Wanita tertua memiliki DNA anti Pikun

Written By Rison Sarundaek on Jumat, 04 November 2011 | 10.16

Ilmuwan peneliti gen wanita tertua di dunia yang meninggal pada usia 115 tahun menemukan bahwa wanita ini memiliki DNA yang telah melindunginya dari penyakit ketuaan.

Para peneliti dari Belanda melakukan uji mental perempuan itu saat ia berusia 113 tahun dan kemampuannya menunjukkan ia berpuluh tahun lebih muda.

Wanita yang dinyatakan sebagai perempuan tertua di dunia saat ia meninggal itu memiliki gen yang melindunginya dari dementia atau kepikunan.

Dalam penelitian yang dipaparkan dalam konperensi di Montreal, Kanada itu, para ilmuwan mengatakan penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mencari alasan mengapa sejumlah orang lahir dengan gen yang memungkinkan untuk hidup lebih lama dan lebih sehat.

Paparan tentang gen ini adalah yang pertama sejak susunan kode genetika manusia diungkap 10 tahun lalu.

Sejak itu, sekitar seratus orang dipetakan dari sisi genetika di tengah teknologi untuk "membaca" DNA semakin mudah dan murah.

Wanita yang tidak disebutkan identitasnya dan dikenal sebagai W115, adalah orang tertua yang dipetakan gennya.

Ia menyumbangkan tubuhnya untuk sains medis, dan memungkinkan para dokter mempelajari otak dan organ lainnya termasuk kode genetika.

Dr Henne Hosltege dari Departemen Genetika Klinis di Universitas VU, Amsterdam, mengatakan wanita itu mengalami perubahan DNA yang jarang terjadi.

Tidak jelas apa dampaknya namun gen itu melindungi perempuan tersebut dari sejumlah penyakit ketuaan termasuk kepikunan.

Dr Holstege mengatakan kepada BBC, "Kami tahu dia seseorang yang spesial dan otaknya tidak memiliki tanda-tanda Alzheimer."

"Pasti ada sesuatu di badannya yang melindungi dari gangguan dementia," tambahnya.

W115 lahir secara prematur dan diperkirakan sebelumnya tidak akan berumur lama.

Namun ia berumur panjang dan tetap sehat. Dia masuk panti jompo pada saat berusia 105 tahun.

Wanita itu akhirnya meninggal karena tumor di perut dan sempat dirawat karena kanker payudara pada usia 100 tahun.

Uji mental yang dilakukan pada saat ia berusia 113 tahun menunjukkan kemampuannya seperti layaknya orang berusia 60-75 tahun.

Dalam pemeriksaan otopsi, para dokter tidak menemukan bukti dementia atau penyempitan pembuluh darah seperti yang terjadi pada orang yang terkena gangguan jantung.

Gen wanita ini juga akan digunakan untuk penelitian lain.

Penelitian ini masih belum diterbitkan dan diajukan dalam pertemuan tahunan Masyarakat Amerika untuk Genetika Manusia di Montreal. (Erabaru/BBC.Co.Uk/sua)

0 Komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...