Sondang Hutagalung Aktifis Yang bakar diri di depan Istana

Written By Rison Sarundaek on Sabtu, 10 Desember 2011 | 00.22

Pria yang sempat membakar dirinya di depan Istana, diyakini adalah Sondang Hutagalung, mahasiswa Universitas Bung Karno Jakarta. Selama ini, Sondang sering terlibat berbagai aksi damai. Ini dia profil singkat pria yang juga Ketua Himpunan Aksi Mahasiswa Marhaenisme untuk Rakyat Indonesia (Hammurabi).

Staf divisi advokasi KontraS, Chrisbiantoro, di kantornya, Jl Borobudur, Jakarta Pusat, Jumat (9/12/2011), menceritakan bagaimana sosok anak bungsu dari empat bersaudara ini.

Sondang memang tidak pernah tergabung dalam KontraS. Namun organisasi yang dipimpin Sondang masuk dalam 'Sahabat Munir'.

"Kebetulan kelompok aktivis itu masuk dalam Sahabat Munir," jelas Chris.

Dalam aksinya, Sondang bertugas di belakang panggung. Dia yang biasanya mengkonsep aksi teatrikal sebuah demo. Namun tidak jarang Sondang juga ikut bermain dalam aksi tersebut.

"Kaya di (acara) Munir kemarin, dia (Sondang) berperan jadi pelaku pembunuh Munir," lanjut Chris.

Setelah kejadian, tim dari KontraS langsung meluncur ke RS. Setelah melihat gigi, kaki dan sepatu yang masih menempel, KontraS yakin jika pria yang membakar dirinya itu adalah Sondang.

"Keluarganya menguatkan sepatu itu pemberian dari abangnya," jelas Chris.

Chris menjelaskan sebelum kejadian, Sondang memang menitipkan handphone, dompet serta seluruh identitas ke kerabat sahabatnya. Ini yang menyebabkan polisi tidak menemukan satu pun kartu identitas Sondang.

Chris tidak mengetahui alasan Sondang melakukan aksi itu. Tidak ada masalah dengan Sondang dalam beberapa hari terakhir. "Kata pacarnya pun nggak ada masalah," imbuhnya.

Chrisbiantoro menjelaskan Sondang merupakan anak bungsu dari empat bersaudara. Ayahnya seorang sopir taksi dan ibunya tidak bekerja. Dia tinggal bersama keluarganya di Pondok Ungu, Bekasi.

Di mata teman-temannya, Sondang dikenal sebagai sosok aktivis yang kerap terlibat dalam berbagai upaya advokasi pelanggaran HAM. "Dia pribadi yang unik, selalu membuat suasana demonstrasi lebih hidup, dan cukup kreatif," Chris menambahkan.

Terakhir kali Kontras berinteraksi dengannya pada 7 September 2011 saat menggelar aksi mengenang almarhum Munir. Dia memerankan pembunuh Munir lewat aksi teaterikal. Setelah itu, dia pamit untuk menyelesaikan skripsi. "Sebulan sebelum kejadian, Sondang sempat menitipkan organisasi Hammurabi," ujar dia.

Sebelumnya, Kapolres Jakarta Pusat Komisaris Besar Pol. Angesta Romano Yoyol menjelaskan aksi bakar diri tidak terkait demontrasi yang saat itu berlangsung di muka Istana Negara pada Rabu kemarin.
"Aksi demonstrasi berakhir pukul 16.00 WIB, sedangkan kejadian ini terjadi pukul 17.30 WIB. Aksi tidak ricuh. Jadi, tidak ada hubungannya dengan demonstrasi," kata Yoyol.

Akan tetapi, menurut keterangan seorang petugas polisi yang tengah berjaga di lokasi, saat itu Sondang datang ke lokasi kejadian dengan kondisi sudah basah kuyup diguyur bensin.

0 Komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...