikan penilaian dari lima kepribadian para peserta itu, pada skala satu sampai 10. Setiap penilai memiliki enam kemeja, dan masing-masing kemeja dinilai oleh 20 penilai. Penilaian juri meliputi tiga sifat kepribadian, yaitu ekstrovert, neurotik (kecenderungan untuk merasa cemas dan murung), dan dominan (keinginan untuk menjadi pemimpin).

Hasilnya, orang-orang neurotik bisa berkeringat lebih ketika mereka mengalami stres. Hal ini dapat memicu bakteri di ketiak, dan menghasilkan bau yang berbeda. Ciri-ciri kepribadian juga dapat dihubungkan dengan sekresi hormon, yang bisa mengubah aroma seseorang. Orang yang bersifat dominan mungkin memiliki tingkat testosteron lebih tinggi, yang dapat memicu kelenjar keringat mereka. Meski demikian, hasil awal dari penelitian tersebut lebih perlu dicocokkan, terhadap si empunya kemeja. Untuk mengetahui kebenaran, pribadi mereka sebenarnya.

0 Komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...