Antara Yahudi, Islam dan Kristen

Written By Rison Sarundaek on Rabu, 16 November 2011 | 14.13

Jika kau adalah Yahudi maka aku adalah Islam, sedangkan dia adalah Kristen;


Menurut agama-agama samawi itu, Tuhan tidak dipahami sebagai yang berfokus pada benda-benda (totemisme), atau upacara-upacara (sakramentalisme) seperti pada beberapa agama lain, tetapi sebagai yang mengatasi alam dan sekaligus menuntut manusia untuk menjalani hidupnya mengikuti jalan tertentu yang ukurannya ialah kebaikan seluruh anggota masyarakat manusia sendiri. Dengan kata lain, selain bersifat serba transendental dan maha tinggi, Tuhan juga bersifat etikal, dalam arti bahwa Ia menghendaki manusia untuk bertingkah laku yang etis dan bermoral.
Karena menekankan amal perbuatan yang baik dan benar itu , para ahli kajian ilmiah tentang agama-agama menyatakan Islam dan Yahudi yang juga sering disebut agama semitik (semitic religion) ini, tergolong agama etika (ethical religion), yakni agama yang mengajarkan bahwa keselamatan manusia tergantung pada perbuatan baik dan amal salehnya.

Bagi kaum Yahudi dan Muslim, ajaran filsafat, moral dan politik berada tidak terlalu jauh dari yang ada dalam agama.

Ini berbeda dari agama Kristen yang juga termasuk agama semitik, disebabkan teologinya berdasarkan doktrin kejatuhan (fall) manusia (Adam) dari surga yang menyebabkan kesengsaraan abadi hidupnya, mengajarkan bahwa manusia perlu penebusan oleh kemurahan (Grace) Tuhan dengan mengorbankan putra tunggalnya, Isa al-Masih untuk disalib menjadi "Sang Penebus". Meski para pemikir Kristen mengagumi hasil-hasil temporal doktrin-doktrin etika dan politik, mereka menganggap bahwa doktrin dan hasil itu masih belum cukup untuk keselamatan manusia.


Persoalan teologis yang dialami agama Kristen, terutama yang menyangkut doktrin Trinitasnya membuat watak monotheismenya sudah tidak murni lagi.

Trinitarianisme Kristen tampak memiliki kecenderungan monotheistis hanya bila dikontraskan dengan bentuk-bentuk tri theistis (paham) tiga Tuhan, non samawi yaitu Hinduisme, Budisme dan Taoisme. Tetapi ini juga yang membuat kristen mudah diterima oleh masyarakat dunia lainnya diluar masyarakat samawi.

Jika yang muslim sering ribut dan perang kepada Israel yang yahudi kemudian mengaitkan dengan umat kristen, maka itu adalah kesalahan total. kristen sebenarnya agama yg menghubungkan samawi dgn non samawi, ini bisa terliat dari pergaulan sehari-hari antar manusia juga antar negara. kristenlah penghubung barat dan timur, jika tidak ada, mungkin juga bisa perang samawi dan non samawi persis seperti islam dan Yahudi. sumber : http://forum.detik.com.

0 Komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...